Ridlwan Habib: JAD Bangun Basis di Papua Sejak 2019

Kabar Utama69 Views

Kabar Damai  | Selasa, 01 Juni 2021

Jakarta | kabardamai.id | Pengamat terorisme, Ridlwan Habib menyebut jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah sudah membangun basis di Papua sejak tahun 2019.

“Kelompok-kelompok teroris seperti JAD pro-ISIS tidak hanya di Jawa maupun di pulau Sumatera ataupun Kalimantan tapi mereka juga sudah membangun basis di Papua pada tahun 2019,” ujar Ridlwan Habib, Senin, 31 Mei 2021, seperti dikutip dari KompasTV.

Ia menyebut target JAD serupa dengan jaringannya di berbagai daerah yaitu menyasar tempat ibadah.

Selain itu, Ridlwan mengapresiasi Densus 88 Polda Papua dan jajaran polisi yang menangkap 10 anggota terduga teroris di Merauke di tengah polisi juga sedang berkonsentrasi untuk mengatasi KKB di Papua.

“Saya kira penangkapan ini patut kita apresiasi terutama saat Polda Papua berkonsentrasi Untuk menumpas gerombolan teroris KKB Papua jangan sampai ada dua kelompok teroris yang beroperasi secara bersamaan yang satu teroris berlatar belakang ideologis ISIS yang merencanakan serangan di gereja-gereja yang kedua adalah teroris berideologi separatis KKB yang memang menargetkan aparat keamanan langkah ini patut kita support dengan cara terus memberikan laporan Jika ada hal-hal yang mencurigakan terutama bagi masyarakat di Provinsi Papua,” paparnya.

Menurut Ridlwan para terduga teroris itu merupakan bagian pelarian dari JAD Makassar.

Hendak Menyerang Gereja dan Polisi

Melansir Medcom.id, sebanyak 10 orang jaringan kelompok teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD) ditangkap di Merauke, Papua, Jumat, 28 Mei 2021. Mereka hendak melakukan teror.

“Di gereja di Merauke, Polres Merauke, dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Merauke,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 31 Mei 2021.

Baca Juga: Menko Polhukam: 92% Warga Papua Pro NKRI, 82% Setuju Otsus

Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih memeriksa intensif 10 orang itu. Penyidikan bakal digelar beberapa kali untuk mendapat keterangan penting.

“Ada beberapa teknis oleh Densus biar yang bersangkutan memberi keterangan yang terus terang tentang yang mereka alami,” ujar jenderal bintang dua itu.

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyatakan 10 terduga teroris yang ditangkap di Merauke, Papua, terindikasi jaringan JAD. Mereka terkait kasus bom bunuh diri pada awal Januari 2021 di Makassar.

“Kesepuluh teroris itu ditangkap sejak Jumat, 28 Mei dan dijadwalkan Rabu, 2 Juni, diterbangkan ke Jayapura,” kata Fakhiri di Jayapura, Minggu, 30 Mei 2021.

Ia mengungkapkan kesepuluh orang itu sering ke Makassar dan terkait kasus bom bunuh diri. Mereka ditangkap karena terindikasi hendak melakukan bom bunuh diri di sejumlah gereja di sekitar Merauke.

Mereka yang ditangkap yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP, dan IK. Pasangan suami istri ikut ditangkap yakni AP dan IK.

Penulis: Ahmad Nurcholish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *