by

Sejarah Teknologi Persenjataan dan Cara Mencegah Berkembangnya Ideologi Transnasional

-Kabar Utama-106 views

Oleh: Virgita Fidya Salindri

Perkembangan teknologi persenjataan mengalami peningkatan yang signifikan selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Pada masa Perang Dunia I pada 1914-1918, perkembangan persenjataan dikuasai oleh negara-negara industri seperti, Jerman, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis. Di tahun 1912, bom granat sederhana pertama kali diperkenalkan.

Granat kemudian mengalami perkembangan menjadi rudal. Rudal ini sebagai wahana pelontaran hulu ledak bias nuklir atau senjata pemusnah massal. Beberapa jenis teknologi persenjataan yang diperkenalkan masa Perang Dunia I adalah tank, kapal selam, kapal perusak, pesawat pengebom, dan bom atom.

Pada Perang Dunia II, Julius Robert Oppenheimer merupakan seorang fisikawan Amerika pertama kali menemukan dan memproduksi bom atom. Bom atom yang diproduksi ini digunakan untuk menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II. Sebelumnya, bom buatan Julius Robert Oppenheimer sudah melakukan uji coba di New Mexico pada Juli 1945. Selain bom atom, teknologi persenjataan pada pada masa Perang Dunia II juga membuat terobosan Pesawat Tempur, Radar, Hedgehog, Fritz X, dan peluru dengan pemicu jarak (Proximity Fuze).

Teknologi Persenjataan pada Masa Perang Dingin

Amerika Serikat dan Uni Soviet memimpin teknologi persenjataan pada masa Perang Dingin. Tujuan kedua negara tersebut terus mengambangkan teknologi persenjataan ialah untuk memperebutkan pengaruh negara-negara lainny. Adapun teknologi persenjataan yang dikembangkan salah satunya senjata nuklir.

Senjata nuklir dimiliki oleh beberapa negara di dunia, tidak terkecuali Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia). Saat ini terdapat 27.600 senjata nuklir di dunia. Selama Amerika Serikat dan Uni Soviet berlomba-lomba mengembangkan persenjataan nuklir, kedua negara tersebut juga membangun pusat-pusat tombol peluncuran senjata nuklir di berbagai negara yang berada di bawah pengaruhnya.

Baca Juga: Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Upaya Membangun Integrasi Bangsa

Uni Soviet melakukan uji coba peledakan nuklir pertama di tahun 1949. Tiga tahun berselang Amerika Serikat berhasil menguji penelitiannya tentang bom hidrogen. Sembilan bulan setelah pengujian bom hidrogen Amerika Serikat, Uni Soviet mampu membuat bom hidrogen sendiri. Selain senjata nuklir dan bom hidrogen Amerika Serikat dan Uni Soviet juga mengambangkan senjata lain, seperti senjata pemusnah massal, Peluru DU (Depleted Uranium), senjata kimia, dan senjata biologi.

Teknologi Persenjataan pada Masa Revolusi Industri

Persaingan negara-negara dalam mengembangkan teknologi selalu menjadi sorotan di mata dunia. Terlebih Amerika Serikat, Rusia, dan Cina dalam sistem pengembangan teknologi persenjataannya. Karena ketiga negara tersebut kemudian muncullah generasi baru yang banyak memanfaatkan teknologi revolusi industri keempat atau 4.0. Amerika Serikat kemudian beralih dari berbagai revolusi industri, akuisisi senjata masa depan, aset intelijen, teknologi canggih, dan penggunaan perang informasi.

Hal ini berguna sebagai sistem pendukung desain perang. Kemampuan anti/akses dan penolakan wilayah saat ini berfungsi sebagai pertahanan berlapis dalam perang.  Inovasi militer Amerika Serikat dalam revolusi industri keempat berkembang di dalam lima bidang, sistem pembelajaran otonom, pengambilan keputusan kolaborasi mesin-manusia, operasi sistem tanpa awak, dan senjata otonom yang memungkinkan jaringan dan kecepatan tinggi proyektil.

Ideologi Transnasional

Ideologi transnasional merupakan ideologi yang menyebar dan dianut oleh banyak negara akibat perbatasan ekonomi dan sosial antarnegara semakin pudar. Ideologi transnasional merujuk kepada pergerakan ideologi global yang melintasi batas-batas antar negara dan bangsa.Sekat geografis yang semakin pudar ini disebabkan dengan era globalisasi dan era revolusi industri 4.0 saat ini. Ideologi transnasional telah dan akan mendonamisasi peradaban global, antara lain Islam, kapitalisme, sosialisme, dan lainnya.

Belakangan kebanyakan ideologi transnasional difokuskan pada gerakan politik agama. Di Indonesia sendiri, ideologi ini diterapkan dengan tiga cara. Pertama dengan jaringan teroris, kedua gerakan tanpa kekerasan, yang memiliki basis massa cukup besar dan sebagian ada di parlemen dan  ketiga, adalah gerakan nirkekerasan konservatif sosial, yang mempromosikan kembali nilai-nilai konservatif ke dalam masyarakat.

Teknologi Persenjataan dan Ideologi Transnasional

Globalisasi di dunia telah masuk ke dalam revolusi industri 4.0. Banyak  dampak yang ditimbulkan dari revolusi industri ini, salah satu dampak yang terlihat jelas ialah dampak pada teknologi persenjataan dan ideologi transnasional. Kedua dampak ini adalah yang paling berpengaruh dalam globalisasi. Teknologi persenjataan yang semakin berkembang pesat ikut andil dalam gerakan ideologi transnasional.

Dalam beberapa kasus di dunia, seperti organisasi ISIS, mereka didorong oleh adanya monarki di Timur Tengah. Dampak yang ditimbulkan ISIS bukanlah hanya di Timur Tengah melainkan seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Organisasi ISIS juga dilengkapi dengan persenjataan militer yang lengkap. Mulai dari tank, peluncur rudal, bazooka, granat, dan sebagainya. Organisasi ini pernah melakukan pengeboman dan juga bom bunuh diri di beberapa tempat di dunia. Akibatnya, tempat-tempat tersebut mengalami kerugian besar dan banyak korban jiwa berjatuhan.

Ideologi transnasional yang terjadi sering kali tidak sejalan dengan norma-norma yang telah ditetapkan. Hal itu bisa terjadi karena ideologi asing cenderung radikal. Di Indonesia sendiri, ideologi transnasional tidak sejalan dengan penerapan Pancasila, UUD 1945, bahkan Bhineka Tunggal Ika. Cara yang dapat dilakukan untuk menahan terjadinya ideologi transnasional adalah dengan kajian logis dan faktual Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia. Kearifan lokal juga dinilai efektif dalam menangkal paham radikal. Selain itu, harus ada koordinasi yang baik antara lembaga yang satu dengan lembaga lainnya. Hal ini berguna untuk menyebarkan tentang kajian Pancasila tersebut.

Perkembangan di era globalisasi dan revolusi industri membawa dampak ke seluruh dunia. Teknologi yang kian semakin pesat membawa banyak dampak ke kehidupan masyarakat. Kebanyakan dampak yang sering terlihat adalah dampak negatif. Mulai dari pengeboman, terorisme, hingga krisis politik di berbagai belahan dunia. Teknologi yang paling dipengaruhi ialah teknologi persenjataan. Beberapa negara maju di dunia saat ini terus memproduksi senjata baru agar dapat bersaing dengan negara lain.

Banyaknya jenis senjata saat ini seringkali disalahgunakan oleh beberapa organisasi teroris. Organisasi tersebut melakukan pengeboman yang menyebabkan banyak korban jiwa. Hal yang dapat dilakukan saat ini adalah menunjukkan ideologi dari setiap negara di dunia. Keberagaman dan mempererat persatuan antarwarga negara. Dengan begitu, dampak-dampak negatif yang terjadi dapat terminimalisir.

Diolah dari berbagai sumber

Virgita Fidya Salindri, Siswi SMAN 1 Pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed