by

Rani Pratiwi: Kampanye Anti KS Penting Dilakukan Sebagai Upaya Mengedukasi Masyarakat

Kabar Damai | Sabtu, 05 Maret 2022

Pontianak I Kabardama.id I Kasus kekerasan terhadap perempuan khususnya dalam ranah seksual semakin hari semakin besar kuantitasnya. Hal ini dibuktikan dari beberapa survey dari lembaga independent dan catatan tahunan Komnas Perempuan sebagai lembaga resmi yang menjadi tumpuan dalam penanganan.

Selain perempuan, transpuan juga menjadi kelompok rentang yang sangat berpotensi menjadi korban kekerasan seksual. Melihat fakta ini, peranan berbagai pihak sejatinya harus dilakukan dalam rangka mencegah kekerasan seksual terjadi pada perempuan dan transpuan dimanapun berada.

Rani Pratiwi, anggota aktif Lembaga Pers Mahasiswa Warta IAIN Pontianak menjadi bagian anak muda yang terlibat dalam aksi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan transpuan. Ditemui disela kegiatannya, ia mengungkapkan pemahamannya tentang kekerasan seksual terhadap perempuan dan transpuan dari sudut pandangnya.

Ia menyatakan bahwa kekerasan seksual yaitu kekerasan yang terjadi pada kalangan orang, bukan hanya kepada orang dewasa tetapi juga terjadi kepada anak di bawah umur. Baik secara verbal, maupun non verbal.

Baca Juga: Workshop Anti Kekerasan Seksual: Perbanyak Kampanye dan Perkuat Jaringan Komunitas

Perihal penyebab mengapa kekerasan seksual rentan terjadi para perempuan, ia mengungkapkan karena perempuan kerap dianggap lemah dibandingkan laki-laki.

“Karena kurangnya perlindungan dari orang tua, juga karena wanita yang mungkin lemah akan perlawanan terhadap laki-laki,” ungkapnnya.

Begitu pula dengan mengapa kekerasan seksual rentan terjadi pada transpuan. Menurutnya karena transpuan juga dianggap lemah dan minim perlawanan ketika kekerasan seksual terjadi.

“Karena kurangnya perlawanan terhadap suatu oknum. Jadi membuat kekerasan seksual itu terjadi,” tambahnya.

Menurutnya, perlu adanya cara dalam rangka mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan juga transpuan. Hal ini dapat dilakukan dengan aktif melakukan kampanye.

“Adanya pendidikan terhadap kekerasan seksual sangat penting, kita bisa belajar bagaimana agar bisa menghadapi perlakuan dari oknum tersebut. Sangat penting juga sebagai upaya mengedukasi masyarakat, secara tidak langsung memberitahukan kepada orang lain bahwa pentingnya kampanye tersebut agar tidak menjadi pelaku kekerasan,” jelasnya.

Terakhir, ia menuturkan bahwa korban kekerasan seksual harus didukung, selain itu perlu adanya pendampingan dalam rangka pemulihan kepada korban tersebut.

“Kekesan seksual korbannya harus didukung, karena itu suatu kejahatan yang kian marak. Juga harus ada pendampingan ke korban karena korban kadang juga mengalami trauma,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed