by

Sekjen Kemenag: TITD Klenteng Kwang Sing Bio Ikon Kebersamaan dalam Keberagaman

Tuban | kabardamai.id | Perayaan Cap Go Meh dan penutupan Imlek ke 2572 Kongzili dihelat secara sederhana Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio, Tuban.

Lansir laman Kemenag, Klenteng Kwan Sing Bio merupakan warisan budaya yang sudah ada sejak 200 tahun silam. Klenteng ini dimanfaatkan sebagai tempat ibadah tiga agama, yaitu: Khonghucu, Buddha, dan Tao. Hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama umat, bahwa TITD menjadi tempat ibadah bersama.

“Ini pengalaman pertama saya berkunjung ke TITD Kwan Sing Bio Klenteng Tuban. Klenteng ini merupakan ikon kebersamaan dalam keberagaman di Indonesia,” terang Sekjen Kemenag Nizar di Tuban, Ahad (28/2), kutip kemenag.go.id.

“Meski disebutnya adalah Klenteng, ini adalah milik bersama, menjadi tempat ibadah Khonghucu, Buddha, dan Tao,” lanjut Nizar.

Sebagai tempat ibadah tiga agama, imbuh Nizar, Klenteng ini dikelola secara bersama melalui mekanismeĀ  musyawarah di level pengurus dan pemerintah.

Hadir dalam acara ini, Dirjen Bimas Buddha Caliadi, Kapus Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Wawan Djunaedi, Kakanwil Kemenag Prov. Jatim Ahmad Zayadi, serta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tuban. Selain Pengurus Klenteng TTDJ, hadir juga pengurus berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan lintas agama di Tuban, seperti Anshor dan lainnya.

Ketua Penilik Demisoner Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro mengatakan perayaan Cap Go Meh digelar sederhana karena di masa pandemi. Dia berharap, virus Covid-19 di Indonesia segera berakhir.

“Kita harus bersama-sama mendukung program vaksinasi ini, agar dapat mengurangi penyebaran virus. Ini juga tahunnya adalah Kerbau Logam, jadi harus giat memerangi penyebaran virus Corona secara bersama,” harap Alim.

Alim menganggap, hadirnya Sekjen Kemenag dan Pemuda Lintas Agama menjadi sejarah baru penguatan kebersamaan umat Khonghucu, Buddha, dan Tao dalam pemanfaatan TTDJ Kwan Sing Bio. “Sekarang sudah tidak ada lagi tanda daftar Buddha atau Khonghucu, semuanya adalah Tri Dharma. Jadi kita harus menghargai itu. Kebersamaan dan keberagaman beragama adalah hikmah bagi kita dan itu untuk negara kita,” terangnya.

Usai acara, dibagikan 1000 paket beras dan masker kepada perwakilan pesantren, Sekolah Luar Biasa (SLB), panti asuhan, rumah yatim, TPQ, dan warga kurang mampu di sekitar Klenteng Tuban. (Humas Tuban). [AN/kemenag.goid]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed