Rekrutmen Paskibraka Diperkuat dengan Pendidikan Ideologi Pancasila

Kabar Damai I Rabu, 14 April 2021

Jakarta I kabardamai.id I Rekrutmen calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2021 sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini, diwartakan laman resmi BPIP, rekrutmen Paskibra mulai tingkat Daerah sampai tingkat Nasional diwajibkan melalaui tahapan seleksi program Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP).

Hal tersebut sebagaimana implementasi Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2021 dan Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pembinaan Ideologi Pancasila pada Generasi Muda Melalui Program Pasukan Pengibar Bendera.

Menurut Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Dr. Rima Agristina, SE., MM BPIP diberikan mandat dan bertanggungjawab atas peraturan tetsebut.

“Ia kita (BPIP.red) diberikan mandat oleh Presiden untuk melaksanakan PIP pada tahapan rekrutmen dan seleksi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, pengukuhan, serta Duta Pancasila” ucapnya Selasa, (13/4/2021), seperti dikutip bpip.go.id.

Ia menegaskan pemahaman nilai-nilai Pancasila sangat penting pada generasi muda, maka PIP dilaksanakan dalam pembentukan Paskibra mulai tahun 2021.

“Mengingat pentingnya penguatan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda, maka pembinaan ideologi Pancasila dilaksanakan mulai tahun ini”, tegasnya”, tandasnya.

Rima juga berharap program tersebut dapat menyiapkan putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi calon pemimpin Indonesia masa depan yang memahami Pancasila.

 

Baca Juga : Taat Pancasila ala Pesantren

“Yang diharapkan selain dapat memahami juga mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai laku hidup sehari-hari, serta menjadi teladan di kalangan generasi muda”, harapnya.

Pada tahapan rekrutmen dan seleksi, BPIP melaksanakan tes tertulis yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Perisai BPIP.

“Tes ini telah dilaksanakan kepada 940 calon Paskibraka di beberapa daerah baik di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi mealui aplikasi milik BPIP”, terangnya.

Hingga kini daerah yang sudah melaksanakan seleksi diantaranya Kota Batam pada 5 April 2021 dengan jumlah peserta 198 orang, Jawa Tengah, 7 April 2021 dengan peserta 66 orang, DIY, 8 April 2021 jumlah peserta 80 orang, Kota Tangerang Selatan, 8 April 2021 jumlah peserta berjumlah 73 orang, Jawa Barat, 9 April 2021 jumlah peserta 78 orang, Kalimantan Utara, 9 April 2021 dengan jumlah peserta 49 orang, Kota Jakarta Timur, 10 April 2021 dengan peserta 293 orang, Kota Jakarta Pusat, 11 April 2021 dengan peserta 98 orang dan Kota Tangerang, 11 April 2021 dengan jumlah peserta 13 orang.

Menurutnya Pembinaan Ideologi Pancasila akan terus berlangsung di Kabupaten/Kota dan Provinsi lainnya hingga pada tahap pembentukan Paskibraka di tingkat Nasional.

“Pembinaan ini kita akan terus lakukan sampai tahap pembentukan Paskibra tingkat Nasional”, pungkasnya.

 

Generasi Muda Berkarakter Pancasila

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Purna Paskibra Indonesia (PPI) Eris Anwar Firdaus berharap program tersebut menjadi program pembinaan generasi muda semakin lengkap dan utuh serta memilki perfoma fisik yang baik yang berkarakter Pancasila.

“Hal ini juga sekaligus menegaskan bahwa Paskibraka tidak hanya identik dengan performa fisik (jasmani) tetapi juga karakter dan mental”, ucapnya, kutip kemenag.go.id.

Sebagai wujud nyata peran anggota Paskibra (pasca bertugas/Purna Paskibra) dalam kehidupan sehari-harinya dapat menampilkan sosok generasi muda yang dapat memimpin dirinya sendiri dan lingkungannya.

“Pasca bertugas atau Purna Paskibra juga dapat mewujudkan nilai Pancasila sebagai tindakan nyata untuk dirinya dan lingkungannya”, harapnya.

 

Pembumian Pancasila ala Milenial

Terpisah, dalam opininya, anggota BPIP Romo Benny Susetyo memaparkan bagaimana cara membumikan pancasila sehingga menjadi habituasi di generasi milenial?

“Pertama tentu harusnya kita telaah dari karakteristik generasi milenial ini. Secara singkat karakteristik generasi milenial ini mencakup kreatif, percaya diri, dan terhubung/connected,” ujarnya dalam kolomnya berjudul “Pembumian Pancasila dan Generasi Milenial” yang diunggah indonesiaupdate.id, Selasa, 13 April 2013.

Menurut pantauannya dari berbagai platform digital dan sosial media saat ini bisa dilihat bagaimana kreatifnya genarasi milenial dalam mengemas konten yang mereka suguhkan kepada pengikut mereka di sosial media baik itu dalam bentuk video, foto, suara, dan lain sebagainya.

“Hal ini ajaibnya tidak sedikit konten yang mereka buat bisa menjadi konsumsi khalayak banyak bahkan manca negara,” Romo Benny.

Karakteristik kedua, kata dia, generasi mileniali sangat percaya diri dengan apa yang mereka yakini benar dan menunjukannya di dunia nyata atau media sosial kepada pengikutnya di seluruh dunia dengan menggunakan karakteristik ketiga yaitu terhubung.

“Berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia tumbuh dari 55 juta orang pada 2015 menjadi 100 juta orang di 2018. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika,” ungkapnya.

Pengguna smartphone saat ini di Indonesia didominasi oleh usia produksi yang disebut sebagai generasi milenial (15–35 tahun). Ini kata Romo Benny, adalah salah satu kelebihan dan kekuatan terbesar generasi milenial terkoneksi dengan manusia diseluruh dunia dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan digital saat ini.

“Dengan demikian salah satu cara yang dapat digunakan untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi nilai-nilai Pancasila ke generasi milenial dengan menggunakan platform yang mereka sering gunakan yaitu media sosial. Instagram,Facebook, Twitter, hingga Tik-tok menjadi jenis media sosial populer saat ini yang bisa digunakan dalam pendekaTan dan pembumian nilai-nilai Pancasila dengan cara membuat konten positif yang eduktaif, informatif, dan  menghibur disesuaikan dengan segmen generasi milenial,” paparnya.

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Sumber: bpip.go.id I indonesiaupdate.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *