by

Rekomendasi Film Untuk Kamu Peringati Hari Toleransi Internasional

16 November diperingati sebagai hari Toleransi Internasional, bermula pada sidang umum PBB tahun 1995, yang melihat bahwa pedamaian dan toleransi harus menjadi pokok dari masyarakat dunia.

Kemudian UNESCO membuat deklarasi yang berisikan prinsip toleransi sebagai alat untuk persatuan dan menyertakan seluruh elemen masyarakat, baik individual maupun kelembagaan turut serta dalam mengampanyekan toleransi.

Deklarasi ini berlangsung pada tanggal 16 November, oleh karenanya tanggal tersebut diperingati sebagai hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap tahun.

Hari Toleransi Internasional ini ditujukan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap pentingnya semangat saling menghargai dan persatuan untuk menciptakan perdamaian dunia.

Tidak hanya itu, Hari Toleransi Internasional juga diharapkan melahirkan prisip menghormati kebudayaan, kepercayaan dan tradisi orang lain.

Baca juga : Romo Johannes: R20 Indonesia Adalah Contoh Bagi Dunia

Menteri Agama RI menyebutkan Hari Toleransi Indonesia ini sebagai hari merayakan keberagaman yang dimiliki tanah air kita ini. Beliau menyampaikan bahwa keragaman adalah kekayaan, terdiri dari agama, budaya, bahasa dan etnis sebagai kekayaan umat manusia.

Keragaman sebaga potensi bagi kita untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam mewujudkan perdamaian di Indonesia.

Untuk memperingati Hari Toleransi Internasional, kamu bisa merayakannya bersama teman-teman dengan nonton bersama film yang bertemakan “perdamaian”.

Berikut 3  rekomendasi film bertema perdamaian

1. Allegiant

Doc. Google.com

Bercerita tentang perjuangan dan pengorbanan untuk sebuah perdamaian. Tris, Four, Tobias dan 3 orang lainnya berjuang untuk menyatukan Rakyat Chicago yang terpecah-belah.

Mereka mampu mengambil keputusan berisiko, rela berkorban dan saling bekerja sama untuk menciptakan perdamaian di kota. Film ini bercerita penuh tentang perjuangan dan pesan-pesan kemanusiaan. Tentang ketulusan, cinta, memaafkan dan kebersamaan.

2. Selma

Crome.com

Selma adalah tempat bersejarah di Alabama, Amerika Serikat yang menjadi saksi bisu dari protes besar untuk menentang Voting Rights Act yang membatasi hak voting warga kulit hitam di negara tersebut.

Dari tempat itu, Martin Luther King, Jr bersama kawan-kawannya berjalan menuju ke Montgomery dan terhalang oleh pihak kepolisian setempat. Kejadian tersebut menjadi inspirasi bagi sutradara Ava DuVernay untuk memproduksi film biopik seorang tokoh aktivis kesetaraan hak sipil tersebut.

Film ini dinobatkan sebagai salah satu film paling penting di tahun 2014 oleh Forbes karena cultural impact yang dibawa untuk generasi mendatang.

Martin Luther King, Jr sendiri memiliki kemampuan orasi yang luar biasa pada massa maupun orang-orang yang berkuasa dalam memperjuangkan kesetaraan. Oleh karenanya Martin Luther King, Jr dianugerahi dengan Nobel Peace Prize pada tahun 1964.

Melalui film Selma, Ava DuVernay mengatakan bahwa sikap penuh kharisma yang dimiliki oleh beliau didukung oleh teman-teman sejawatnya dalam berargumen dan menyusun strategi. Sehingga ia merasa perlu merepresentasikan para pemimpin yang saling bekerja sama dalam membawa perubahan tersebut dengan judul Selma.

3. Gangubai Kathiawadi

Doc. Googel.com

Gangubai Kathiwadi bercerita tentang perjuangan seorang aktivis pembela hak-hak Pekerja Seks Komersial (PSK) pada tahun 1960an.

Saat remaja ia dijual oleh pacarnya sendiri di sebuah daera prostitusi terbesar di India, Kamathipura. Sejak itu dia menjadi Pekerja Seks, butuh waktu baginya untuk sadar bahwa ia tidak dapat keluar dari tempat itu.

Kemudian dia bertekad jika suatu saat nanti akan menjadi pemimpin Kamathipura, berjuang dan mempertahan hidupnya. Tidak hanya itu, Ramnik bertekad untuk menjadi pemimpin agar tidak ada lagi anak remaja menjadi korban seperti dia, terlebih anak yang lahir dan besar di Kamathipura.

Ramnik memperjuangankanhak pendidikan anak-anak kamathipura. Dia bersama 4000 perempuan lainnya di Kamathipura berhasil membuat perubahan untuk daerah tinggal mereka.

 

Penulis : Amatul Noor

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed