Sambut Ramadhan Melalui Tradisi Ziarah Kubur

Kabar Budaya127 Views

Kabar Damai | Jumat, 01 April 2022

Pontianak I Kabardamai.id I Umat muslim sedang bersukacita menyambut datangnya bulan penuh kemuliaan yaitu Ramadhan. Bulan yang senantiasa ditunggu karena penuh dengan kemuliaan dan anjuran untuk melakukan berbagai hal baik karena akan diganti dengan pahala yang berlipat ganda.

Ramadhan bukan hanya sekedar tentang menahan lapar dan juga haus semata. Pada bulan ini, berbagai hal baik akan dihitung ibadah sehingga semua orang dituntut untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena banyaknya keutamaan ramadhan sehingga semarak menyambutnya juga turut dilakukan dimana-mana.

Banyak cara dapat dilakukan dalam rangka menyambut datangnya ramadhan, satu diantaranya seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Pontianak yang berbondong-bondong melaksanakan ziarah kubur. Tradisi ziarah kubur menjadi praktik rutin yang selalu dilakukan menjelang ramadhan dengan datang ke kuburan keluarga atau kerabat guna mengirimkan doa kepada leluhur atau sanak keluarga yang telah mendahului.

Melakukan ziarah kubur juga terdapat dalam hadist Rasul. Beliau bersabda bahwa “Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang)  berziarahlah karena akan mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian,” (HR. Muslim)

Baca Juga: Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M

Didalam Islam, melakukan ziarah kubur adalah amalan yang sunnah. Hal ini diriwayatkan pula oleh Imam  Muslim dari Abu Hurairah yang merupakan sebuah pengingat secara tidak langsung yangmana akan mengingatkan seseorang pada datangnya kematian yang dapat terjadi kapan dan dimana saja.

Happy, salah satu masyarakat Pontianak mengungkapkan bahwa setiap tahunnya, ia bersama keluarga rutin melaksanakan tradisi ziarah kubur ini. Dengan berkunjung ke kubur keluarga menjadi sarana melepas rindu sekaligus mengirim doa.

“Setiap tahun selalu melaksanakan tradisi ini. Sebenarnya dasarnya juga bukan hanya sekedar tradisi saja namun sebagai sarana melepas rindu kepada keluarga atau leluhur kita yang sudah mendahului,” ungkapnya.

Menurutnya pula, melaksanakan tradisi ini juga menjadi kebiasaan banyak masyarakat di Pontianak lainnya.

“Datang kesini (makam-red) tidak sendiri, memang selalu bersama dengan keluarga besar. Mayoritas masyarakat di Pontianak lainnya juga biasanya melaksanakan tradisi ini setiap menyambut puasa,” tambahnya.

Lebih jauh, menurut Happy. Ziarah kubur juga merupakan ajang untuk bersilaturahmi. Hal ini karena melalui adanya tradisi ini, semua anggota keluarga dengan latar belakang kesibukan masing-masing akan berkumpul dan menyempatkan waktu untuk bersama-sama mengunjungi kubur secara bersama-sama.

“Alhamdulillah sejauh niat dan dampaknya baik, apalagi tradisi ini juga jadi ajang bertemu keluarga juga. Saling silaturahmi juga dan berdoa bersama sehingga setiap tahunnya selalu kami laksanakan,”.

“Tradisi ini juga sekaligus pengingat kalau tidak akan ada yang abadi, nantinya kita juga akan berpulang sehingga dengan tradisi ini kita selalu ingat untuk terus berbuat  baik dan meningkatkan ibadah setiap waktu,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *