Ramadan: Bulan Madrasah Sabar dan Syukur

Kabar Utama200 Views

Kabar Damai | Minggu, 17 April 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Bulan ramadan adalah bukan penuh berkah, ibadah pada bulan ini akan senantiasai dilipatgandakan oleh Allah sehingga semua orang berlomba dalam kebaikan guna mendapatkan magfirah dari Allah.

Dalam ramadan pula, banyak edukasi dan juga pembelajaran yang dapat diperoleh seseorang. Satu diantaranya untuk bersabar serta meningkatkan rasa syukur.

Taufiqurrohman Hs di kanal Itjen Kemenag dalam program Oase Ramadan menjelaskan bagaimana ramadan menjadi bulan dengan madrasah sabar dan juga syukur.

Ia menyatakan bahwa ramadan adalah bulan yang sangat spesial karena ramadan permulaannya penuh dengan rahmah, pertengahannya syarat dengan magrifoh dan akhirannya syarat dengan simbol kebebasan dari api neraka.

Ia juga menambahkan, ramadan adalah bulan yang sangat agung, karena didalamya terdapat momentum turunnya Al-quran, kitab yang paling mulia yang dijadikan petunjuk bagi semua umat Islam.

“Ramadan juga bulan yang agung karena didalamnya ada momentum diturunkannya malam yang lebih baik dari 1000 bulan yakni bulan Lailatul Qadar,” ungkapnya.

Lebih jauh, menurutnya ramadan juga merupakan bulan yang menjadi kawah candradimuka bagi kaum mukmin. Menjadi madrasah untuk menempa sabar dan syukur.

Bersabar karena disiang hari harus menahan lapar seperti laparnya para fakir miskin. Pada malam hari kemudian harus bangun untuk solat tarawih, membaca Al-quran dan kemudian bangun pagi untuk makan sahur.

“Namun dibalik semua itu tentu semuanya berlimpah barokah,” ungkapnya.

Baca Juga: Manfaat Serta Keutamaan Puasa Ramadan

Dalam ramadan juga seharusnya menjadi sarana bersyukur karena Allah telah menyampaikan umur sampai dapat menjalankan perintah Allah ini.

Menurutnya, tentu sangat beruntung bagi kaum mukmin yang mampu menjalankan momentum bulan ramadan dan meningkatkan semua amalan lan serta sedekah, solat dan tarawih. Sebaliknya akan sangat merugi orang yang lalai dan tidak mampu dalam mengamalkan amalan ramadan.

“Sungguh merugi orang yang sampai pada bulan ramadan tapi tidak diampuni dosa-dosanya oleh Allah,” tuturnya.

Manusia tidak ada yang tahu perkara umur, tidak mengetahui apakah pada tahun yang akan datang akan masih dapat sampai pada bulan ramadan. Oleh karenanya, ia mengajak semua kalangan untuk memanfaatkan momentum ramadan agar dapat meningkatkan semua amalan dan ibadah kepada Allah.

“Tetap menjaga profesionalitas dan menjaga integritas dan menjaga amalan-amalan kita untuk kehidupan diakhirat kelak,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan, kita harus terus beribadah untuk kehidupan diakhirat seolah-olah kita akan mati besok namun juga bekerja untuk dunia seolah-olah hidup untuk selama-lamanya.

“Semoga Allah menerima seluruh amalan ibadah kita, Allah memberikan pahalanya dan kelak ketika fitri betul-betul menjadi hamba yang fitri,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *