Sejarah Perang dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Oleh: Muhammad Farrel Arganta Noeriman

Sejarah peradaban manusia tidak akan pernah dapat terlepas dari konflik dan pertentangan. Konflik dan pertentangan dalam sejarah peradaban manusia seringkali berujung dengan peperangan antarsatu kelompok dengan kelompok lain.

Munculnya peperangan dalam sejarah manusia berdampak pada berkembangnya teknologi persenjataan. Dalam jurnal Perkembangan Teknologi Persenjataan dan Prinsip Proporsionalitas (2017) karya Elies Septiana Nurbani, dinamika perkembangan teknologi persenjataan beriringan dengan perkembangan peradaban manusia. Prinsip dasar perkembangan senjata adalah manusia selalu menggunakan senjata dalam perang sesuai dengan jamannya.

Perkembangan Teknologi Persenjataan pada Masa Perang Dingin

Bom melukai dan menewaskan orang serta merusakkan gedung dan bangunan lain, kapal, pesawat terbang, ataupun sasaran lain. Salah satu senjata yang paling menakutkan dan dapat membantu mengakhiri Perang Dunia II adalah bom atom.

Senjata yang disebut bom atom itu dibuat pertama kali oleh Amerika Serikat pada tanggal 16 Juli 1945 di Alamo Gardo, New Mexico. Bom atom itu kemudian dipakai untuk menghancurkan kota Hiroshima pada tanggal 8 Agustus 1945 dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.

Akibat pemboman itu Jepang menyerah dan berakhirlah Perang Dunia II. Bom dalam bentuk apa pun apabila meledak akan menimbulkan kerugian pada manusia dan alam sekitarnya. Tenaga atom yang ditimbulkan akan menimbulkan radiasi yang apabila diterima dalam jumlah besar akan sangat fatal akibatnya.

Baca Juga: Solusi Mencegah Cyber Bullying Media Sosial

Debu radioaktif dan endapan dari awan yang tertiup angin dan bertebaran di daratan dapat mengakibatkan kerusakan pada tanaman serta membinasakan hewan dan manusia. Pada jangka panjang ledakan bom atom akan mengakibatkan kematian serta kanker pada manusia, sedangkan kerusakan genetis akan terlihat pada generasi-generasi berikutnya.

Selama berlangsungnya perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet, keduanya membangun pusat-pusat tombol peluncuran senjata nuklir di berbagai negara yang berada di bawah pengaruhnya. Pada 1949 Uni soviet mengadakan uji coba peledakan bom atomnya yang pertama.

Tiga tahun berikutnya Amerika serikat berhasil menguji penelitiannya tentang bom hidrogen. Namun sembilan bulan kemudian Uni Soviet sudah mampu membuat bom hidrogen sendiri.Keberhasilan Amerika Serikat dalam menciptakan bom atom, ternyata dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat diikuti oleh pesaingnya Uni Soviet.

Selain bom atom dan bom hidrogen yang digunakan Amerika serikat dan Uni Soviet dalam Perang Dingin, masih banyak lagi perkembangan iptek di bidang persenjataan yang kerap digunakan berbagai negara di dunia dalam perang, antara lain:

  1. Senjata Pemusnah Massa

Adalah senjata yang dirancang untuk membunuh manusia dalam skala besar, biasanya menarget masyarakat awam dan personel militer.

  1. Senjata Nuklir

Adalah senjata yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat – sebuah bom nuklir mampu memusnahkan sebuah kota.

  1. Senjata Biologi

Adalah senjata yang menggunakan patogen (bakteri, virus, atau organisme penghasil penyakit lainnya) sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh .

  1.  Senjata Kimia

Adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Penggunaan senjata kimia berbeda dengan senjata konvensional dan senjata nuklir karena efek merusak senjata kimia terutama bukan disebabkan daya ledaknya

  1.  Peluru DU (Depleted Uranium)

Peluru depleted uranium adalah jenis peluru yang dikembangkan dari limbah Uranium hasil pwlucutan bom nuklir .secara harafiah depleted uranium berarti uranium yang dilemahkan radiasinya. Peluru ini sangat handal dan menjadi standar senjata meriam gatling GAU-8 Avenger yang dibawa pesawat A-10 serta canon bushmaster pada APC Bradley .

Perbedaan kekuatan militer, dalam hal tertentu, menentukan bagaimana negara bersikap satu sama lain. Perbedaan dalam cara bersikap ini juga ditunjukkan ketika menghadapi konflik/konfrontasi dengan negara lain. Negara-negara dengan kekuatan militer yang kuat biasanya lebih agresif ketika konfrontasi dengan negara lain yang secara kapasitas militer di bawahnya. Sedangkan negara yang militernya lebih lemah, biasanya lebih memilih upaya diplomatis dalam peyelesaian sengketa.

Contoh, konflik antara Korea Utara dan Selatan. Korea Utara meledakkan kantor yang menjadi penghubung dengan Korea Selatan. Hal ini diambil setelah Korea Utara kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Korea Selatan terkait sanksi yang diberikan oleh US terhadap Korea Utara. Selain itu Korea Utara juga marah terhadap Korea Selatan yang membiarkan propaganda memasuki wilayahnya menggunakan balon ataupun drone (Bicker, 2020).

Korea Utara memiliki reputasi yang bagus sebagai negara yang agresif dan susah diatur. Meski demikian, kepemilikan senjata nuklir agaknya memberikan kepercayaan yang signifikan kepada Korea Utara terkait kapasitas militernya jika dibandingkan dengan Korea Selatan.

Korea Selatan masih harus bergantung kepada US untuk perlindungan yang lebih besar dari ancaman senjata militer Korea Utara. Meski pada dasarnya secara hitung-hitungan kekuatan Korea Selatan relatif di atas Korea Utara (Globalfirepower, 2020), dalam hal ini Korea Selatan harus lebih mampu menahan diri dari agresifitas (Berlinger, 2020) Korea Utara dengan bayang-bayang senjata nuklirnya.

Perkembangan senjata memberikan dampak yang luar biasa dalam aspek sosial, politik dan ekonomi masyarakat internasional. Pada umumnya, perkembangan senjata Perang Dunia dan  Perang Dingin menimbulkan kekhawatiran masyarakat internasional tentang meletusnya sebuah perang yang menggunakan senjata pemusnah massal.

Berikut dampak perkembangan senjata dari segi positif dan negatifnya:

  1. Positif

Dampak positif dari perkembangan senjata, baik Perang Dunia maupun Perang Dingin, yakni kekuatan militer suatu negara dan meningkatkan keamanan dalam negeri

  1. Negatif

Dampak negatif perkembangan senjata, yaitu menyebabkan rusaknya ekosistem, munculnya pencemaran lingkungan dan meningkatnya kriminalitas dengan menggunakan senjata modern.

Solusinya yaitu mengilegalkan sebuah negara untuk menggunakan senjata pemusnah seperti bom atom demi menjaga sebuah kehidupan yang dimana nantinya akan diperlukan untuk perkembangan yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *