by

Sekjen Kemenag: Seluruh ASN Kemenag Harus ‘Melek’ Moderasi Beragama

Kabar Damai I Jumat, 11 Juni 2021

Bandung I kabardamai.id I Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nizar meminta ASN Kemenag yang tersebar di seluruh Indonesia harus melek Moderasi Beragama. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pelatihan penguatan Moderasi Beragama.

Hal ini disampaikan Sekjen saat membuka Rapat Kerja Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama 2021 yang digelar di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, rapat Kerja PKUB dengan mengusung tema PKUB dalam Moderasi Beragama ini akan berlangsung 9 – 11 Juni 2021 di Kabupaten Bandung. Turut mendampingi Sekjen, Kepala PKUB Kemenag RI Nifasri dan Kakanwil Kemenag Jabar Adib.

“Saya minta kepada seluruh Kanwil Kemenag  dan kabupaten/kota menyiapkan anggaran untuk kegiatan pelatihan penguatan Moderasi Beragama bagi kalangan ASN Kemenag ini. Sisir anggaran kegiatan dan alihkan untuk kegiatan pelatihan Moderasi Beragama,” tegas Sekjen Nizar, Rabu, 9 Juni 2021, dikutip dari kemenag.go.id (9/6).

Baca Juga: Ahmad Adlin: Moderasi Beragama bukan Moderasi Agama

“Penguatan Moderasi Beragama merupakan program prioritas pertama Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Saya harap ini menjadi perhatian kita bersama, khususnya Kasubbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag se Indonesia,” sambung Sekjen.

Dijelaskan Sekjen kegiatan Penguatan Moderasi Beragama di kalangan ASN Kemenag ini akan digelar serentak pada September – Desember 2021.

Saat ini, lanjut Sekjen, Kemenag sedang menyusun modul pelatihan Moderasi Beragama bagi ASN, TNI/Polri, Penyuluh Agama, para pendidik guru dan dosen, serta stakeholder lainnya.

“Selain ASN melek Moderasi Beragama, pelatihan ini juga akan menyamakan persepsi agar apa yang disampaikan terkait Moderasi Beragama secara nasional hingga ke daerah itu sama. Pelatihan ini nantinya akan menghadirkan dan mendatangkan narasumber tingkat nasional, instruktur nasional hingga fasilitator nasional,” terang Nizar.

Sekjen kembali menegaskan kepada Kanwil Kemenag provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat melaksanakan kegiatan penguatan Moderasi Beragama tersebut dan Kemenag akan melakukan evaluasi.

“Moderasi Beragama itu penting. Negara akan hancur bila warganya tidak rukun. Ke depan bapak dan ibu yang mengikuti Rapat Kerja ini adalah tokoh penting dalam mengawal dan implementasi Moderasi Beragama di Indonesia,” ujar Sekjen.

Indeks Kerukunan Akan Naik

Kakanwil Kemenag Jabar Adib menyambut baik digelarnya Rapat Kerja PKUB 2021 di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah kegiatan penting ini digelar di Bandung yang memberi isyarat indeks kerukunan umat beragama di Provinsi Jawa Barat akan naik. Sebelumnya kami bersama Pemprov Jabar sudah mendeklarasikan Jabar sebagai rumah bersama bagi umat beragama. Jabar sudah bertekad akan menjadi provinsi terdepan dalam kerukunan umat beragama,” tandas Adib.

Ketua Panitia Raker PKUB 2021, Desmon Andrian dalam laporannya mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari para Kepala Bagian Tata Usaha, para Kasubbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag se Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sekjen Kemenag, Kepala PKUB Kemenag, Stafsus Menteri Agama, Kakanwil Kemenag Jabar, Direktur Agama Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Bappenas serta Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dab Kebudayaan Kementerian Keuangan.

Pelatihan Penguatan Modersi Beragama di Surabaya

Dalam waktu bersamaan, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Balai Diklat Keagamaan Surabaya bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya melaksanakan Pelatihan Moderasi Beragama di wilayah Kerja Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 6 hari mulai Senin, 7 Juni dan berakhir Sabtu, 12 Juni 2021 ini diikuti oleh Penyuluh Agama Islam Non PNS (PNPNS) Kota Surabaya sebanyak 30 Orang.

Menurut Kasi diklat administrasi BDK, Danang Eka Sandi selaku panitia penyelenggara menyatakan tujuan diselenggarakan kegiatan agar peserta mampu memahami serta melaksanakan konsep moderasi beragama.

“Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu untuk memahami serta melaksanakan konsep moderasi beragama, yaitu mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang dan terhindar dari segala perilaku pengamalan agama secara extrem atau berlebihan, mengimplementasikannya dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing – masing dalam melayani masyarakat” katanya, dikutip dari kemenagsurabaya.online (9/6).

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Husnul Maram dalam sambutannya ketika membuka pelatihan memberikan pesan kepada peserta kegiatan untuk menyampaikan hasil diklat kepada orang lain.

“Peserta pelatihan ini adalah orang – orang pilihan, maka setelah mengikuti kegiatan ini bukan hanya untuk dipahami dan diamalkan oleh diri sendiri tetapi mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada Penyuluh agama Islam Non PNS kota Surabaya lainnya yang tidak menjadi peserta dan orang lain. Apa itu moderasi, Apa itu Intoleransi, apa itu radikalisme dll yang nanti akan disampaikan selama pelatihan,” ujarnya.

Maram juga menambahkan terntang Moderasi Beragama, Yaitu sikap pertengahan dalam beragama yang tidak condong ke kanan (ekstrem kanan) dan ke kiri (ekstrem kiri)

“Moderasi beragama diantaranya adalah dengan Bersikap kompromistik dalam relasi agama dan negara dan tidak membenturkan antar keduanya, Bersikap pertengahan yang tidak pro liberal yang membolehkan segala hal dan pro konservatif yang menolak pembaharuan, Menggunakan pendekatan bilhikmah wal mau’idzatil hasanah dalam menyampaikan kebaikan dan menolak kemunkaran, Bersikap tasamuh (toleran) kepada orang lain, dan Memahami agama secara tekstual dan kontekstual,” pungkasnya. [kemenag.go.id/kemenagsurabaya.online]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed