by

Review Buku Dear Tomorrow Maudy Ayunda: Tentang Diri Sendiri, Mimpi, Cinta dan Mindset

Oleh: Isa Oktaviani

Judul                : Dear Tomorrow

Penulis            : Maudy Ayunda

Penerbit          : Mizan Media Utama

Tahun Terbit  : 2018 (Edisi ke-10 Mei 2021)

Tebal               : 192 halaman

“I don’t believe that there is such a thing as a permanent failure, a permanent trait. “I am meant to be failure, so why try?” Is a misleading mindset. We CAN GROW, CHANGE, according to who we want to be and what we want to achieve”
—– DEAR TOMORROW BY MAUDY AYUNDA —–

Simple, estetik dan penuh makna. Itulah penggambaran singkatku setelah membaca buku Dear Tomorrow yang ditulis oleh Maudy Ayunda. Buku pertama yang pernah kubaca dari tulisan berdasarkan pengalaman tapi dikemas sangat singkat, banyak gambar, minim teks. Menurutku, inilah yang menjadi daya tarik tersendiri hingga menembus 10 kali cetakan dari 2018 sampai 2021. Meski minim teks, setiap kata hingga kalimat yang digoreskan seolah membius dan mampu membuat kita berpikir, ah benar juga yaa, memang harusnya kita seperti itu. Maudy membagi ceritanya menjadi 4 bagian yang disajikan menggunakan bahasa inggris yang cukup mudah dipahami, terutama orang seperti aku yang belum mahir bahasa Inggrisnya, masih tahap belajar terus dan terus (tapi memang beberapa kosa kata aku ngga ngerti sih).

  • being yourself
  • dreams
  • love
  • mindsets
Keempat bagian ini benar – benar sarat akan makna. Buah pemikiran dan cerita hidup yang dituangkan memberi kesan kepada kita bahwa untuk menjadi seseorang itu ya harus melalui proses. Ada yang menarik di sini, aku pikir Maudy sengaja menempatkan being yourself di bagian pertama supaya kita menyadari dulu kehadiran diri kita dan siapa kita baru deh bisa lanjut ke next step. Dalam catatannya, Maudy memberikan kalimat yang sangat kuat dan di setiap bagian selalu diselipkan pertanyaan. Misalnya di bagian pembuka dia mengajak kita untuk bertanya pada diri sendiri ketika bangun tidur “who are you going to be today?”. Jadi, baru bangun tidur aja kita disuruh mikir. Nah loh.
Being yourself
Finding your self, jadi bagian pembuka di part being yourself. Selalu, dia menyelipkan kata – kata penguatan kepada kita, jadilah diri sendiri. Bagian kedua, take your time. Lagi – lagi, kita dibawa untuk menggunakan waktu menemukan apa yang kita mau dan itu bukan sesuatu yang mudah, nikmati proses.
Time does not wait…but it just not chase either
Filter expectations. Sebagai tokoh publik, pasti banyak kehidupan artis yang seolah diatur oleh fansnya. Maudy menyadari dirinya tidak bisa hidup seperti itu. Kita tidak bisa hidup dari ekspetasi orang lain, hidup kita ya kita yang jalanin, kitalah yang punya kuasa atasnya.
Remember that your journey is your own: do not allow yourself to be presured if the source of that pressure is somebody else other than yourself. Others are entitled to their lives and opinions, as you are to yours.

Maybe sometimes it is okay to be selfish. Pas di part ini, aku langsung nyeletuk, gila sih, jadi nggak apa – apa nih kita egois, langsung aku terdiam. Tapi ingat, kadang – kadang loh yaa, jangan keseringan. Ingat nih kata si Maudy “the more you take care of yourself, the more you can take care of others”.  Kata-kata ini mengingatkanku pada Matius 22 : 39 yang mengatakan bahwa kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Dear Tomorrow bagian pertama ini akan mengingatkan kita akan sesuatu yang bisa dibilang sulit dilakukan yaitu memaafkan diri sendiri. Maudy secara khusus menampilkan ini di 2 halaman khusus yang hanya ada teks ini saja di bagian tersebut, tanpa ada bayangan apapun, bahkan foto Maudy aja tidak ada yang memang banyak terpasang di beberapa halaman.

Nobody is perfect. We all have made mistakes at some point in the past but don’t let that haunt you. Please stop being too hard on yourself. You probably did all you could.

Habit for self-discovery

  • make time for yourself everyday
  • listen to slow jazz
  • practice mindfulness (meditate)
  • say “no” to something you truly do not want to do
  • read. enrich your mind
  • have good, deep conversations
  • daydream
Kalau tadi pertanyaan ketika bangun tidur, sekarang pertanyaan sebelum tidur. “Bisakah kamu mengingat siapa dirimu sebelum dunia mengatakan kamu akan menjadi siapa?”. Lagi – lagi, ini adalah selftalk yang bagus banget dilakukan di saat me time.
 
Dreams
Bagian kedua, kita akan dibawa pada perjalanan tentang DREAMS. Seperti biasa akan dibuka dengan pertanyaan ketika bangun tidur tapi sekarang pertanyaannya beda.
Overcome the fear of change. Kamu akan pilih mana bertahan di zona nyaman atau mau ambil risiko?
The only consistency you must maintain is in positive growth and improvement. Other than that, what is life without changes?
Do what makes you happy. Maudy ini memang positive vibes banget yaa, apapun yang dia lakukan, pasti kita suka, raut mukanyapun memancarkan aura positif, mungkin karena dia melakukan sesuatu yang membuat dirinya bahagia. Seperti yang ia ceritakan di bagian ini. Kita juga diajak untuk mendefinikan sukses menurut diri kita. Apa yang kamu pikirkan tentang sukses.
If you are confused about the type of work that gives you happiness, think about the kind of life that you want to lead-and let that vision lead the way.  Doing what you love is freedom, loving what you do is happiness.

Don’t try to do it all at once. Ada rekomendasi buku bagus tentang cara kita melihat priotas. Bahkan, buku ini yang mengubah pemikiran Maudy bahwa tidak semua hal itu sama pentingnya, buku itu berjudul ONE THING by Gary Keller. “Everyone has 24 hours in their lives. It is wht you di with those hours that make the difference.”

Don’t compare: Your journey is your own. Part ini sangat – sangat menampar kita yang biasa membandingkan diri dengan orang lain, si A usia segini kok udah punya ini itu, sedangkan aku kok gini – gini aja yaah. Huh, jangan membandingkan diri dengan orang lain, kita punya jalan masing – masing.

A place of struggle is also a place where you will grow, learn and improve. There is nothing desirable in feeling like the smartest person in the room, it may mean that you are not challenging yourself enough.

Face your failures and start again. Kita lihat kayaknya hidup Maudy lancar – lancar aja yaa, happy gitu ternyata pernah gagal juga dan tentu saja mesti harus bankit lagi. Gokil sih, buku ini full of motivation gitu, aku suka banget pokoknya. “Hey, at least you’ve tried. If failure comes your way, use that extra energy to fight back harder.”

On change. Sebagai manusia yang mencintai proses, kita juga harus berani berubah, mau beradaptasi dengan segala keadaan. On accepting setbacks. Kalau kita udah mencoba sekuat tenaga tetapi tetap tidak berhasil, berarti itu bukanlah jalan yang dipilih untuk kita. Acknowledge the presence of doubt and work around it. Kita bisa bermimpi meski kadang masih ada keraguan. Tapi, keraguan itu justru bisa membunuh mimpi kita, so jangan sampai keraguan membuat mimpi kita tidak akan pernah terjadi.

Habit of an active dreamer

  • start the day early
  • read the news: be in the know
  • make a to-do list
  • be proactive and take initiative
  • continue learning
  • take criticsm with grace
  • block out time for important tasks
  • be clear about your priorities
  • never afraid to ask for help
  • say yes to opportunities that scare you
  • write everything down
  • learn to minimize distractions

Love

Jatuh cinta, to forgive and stay or to forget and go. Aku tidak akan banyak membahas ini, intinya kita harus tau kapan hubungan itu menjadi toxic relationship dan kapan kita merasa harus mempertahankan dia yang bisa menjadi bagian hidupmu, ketika dia juga bisa menjadi support system mewujudkan mimpimu, tidak menjadi orang yang mengatur dan membatasi dirimu.

Habit of a lover-giver

 

  • accept the fact that not everyone is going to like you
  • say please and thank you
  • love without asking for anything in return
  • set a regular get together with your loved ones
  • be the first to forgive
  • give your loved ones a call to ask them how they’re doing
 
Mindsets
Bagian terakhir ini menjadi penutup yang luar biasa. Bagi kita yang mencintai proses, pasti merasakan wah, aku kok ngga kepikiran ya soal ini atau mikir, oh iya sih emang harusnya gitu tapi kok aku gak konsisten dengan itu.
 
Is it posible to know without a doubt, what is good and what is bad? Tau ngga sih ini pertanyaan yang subjectif banget, apa standar baik dan buruk? Evaluate and reflect. Masa lalu adalah pelajaran, gak harus kita melupakan, lihat dan evaluasi.
Restart tidak apa – apa banget loh kita kembali melihat masa lalu, justru di sana kita menemukan cerita hidup kita, kenapa kita tidak berhasil mencapai sesuatu atau kenapa kita bisa berhasil, apa yang sudah kita lakukan.
What you think = what you get
Aku sangat – sangat setuju dengan ini. Kalau kita pernah membaca tentang Law of attraction (LOA) atau NLP pasti kita percaya bahwa omongan adalah doa, apa yang kita pikirkan, ya itu yang akan terjadi, ketika kita sudah meyakini itu.
what you think, you become. What you feel, you attract. What you imagine, you create – Buddha

Small steps are better than none at all. Baca ini berasa tertampar bolak balik. Bagi yang suka menunda, I  feel you, beb. Sekarang, lanjut dan do not judge, don’t take it personally, let go of what you can’t change. Ingat yaa, jangan ambil keputusan saat kamu stress. Pasti jadi keputusan yang salah.

Do not make decisions when you are in a stressed state of mind

Part ini ditutup dengan pembahasan tentang perempuan. Seperti yang kita tahu, Maudy memiliki perspektif yang sangat bagus tentang perempuan dan tentu saja soal kesetaraan gender.

Oke, itu saja yang bisa aku bagikan, semoga bermanfaat. Btw aku selesai baca buku ini dalam waktu 90 menit, sambil menikmati udara pagi hari.

Kamu pasti juga butuh buku ini untuk selfimprovement. Cuss deh, beli dan bacaa. Selamat membaca ya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed