by

Sekolah Pengelolaan Keberagaman Diselenggarakan di Pontianak

Kabar DamaI I Sabtu, 19 Juni 2021

Pontianak I Kabardamai.id I Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak dianggap sebagai kota yang rawan terjadi konflik. Hal ini disebabkan karena minimnya sumber daya alam dan kedudukan sebagai kota jasa yang diapit oleh dua kabupaten besar yaitu Mempawah dan Kubu Raya. Walaupun bukan menjadi asal wilayah terjadinya konflik, namun sebagai pusat dari sebuah provinsi, Pontianak kemudian kerap menjadi pusat atau setidaknya terdampak sehingga perlu adanya aturan untuk mengantisipasinya.

Upaya menciptakan ruang inklusif bagi seluruh masyarakat di Pontianak terus diupayakan. Guna mencapai kerukunan dalam aspek sosial dan dalam konteks umat beragama serta suku dan etnis, Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (SAKA) bersama dengan Jaringan Pontianak Bhineka menyelenggarakan Sekolah Pengelolaan Keberagaman (SPK). Diselenggarakan di Transera Hotel, Jumat-Minggu, (18-20/6/2021).

Yayasan SAKA bersama dengan Jaringan Bhineka memanglah secara konsisten melakukan ruang-ruang yang aman dan nyaman bagi semua masyarakat. Sebelum menyelenggarakan SPK ini, Yayasan SAKA dan Jaringan Pontianak Bhineka secara rutin melakukan kegiatan bersama, riset hingga menyusun ranperda yang bekerjasama dengan masyarakat sipil dan juga pemerintah. Selain Yayasan SAKA, Jaringan Pontianak Bhineka ini terdiri dari Satu Dalam Perbedaan (SADAP) Indonesia, Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK), Mitra Sekolah Masyarakat (MISEM) dan Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SEJUK) Kalbar.

Baca Juga: Upaya Komunitas Mendorong Media Massa Peduli Keberagaman

SPK yang diselenggarakan di Pontianak dilaksanakan sesuai dengan pelaksanaan yang ada di CRCS UGM. Dalam kegiatan ini, para alumni SPK dari kota Pontianak turut menjadi fasilitor peserta.

Sekolah Pengelolaan Keberagaman kali ini diperuntukkan kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak, mahasiswa dan pemuda serta masyarakat sipil.

Dilansir dari Kalbarnews.co.id, Sri Wartati Ketua Harian SAKA menyatakan tujuan dari kegiatan SPK ini.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, ketrampilan dan kemampuan dan menguatkan jaringan dalam membangun, mengelola dan mengadvokasi isu keberagaman di Kota Pontianak. Karena itu kami mengundang Perwakilan Agama-Agama di FKUB Pontianak, Pemerintah Kota dan anggota organisasi lintas etnis yang ada di Kalbar,” Jelasnya.

Ia juga menambahkan, peranan FKUB dan paguyuban lintas etnis punya peran yang besar dalam rangka mencegah konflik sosial.

“Paguyuban Lintas Etnis sebagai inisitif warga yang banyak perannya dalam pencegahan konflik sosial di kota Pontianak. Jaringan Pontianak Bhineka dan Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (CRCS-UGM) akan menyelenggarakan Sekolah,” terang Sri lagi.

Sumber: Kalbarnews.co.id I Yayasan SAKA

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed