by

Rustandi: Ahmadiyah Bukan Antek Inggris!

Kabar Damai I Sabtu, 25 Desember 2021

Pontianak I Kabardamai.id I Diskriminasi dan intoleransi terhadap Ahmadiyah merupakan bentuk keji yang harus dihentikan. Pada dasarnya, semua perilaku tersebut terjadi karena kelompok-kelompok pelaku tidak benar-benar mengenal dan mengetahui Ahmadiyah. Pertemuan dan diskusi menjadi jalan yang sebaiknya dilakukan sebelum mengecap dan memutuskan benar salahnya seseorang atau golongan yang berbeda.

Salah satu alasan kelompok intoleran yang melakukan tindakan intoleransi kepada para JAI ialah melalui anggapan bahwa Ahmadiyah adalah antek Inggris. Ditemui di Masjid Ahmadiyah di Pontianak, Rustandi, Mubaligh Ahmadiyah santai menjawab dan meluruskan anggapan yang salah tersebut.

“Bukan sekedar antek Inggris tapi juga kata mereka antek Yahudi dan sebagainya. Itu sudah menjadi tuduhan yang biasa. Mungkin ada latar belakang juga kenapa dibilang antek Inggris, karena saat ini Khalifah Ahmadiyah ada di Inggris,” ungkapnya.

Keberadan pusat Ahmadiyah yang mana kini berada di Inggris adalah argument yang selalu diutarakan oleh kelompok intoleran dalam menguatkan asumsinya. Padahal, menurut Rustandi Inggris adalah negara yang memberikan kebebasan dan toleran terhadap kepercayaan yang dianut seseorang.

“Jadi Ahmadiyah ini memiliki kepemimpinan sentral dan global dan saat ini beliau berada di Inggris. Bisa jadi karena mendapatkan tempat yang nyaman dan diberikan kebebasan untuk menjalankan kepercayaannya,” tambagnya.

Baca Juga: Ahmadiyah dan Komitmen Menyebarkan Islam Melalui Kedamaian

Terlebih Ahmadiyah sangat menaati aturan dimana negara yang mereka ikuti, seperti misal di Indonesia beridiologi pancasila maka akan diikuti dan sebagainya. Inggris menjadi negara yang sangat menghormati keberagaman, disana Ahmadiyah berkembang. Bahkan mengadakan kegiatan internasional juga disana sehingga bisa jadi dari sana disebut bahwa Ahmadiyah adalah antek Inggris.

Karena berpusat di Inggris pula membuat asumsi bahwa Ahmadiyah dibiayai Inggris dalam pengorganisasiaanya gencar diutarakan. Padahal menurut Rustandi, Ahmadiyah dimanapun berada membiayai keorganisasian melalui usaha-usahanya sendiri.

“Selanjutnya latar belakang disebut antek Inggris juga memang pada zaman Hadrad Mirza Ghulam Ahmad, beliau mendakwakan diri menjadi Imam Mahdi itu maka beliau adalah salah satu tokoh Islam yang menentang jihad dengan cara kekerasan,”.

“Alasan mereka ada pula yang mengatakan jika Ahmadiyah dibiayai Inggris. Faktanya orang-orang Ahmadiyah selama ini membiayai sendiri melalui infak dan sebagainya,” terangnya.

Berkunjung Untuk Mengenal

Kunjungan Pemuda Lintas Agama ke Ahmadiyah Pontianak – Foto Oleh: Rio Pratama

Selama ini, Ahmadiyah kerap mendapatkan perilaku tidak mengenakkan. Banyak kerusakan yang terjadi bahkan ada pula yang sampai kehilangan nyawa. Ahmadiyah senantiasa ikhlas dan tidak membalas perilaku keji yang terjadi namun juga tidak membiarkan perilaku melanggar hukum dilanggengkan.

“Kita melakukan beberapa langkah, jika berkaitan dengan masalah pelanggaran hukum tentu kita serahkan kepada penegak hukum untuk menyelesaikannya. Jika mereka yang berbuat salah maka selesaikanlah,” ujar Rustandi.

Doa dan harapan senantiasa diberikan oleh Ahmadiyah kepada siapa saja termasuk kelompok intoleran walaupun telah melakukan aksi intoleransi kepada mereka.

“Tapi prinsipnya Ahmadiyah melihat yang sudah terjadi kita tetap tidak akan membalas dan kita prinsipnya mendoakan mereka. Mudah-mudahan mereka mendapatkan pemahaman yang baik terhadap Ahmadiyah karena saya memahami bahwa banyak orang yang belum tahu tentang Ahmadiyah,” tambahnya.

Lebih jauh, Rustandi juga mengungkakan harapannya. Ia berharap bagi mereka yang belum faham dengan Ahmadiyah untuk datang ke Ahmadiyah.

“Ulama-ulama yang mereka punya banyak umat untuk coba berkunjung ke Ahmadiyah karena sejauh ini misal MUI baik yang ada dipusat sampai yang ada di Pontianak belum pernah mereka berkunjung. Jika benar mereka bertujuan ingin membina Ahmadiyah coba datanglah diskusi untuk melihat dimana letak perbedaannya,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed