by

Rekomendasi Novel Indonesia Sarat Nilai Toleransi

Kabar Damai I Senin, 21 Juni 2021

Jakarta I kabardamai.id I Perbedaan adalah sesuatu yang wajar ada dalam setiap diri manusia, tetapi tak jarang perbedaan ini menimbulkan konflik. Nah, novel-novel di bawah ini menampilkan berbagai macam perbedaan. Entah itu perbedaan pandangan agama, perbedaan latar belakang pendidikan, budaya hingga perbedaan generasi.

Dari 7 novel ini, kita bisa belajar mengelola perbedaan dan tidak menjadikannya sebagai pengahalang untuk melakukan hal-hal baik.

Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan

Novel yang terbit tahun 2014 ini mengisahkan tentang sepasang kekasih Mif dan Fauzia. Mif dibesarkan pada tradisi islam modern sementara Fauzia berasal dari keluarga islam tradisional. Permasalahan pun muncul ketika keduanya ingin menikah. Bagaimana reaksi keluarga? Masih satu agama hanya beda pandangan, apakah mereka tidak berhak saling mencintai kemudian menikah?

Kamu pasti familiar dong dengan kasus di atas. Saat isu toleransi di Indonesia sedang hangat, kisah ini bisa menjadi referensi bagaimana kamu memandang sebuah perbedaan.

Sang Raja karya Iksaka Banu

Bara Revolusi Raja Kretek | Ekspresionline.com

Novel ini masih fresh from the oven. Terbit di akhir tahun 2017, novel ini memiliki latar zaman kolonial Belanda hingga masa awal kemerdekaan Indonesia. Tetapi jangan salah, novel ini tidak bercerita tentang perang-perangan dengan para kompeni.

Justru novel ini menceritakan tentang persahabatan antara Wirosoeseno, seorang Jawa tulen dengan Filipus Rechterhand, seorang Belanda. Keduanya dipertemukan sebagai karyawan sebuah pabrik kretek.

Baca Juga: Rekomendasi Lima Film Indonesia Sarat Toleransi Agama

Melewati berbagai zaman sulit di Hindia Belanda, mulai dari zaman penjajahan Belanda, Penjajahan Jepang, hingga masa sulit Republik di awal kemerdekaanya. Wirosoeseno dan Filipus Rechterhand bersama-sama, saling membantu dan mendukung  melalui kesulitan dan rintangan tanpa memandang ras dan status sosial.

Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari

Review Orang-Orang Proyek | Baru Info

Ahmad Tohari memang terkenal dengan novel Ronggeng Dukuh Paruk-nya, tetapi bukan berarti Ahmad Tohari tak memiliki karya menarik lain, salah satunya adalah Orang-orang Proyek. Novel ini mengisahkan seorang teknisi sipil bernama Kabul yang sedang memimpin proyek membangun jembatan di sebuah desa. Kabul yang juga mantan aktivis kampus harus merasakan beban psikologis akibat ‘permainan’ yang terjadi pada proyek pembangunan jembatan.

Dalam kegalauannya tersebut, Kabul membangun persahabatan dan keberpihakannya pada warga desa di mana proyek jembatan tersebut dibangun. Melalui novel ini kamu akan belajar bahwa meskipun berpendidikan tinggi bukan berarti tak bisa bergaul dengan warga pedesaan yang mungkin memiliki tingkat pendidikan lebih rendah.

Pasar karya Kuntowijoyo

Buku Novel Pasar - Kuntowijoyo | Shopee Indonesia

Pasar bercerita tentang seorang mantri pasar yang menyaksikan bagaimana manusia-manusia di sekitarnya berubah disebabkan. Dibalut latar Jawa pada tahun 1970an, Pak Mantri melihat generasi tua di pasar yang mulai digantikan dengan genarasi muda yang memiliki perbedaan pandangan, cara hidup dan keterampilan dalam menghadapi masalah sehari-hari.

Salah Asuhan karya Abdoel Moeis

Salah Asuhan, Karya Sastrawan yang Kelahirannya Jadi Hari Sastra - Suara Surabaya

Kalau novel karya Abdoel Moeis ini diterbitkan jauh sebelum Indonesia merdeka loh yaitu tahun 1928. Meskipun begitu, Balai Pustaka selaku penerbit mencetak ulang novel ini dan masih beredar di toko-toko buku.

Nah, novel ini mengisahkan tentang seorang lelaki asal Solok, Sumatera Barat yang memiliki kesempatan untuk bersekolah hingga HBS (setingkat SMA). Setelah lulus HBS Hanafi kembali ke Solok dan bekerja sebagai klerek, kemudian menjadi komis.

Hanafi dinikahkan dengan Rapiah sebagai balas jasa mamaknya, sutan Batuan, yang membantu biaya sewaktu Hanafi sekolah di HBS. Tetapi, Hanafi merasa tak bahagia karena ia tak mencintai rapiah. Ia terlanjur jatuh cinta pada Hanafi Corrie du Busse, gadis Indo-Perancis. Oleh karena itu, Hanafi menceraikan Rapiah agar bisa menikahi Corrie.

Konflik pun terjadi. Pernikahan ini mendapat penolakan baik dari keluarga Hanafi maupun keluarga Corrie. Alasannya tentu saja karena keduanya berasal dari bangsa yang berbeda. Novel ini secara tidak langsung memberikan hikmah bahwa seketat apapun sterotype yang melekat pada ras atau bangsa tertentu, cinta bisa menyatukan dua bangsa yang berbeda.

 Burung-burung Rantau karya Y.B Mangunwijaya

sastra gpu on Twitter: "Novel Burung-Burung Rantau karya Y.B. Mangunwijaya akan cetak ulang dg sampul baru 😍 Tapi kami di Redaksi Sastra GPU bingung, sampul mana yang akan dipilih dari dua desain

Novel ini temanya masih berkisah tentang perbedaan antar bangsa-bangsa. Namun jika di novel lain perbedaan mengakibatkan konflik besar. Di novel ini dikisahkan bagaimana sebuah keluarga membangun komunikasi dan hubungan baik antar anggota keluarganya yang berasal dari berbagai latar belakang dan negara seperti menantu yang berasal dari Yunani, anak sulung yang lama tinggal di Amerika dan sudah memiliki kebiasaan ala Amerika hingga si bungsu yang lebih suka bergaul dengan anak jalanan.

Sosok Ayah yang seorang Purnawirawan Letnan Jendral bernama Wiranto di novel ini digambarkan sebagai sosok bijak dalam memahami anak-anak serta menantunya yang sudah memiliki pemikiran dan budaya berbeda. Kita bisa meneladani tokoh Ayah yang sangat bijaksana dan tidak judgemental dalam mendidik anak-anaknya yang memiliki perbedaan-perbedaan ekstrim.

Maryam karya Okky Madasari

Resensi “Maryam” | Terusir karena Keyakinan | by bacasaja | Medium

Novel terakhir yang  direkomendasikan ini cenderung ekstrim dan bisa menuai pro dan kontra. Novel Maryam ini berkisah tentang gadis bernama Maryam. Maryam tumbuh dalam keluarga penganut Ahmadiyah yang taat sekaligus anak dari tokoh agama yang dihormati di Lombok.

Maryam berkuliah di Surabaya dan bertemu dengan Gamal seorang penganut Ahmadiyah juga, tetapi karena pencarian spiritualnya, Gamal memilih meninggalkan keyakinan Ahmadiyah. Kepindahan keyakinan Gamal memutuskan hubungannya dengan keluarga dan Maryam. Maryam kemudian pindah ke Jakarta dan bertemu dengan Alam. Mereka saling jatuh cinta dan menikah. Alam bukan penganut Ahmadiyah.

Setelah menikah beberapa lama, kebahagiaan yang diharapkan Maryam rupanya tidak datang jua. Hidup dengan ibu mertua yang selalu menganggap Maryam orang sesat membuat pernikahan mereka tak harmonis, keputusan perceraian dibuat. Akhirnya Maryam kembali ke Lombok, tetapi yang ia dapati adalah keluarganya telah diusir dan dianggap sesat.

Terlepas dari berbagai pro kontra terhadap Ahmadiyah, novel ini setidaknya membuat kita bisa belajar empati dalam menghadapi perbedaan pandangan hidup dari orang-orang terdekat kita serta bagaimana kita bisa hidup berdampingan tanpa prasangka. Karena hidup damai adalah hak setiap manusia.

Penulis: Ai Siti Rahayu

Diolah dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed