by

Romo Johannes Ajak Peserta SKPLA Bangga dan Meneguhkan Tanah Air Indonesia

Kabar Damai | Rabu, 29 Juni 2022

Jakarta | kabardamai.id |Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) didukung oleh Kementerian Dalam Negeri dan Ford Foundation menghelat Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas-Agama yang didedikasikan sebagai wadah pembelajaran bagi mereka yang ingin tampil sebagai pemimpin bagi komunitas masing-masing, bagi bangsa dan Negara di masa mendatang.

Dalam acara pembukaan Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama Angkatan 3,   Romo Johannes Hariyanto, selaku Sekertaris Umum ICRP, turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut dan memberikan sambutannya.

Romo Hari mengawali sambutannya dengan salam kebangsaan, merdeka, dengan alasan karena beliau tidak mau menggunakan salam dari salah satu agama sebab beliau ingin menjunjung nilai keadilan dengan satu hal yang mengikat bersama bahwa kita adalah bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya Romo Hari mengemukakan bahwa beliau akhir-akhir ini sedang mencermati masalah klaim Bahasa Melayu sebagai bahasa ASEAN kedua yang disusulkan oleh perdana Menteri Malaysia. Hal yang menjadi perhatian beliau adalah kegagalan Malaysia membangun negara bangsa sampai sekarang karena Malaysia tercerai berai dalam kelompok bangsa Melayu, Cina, India dan terus mendebatkan bahasa kebangsaan yang harus mereka pakai.

Sedangkan Indonesia telah menyelesaikan permasalahan bahasa nasional melalui sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Oleh karena itu, Romo Hari mengatakan bahwa sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita harus bangga dan meneguhkan tanah air Indonesia dan bahasa persatuan kita bahasa Indonesia.

“Karena walaupun sudah solid meneguhkan dan mengikat diri mau mewujudkan satu bangsa, tanah air dan bahasa, ancaman dari keutuhan justru ada dari agama dan akhir-akhir ini menjadi sangat kuat”, tutur Romo Hari mengenai pentingnya sekolah kepemimpinan lintas beragama perlu diadakan, Senin (21/06/22).

Agama dengan sangat udah menjadi alat pemecah, pembeda dan berpotensi untuk itu. Hal yang dahulu dianggap sebagai suatu yang membantu dan membangun persaudaraan, justru pada era sekarang menjadi alat yang sangat mudah menjadi garis pemisah.

Berkaca dari kejadian pemilihan Gubernur DKI lalu, kita menemui isu agama menjadi politik identitas yang sangat mengerikan. Oleh sebab itu, kita tidak mau menafikkan bahwa agama mempunyai potensi untuk memecah dan memisahkan kita.

Baca Juga: Pembukaan Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (SKPLA) Angkatan 1

Terkadang tanpa kita sadari, pemisah bisa dilakuakan oleh penyelenggara negara dengan mengekslusifkan satu kelompok dari kelompok yang lain. “Diskriminasi-diskriminasi yg terjadi di berbagai tempat, pemaksaan bentuk-bentuk dan sebagainya, inilah yg ditentang ICRP.”

Kita ingin menjaga marwah bangsa ini yg diteguhkan dan dilahirkan pertama kali pada sumpah pemuda yg ditegaskan dalam proklamasi”, tangkas Romo Hari.

Beliau sangat bangga kepada peserta sekolah kepemimpinan lintas agama angakatan ketiga ini karena beliau menilai bahwa mereka adalah orang muda yang mau terlibat dalam hal positif, menghargai kekayaan bangsa dan meilhat jauh ke depan.

“Karena kekuatan kita adalah apabila kita berani bersatu dengan menghargai kekayaan kita, perbedaan-perbedaan, Bhineka Tunggal Ika menjadi nyata, tidak hanya menjadi slogan formalistik”, tambahnya. Romo Hari menaruh harapan kepada anak-anak muda karena masa depan bangsa ini ditentukan oleh tangan-tangan anak muda.

Romo Hari berharap, sekolah kepemimpinan lintas agama Angkatan ketiga ini menjadi proses awal Indonesia menjadi bangsa yang kuat karena kita datang dari berbagai macam perbedaan-perbedaan yang akan menyumbangkan sesuatu pada bangsa ini dan dengan sadar berbicara mengenai toleransi sebab titik itu akan menjadi kekuatan namun juga dapat menjadi bahasa yang bisa meruntuhkan.

Menutup sambutannya, Romo Hari mengucapkan selamat berproses kepada seluruh peserta. “Semoga semua bisa menyelesaikan dengan baik dan mendapatkan sesuatu yg sungguh menghasilkan buah di kemudian hari”, tutupnya.

30 Peserta Lolos Seleksi

Jumlah peserta yang berhasil lolos dan berhak mengikuti Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama berjumlah 30 peserta  dari 46 orang yang mendaftar. Pendaftaran dilaksanakan dari tanggal 25 Mei – 20 Juni 2022. Kemudian proses seleksi  dimulai dari tanggal 21 sampai dengan 23 Juni, dan pengumuman kelulusan pada tanggal 24 Juni.

Nama nama peserta yang berhasil lolos adalah sebagai berikut:

 

Penulis: Timotius, Mahasiswa Prodi Filsafat Keilahian UKDW

Editor: Ai SIti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed