by

Ramai-ramai Rumah Ibadah Buka Vaksinasi Lintas Agama

Kabar Damai | Jumat, 6 Agustus 2021

Jakarta | kabardamai.id | Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Daan Mogot, Jakarta Barat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, dan Polda Metro Jaya membuka layanan vaksinasi massal untuk masyarakat lintas agama.

“Pertama, mungkin yang diimbau karena ini yang mengadakan NU, ya untuk warga NU, sisanya untuk warga sekitar dan masyarakat umum, boleh warga non-Muslim,” ujar Wakil Bendahara PCNU Jakarta Barat Lukmanul Hakim kepada Republika.co.id, Kamis, 5 Agustus 2021.

Menurut Lukmanul, vaksinasi di Masjid Raya Hasyim Asy’ari sudah berlangsung dua kali, yakni pada 8 Juli dan 5 Agustus 2021. Warga yang sudah mengikuti vaksin hari pertama sebanyak 1.300 orang.

Baca Juga: Yenny Wahid: Jaga Anak dengan Vaksin

Untuk hari kedua yang digelar Kamis ini, panitia menargetkan 1.300 warga mengikuti vaksinasi tahap kedua. “Untuk hari ini vaksinasi  kedua melanjutkan dari yang sebelumnya 1.300 vaksin tahap dua. Sedangkan vaksinasi pertama kami buka 300 peserta untuk hari ini,” kata dia.

Lukmanul berharap warga sekitar mau mengikuti program vaksinasi massal ini agar angka penyebaran Covid-19 bisa berkurang. “Bisa daftar di tempat, bisa daftar daring. Siapa pun warga Indonesia bisa vaksinasi di sini,” kata dia.

Rumah Ibadah untuk Vaksin Massal

Sebelumnya, beberapa rumah ibadah juga digunakan sebagai tempat vaksinasi massal oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat. Dari data yang diberikan Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto tercatat ada 11 tempat ibadah yang dijadikan lokasi vaksinasi massal Covid-19.”Masjid dan gereja digunakan sebagai tempat vaksinasi,” kata Uus di Jakarta.

Sebanyak 11 tempat ibadah itu, terdiri dari empat gereja di antaranya Gereja Santa Maria Immakulata Kalideres, Gereja Santo Thomas Rasul Bojong Indah, Gereja Maria Kusuma Karmel Meruya, dan Gereja Santo Andreas Kedoya. Sedangkan tujuh masjid yang jadi lokasi vaksinasi, yakni Masjid Al Mubarokah Tambora, Masjid Al Falah Pal Merah, Masjid Baitus Salam Taman Sari, Masjid Tama Cahaya Kebon Jeruk, Masjid Agung Al Mukhlisin Grogol Petamburan, Masjid Al Istiqomah, dan Masjid Al Hasni di Cengkareng.

Sebagian tempat ibadah tersebut sudah dioperasikan menjadi lokasi vaksinasi dan sisanya mulai beroperasi awal Agustus ini. Uus menjelaskan Pemkot Jakarta Barat menggandeng para pemuka agama dalam program vaksinasi massal ini karena dianggap dapat mengajak masyarakat untuk vaksin.

Vaksinasi di Vihara Dharma Bhakti

Pada Maret lalu, kurang lebih 200 warga lanjut usia (lansia) lintas agama menjalani vaksinasi massal yang digelar di Vihara Dharma Bhakti, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, 31 Maret 2021.

Ketua yayasan Vihara Dharma Bhakti, Sujianto Latif mengatakan pihaknya dalam hal ini membantu program yang dicanangkan oleh pemerintah terkait vaksinasi massal bagi warga lansia.

Para lansia itu pulang dari tempat vaksinasi mendapat bingkisan paket sembako sebagai tanda kepedulian pihak vihara.

“Kami juga berikan ratusan paket berupa sembako yang diberikan kepada warga lansia yang sudah divaksinasi dalam bentuk kepedulian kita bersama antar umat beragama,” ujar Sujianto,” kepada poskota.co.id.

Sujianto menurutkan, dalam vaksinasi tersebut, ada beberapa lansia yang gagal divaksin karena penyakit bawaan. Selain itu ada juga warga lansia yang ingin divaksin tapi belum masuk umur.

“Gagal divaksin hari ini karena ada penyakit guka darah yang tinggi. Ada juga warga yang ingin divaksin akan tetapi belum masuk kategori lansia,” ucapnya.

Sementara, Camat Grogol Petamburan, Didit menambahkan, pihaknya mendirikan 7 titik lokasi pendaftaran penerimaan vaksin untuk lansia baik di Puskesmas maupun di Kelurahan.

“Harapannya pada warga lansia yang belum divaksinasi agar mendaftarkan diri ke Puskesmas atau pihak Kelurahan terdekat,” tutupnya.

Oksigen Gratis Sebulan Penuh dari Gereja Reformed Injil

Kesulitan masyarakat untuk mendapatkan oksigen kini dapat sedikit teratasi dengan adanya pengisian ulang oksigen gratis yang digelar oleh tim Gereja Reformed Injil Indonesia (GRII) Yogyakarta.

Melansir laman gudeg.net, aksi sosial yang digelar di halaman parkir kendaraan Grand Pasific Hall, Mlati, Sleman ini akan berlangsung satu bulan penuh dimulai pada tanggal 2 Agustus hingga 2 September 2021.

“Ini hari pertama kami selenggarakan pengisian ulang oksigen gratis untuk masyarakat DIY dan sekitarnya,” ujar Pendeta Dawis Waiman, ditemui di lokasi pengisian oksigen, Senin, 2 Agustus 2021.

Pada kegiatan ini GRII hanya melayani pengisian ulang untuk tabung oksigen berukuran 1 meter kubik saja dan tidak melayani tabung berukuran lainnya.

Dawis menjelaskan, ukuran tabung memang dibatasi agar seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan isi ulang oksigen.

“Ini memang kami batasi agar semua kebagian, satu orang satu tabung saja dan mengutamakan bagi masyarakat yang memang keluarganya ada yang terpapar Covid-19,” jelasnya.

Pengisian ulang ini menggunakan mesin oksigen konsentrator, dimana cara kerjanya adalah mengambil udara bebas lalu diubah menjadi oksigen murni.

Dawis mengungkapkan, untuk mengisi satu buah tabung berukuran 1 meter kubik diperlukan waktu maksimal 15 menit.

“Dengan rata-rata isi ulang 15 menit, kita proyeksikkan dapat mengisi sekitar 30 tabung setiap harinya dan itu juga tergantung mesin konsentratornya juga,” ungkapnya.

Dawis berharap, dengan kegiatan ini dapat membantu masayarakat dalam memenuhi kebutuhan akan oksigen yang memang sedang sulit didapat akhir-akhir ini.

“Semoga bantuan kami ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan akan oksigen. Pendaftaran masih kami buka setiap hari untuk dapat nomor antrian,” harapnya.

Sulitnya Mencari Oksigen

Sementara itu, Sri Topantini salah satu warga yang mengikuti pengisian ulang mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan oksigen yang didapat.

“Saya senang dan bersyukur sekali, bisa dapat isi ulang oksigen ini karena sedang langka dan ini gratis. Terimakasih untuk penyelenggara,” ungkapnya.

Sri sempat bercerita tentang sulitnya mencari oksigen beberapa waktu ini dan bila adapun harus membayar cukup mahal yaitu sekitar Rp. 60.000.

“Keluarga saya ada lima orang yang positif dan saat ini sedang isolasi, jadi pengeluaran untuk oksigen besar sekali. Pernah juga pernah di apotek dengan biaya Rp.3,5 juta karena memang darurat,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengisi ulang dapat mendaftarkan diri melalui nomor 0811251070 dan membawa surat hasil tes usap atau swab dengan hasil egatif saat mengisi tabung. [ ]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed