by

Satgas Sinodal GPIB Layani Vaksinasi Ratusan Santri Ponpes di Bogor

Kabar Damai | Senin, 20 September 2021

Bogor | kabardamai.id | Layanan pemberian vaksinasi kepada masyarakat tak hanya dilakukan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah tapi juga swasta. Salah satunya dilakukan Satgas Sinodal Gereja Protestan di Indonesia Barat (GPIB) bagi ratusan santri pondok pesantren di kota Bogor, Jawa Barat.

“Ketika kami datang, kami senang sekali dapat melayani dua pesantren di Bogor. Meski hampir semua penghuni tidak ada NIK dan nomer HP yang digunakan hanya satu, yaitu nomer HP pemimpin pondok pesantren. Namun demikian semua berjalan lancar,” ujar Pdt. Marthen Leiwakabessy, Ketua I MS Sinode GPIB membuka ceritanya, pada Jumat, 17 September 2021, dikutip dari pgi.or.id (18/9).

Melansir laman PGI, ada sekira 198 santripondok pesantren di wilayah Kota Bogor yang dilayani oleh tim vaksinasi Satgas Sinodal GPIB sejak pagi hingga sore hari.

“Awalnya salah seorang dari kami berdiskusi dengan pengurus pondok pesantren, apakah bisa melayani vaksinasi karena ada pesantren yang sudah melakukan vaksin tahap pertama namun belum vaksin ke dua. Atas dasar percakapan itu maka kami melakukan persiapan dan akhirnya bisa membantu melakukan vaksinasi. Puji Tuhan semua berjalan lancar. Jadi meski mereka kebanyak tidak ada NIK nya, setelah vaksin kami mencari datanya hingga sore sehingga semua terdata sesuai NIK masing-masing,” terang Pdt. Marthen.

Ia juga bercerita bahwa pemimpin pondok pesantren juga amat berterima kasih atas bantuan tim satgas GPIB yang dapat membantu melaksanakan vaksinasi di pondok pesantren mereka.

“Bahkan mereka meminta kalau boleh dilaksankan lagi buat 1000 orang. Ya kami coba melakukan persiapan dulu dan ketersediaan vaksinnya,” terangnya.

Kegiatan vaksinasi Satgas Sinodal GPIB tak hanya dilakukan di Jakarta namun juga dilakukan di sejumlah tempat dan wilayah, seperti di Kalimantan Barat, Sumatera Utara dan sejumlah tempat lainnya. Kegiatan ini sekaligus mendukung dan membantu pemerintah untuk percepatan vaksinasi bagi warga Indonesia untuk menangani pandemi Covid 19.

Hingga Sabtu, 18 September 2021 sebanyak 1.719.226 dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan ke masyarakat. Dari jumlah tersebut, ada 1,1 juta orang yang menerima suntikan pertama. Dengan tambahan ini maka sudah 78.540.519 orang yang menerima dosis pertama COVID-19 di Indonesia.

Lalu, ada 591.855 orang menerima suntikan dosis kedua COVID-19. Dari tambahan ini maka sudah ada 44 juta orang di Indonesia yang mendapatkan dosis lengkap COVID-19.

Sementara itu, sudah ada 4.340 orang tenaga kesehatan Indonesia mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster. Akumulasi yang sudah menerima dosis ketiga ada 838.878.

 

Kesembuhan COVID-19 Terus Bertambah

Mengutip covid19.go.id (18/9), perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 18 September 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 7.076 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 3,9 juta orang sembuh atau tepatnya 3.983.140 orang (95,1%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 3.876 kasus dan totalnya menurun menjadi 65.066 kasus (1,6%). Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 3.385 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.188.529 kasus.

Baca Juga: Ramai-ramai Rumah Ibadah Buka Vaksinasi Lintas Agama

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 185 kasus dan kumulatifnya mencapai 140.323 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 276.094 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 364.144 kasus.

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 terus bertambah dan hari ini sebanyak 1.123.031 orang dengan totalnya melebihi 78 juta orang atau 78.540.519 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi ke-2 juga meningkat melebihi 44 juta orang atau angka tepatnya 44.716.570 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 591.855 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah sebanyak 4.340 orang dan kumulatifnya sebanyak 838.878 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Tengah menambahkan 1.306 orang dan kumulatifnya 442.685 orang, diikuti Papua menambahkan 582 orang dan kumulatifnya 31.139 orang, Jawa Timur menambahkan 558 orang dan kumulatifnya 360.012 orang, Jawa Barat menambahkan 430 orang dan kumulatifnya 680.649 orang serta Aceh menambahkan 377 orang dan kumulatifnya 30.001 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Timur menambahkan 314 kasus dan kumulatifnya 392.973 kasus, diikuti Jawa Tengah menambahkan 298 kasus dan kumulatifnya 479.083 kasus, Jawa Barat menambahkan 238 kasus dan kumulatifnya 700.481 kasus, Sumatera Utara menambahkan 232 kasus dan kumulatifnya 103.136 kasus serta DKI Jakarta menambahkan 200 kasus dan kumulatifnya 856.006 kasus.

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 37 kasus dan kumulatifnya 29.708 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 19 kasus dan kumulatifnya tertinggi mencapai 29.219 kasus, Aceh menambahkan 16 kasus dan kumulatifnya 1.780 kasus, Sumatera Utara menambahkan 14 kasus dan kumulatifnya 2.743 kasus serta Bali menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya 3.826 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 36.200.788 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.774.527 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 26.729.225 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 2,16% dan positivity rate spesimen mingguan (12 – 18 September 2021) di angka 2,65%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 72 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per 18 September 2021 ada 201.138 orang dan kumulatifnya 24.087.841 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 19.899.312 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 197.753 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 1,68% dan positivity rate orang mingguan (12 – 18 September 2021) di angka 2,19%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. [pgi/covid19]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed