by

Rencana Iluni UI Bangun Sejumlah Rumah Ibadah Didukung Kemenag

Kabar Damai | Sabtu, 30 Oktober 2021

Jakarta | kabardamai.id | Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendukung rencana Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Indonesia (UI) untuk membangun fasilitas sejumlah rumah ibadah di lingkungan kampus tersebut.

Melansir laman Kemenag, dukungan ini disampaikan Menag Yaqut saat menerima audiensi Ketua Umum Iluni UI, Andre Rahadian bersama jajaran pengurus di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta.

Jajaran pengurus yang beraudiensi dengan Menag siang itu merupakan perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Mereka berasal dari alumni berbagai fakultas di UI.  Turut mendampingi Menag, Staf Khusus Menteri Agama RI Moh Nuruzzaman yang akrab disapa Gus Zaman.

“Kami akan dukung. Sebab umat beragama di kalangan kampus juga butuh rumah ibadah, seperti mahasiswa dan dosen,” kata Menag, Jumat, 29 Oktober 2021, dikutip dari kemenag.go.id (29/10).

“Apalagi Kemenag dengan UI sudah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (NKB) dalam penguatan Moderasi Beragam di lingkungan kampus. Dukungan ini nantinya akan saya sampaikan langsung ke Rektor UI. Kita akan bantu dan dorong terwujudnya program ini,” imbuh Menag.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Ketua Umum Iluni UI, Andre Rahadian menyatakan pihaknya sudah menyiapkan desain rumah ibadah sejumlah agama di UI dengan konsep ramah lingkungan.

Baca Juga:  BPET MUI: 45,5% Aksi Teror Dipengaruhi Ideologi Agama

Desain rumah ibadah yang kami siapkan mengusung konsep ramah lingkungan dan kearifan budaya lokal. Misalnya ada desain rumah ibadah dengan konsep rumah adat Batak Karo dan rumah adat Jawa.

Begitu pun dengan sumberdaya pendukungnya, sudah kami siapkan. Kunjungan audiensi ini selain silaturahmi dengan Pak Menteri, kami juga meminta dukungan agar dapat disampaikan kepada Rektor UI dan jajaran,” ujar Andre Rahadian.

“Kami berharap launching peletakan batu pertama pembangunan fasiltas rumah ibadah sejumlah agama di UI ini dapat dilakukan bersamaan dengan peringatan tahun toleransi pada 2022 mendatang,” tandas Andre.

Klenteng Da De Miao di Universitas Pancasila

Sebelumnya, Universitas Pancasila meresmikan Klenteng Kebajikan Agung (Da De Miao) yang berada di lingkungan kampus, Minggu, 3 Oktober 2021. Tempat ibadah Konghucu itu dibangun lewat kerja sama antara Yayasan Universitas Pancasila dan Majelis Tinggi Agama Konghucu.

Dilansir dari Tempo.co, Rektor Universitas Pancasila Edie Teot Hendratno mengatakan semua agama mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang baik. Dengan peresmian Klenteng Kebajikan Agung itu, kata Edie, Kampus Universitas Pancasila akan ditebari nilai-nilai baik dalam menjalankan kehidupan.

“Nilai-nilai itu adalah rasa tanggung jawab, hidup sederhana atau bersahaja, dapat dipercaya, adil, dan disiplin,” kata Edie di kampus Universitas Pancasila, Minggu 3 Oktober 2021, dikutip dari tempo.co (4/10).

Konghucu merupakan agama keenam yang diakui di NKRI berdasarkan Kepres No 6 Tahun 2000 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Peresmian Kelenteng Kebajikan Agung ini dipilih bertepatan dengan ulang tahun Konghucu ke-2572.

Hingga saat ini Universitas Pancasila sudah membangun enam tempat ibadah yaitu masjid, gereja Kristen Protestan, gereja Kristen Katolik, pura, dan vihara serta klenteng di lingkungan kampus. Letak semua tempat peribadatan itu saling berdampingan.

Menurut Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Xs. Budi S. Tanuwibowo, Klenteng Kebajikan Agung adalah klenteng pertama yang diresmikan di lingkungan kampus.

“Di Universitas Sebelas Maret telah lama terbangun klenteng, namun belum diresmikan,” kata Budi.

Budi berharap pembangunan tempat ibadah yang saling berdampingan ini dapat diikuti perguruan tinggi lain. Dia memperoleh informasi Universitas Indonesia juga berencana membangun klenteng. [kemenag/tempo]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed