Puasa Sebagai Obat Hati Manusia

Kabar Utama34 Views

Kabar Damai | Rabu, 27 April 2022

Jakarta | kabardamai.id | Manusia adalah makhluk yang istimewa, punya akal dan budi serta pemikiran yang rasional yang dapat dipergunakan dalam kehidupannya. Namun, manusia juga punya hati dan perasaan yang seringkali naik dan turun sehingga potensi iri dan dengki serta penyakit hati lainnya dapat melandanya.

Ustad Aziz Noor, dalam program Oase Ramadan menjelaskan bagaimana puasa dapat menjadi obat hati dalam diri manusia.

Ia mengungkapkan, jika berbicara tentang ramdan maka tentu akan merasakan nikmat berpuasa pada bulan ramadan tersebut. Namun, sebenarnya faidah atau keutamaan pada bulan ramdan tidak hanya mengekang hawa nafsu, menahan lapar dan dahaga namun justru ada banyak faidah dan banyak hasil yang dapat diperoleh pada puasa ramadan.

Puasa ramadan dan puasa yang lain tentu sangat berbeda. Hal ini karena puasa ramadan telah dikhususkan setahun sekali selama sebulan penuh dan mengandung banyak mukzizat serta banyak keutamaan serta khasiat yang dapat diperoleh.

“Dilakukan sebulan penuh karena seolah ramadan adalah kawah candradimuka, madrasah, tempat untuk ditempa menjadi hamba yang baik dari bulan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Donasi dan Buka Puasa Bersama Persatuan Waria Pontianak Bersama Anak Panti di Kubu Raya

Salah satu faidah ramadan adalah menyujikan diri atau memperbaiki kualitas diri, memperbaiki kontrol diri. Oleh karenanya, dengan berpuasa pada bulan ramadan, menjadi sarana mengontrol emosi dan jiwa sehingga menjadi jiwa yang suci dan bersih dari segala penyakit hati.

Bulan ramadan manusia dituntut agar lebih giat dan semangat serta lebih mengencangkan tali ikat untuk berbuat baik, meghilangkan dan menghindari serta membuang segala perbuatan yang kurang baik.

“Kita tinggalkan menggosip, berbicara dan juga mendengarkan hal-hal yang tidak baik. Menjaga mata, hidung, mulut dan telinga serta tangan dan kaki untuk melangkah kepada hal yang baik,” tuturnya.

Kedua, faidah ramadan ialah memperbaiki akhlaq atau tata krama. Serta faidah ketiga untuk menyehatkan badan. Tidak hanya menyehatkan badan dari diet namun seluruh kesehatan lainnya. Sarana merefresh dan memperbaiki saluran dalam tubuh untuk memperbaiki kesehatannya.

“Bulan ramadan tidak hanya menyehatkan jiwa dan psikis namun juga menyehatkan badan dan fisik,” tambahnya.

Lebih jauh menurutnya, pada bulan ramadan, setan dibelenggu sehingga tidak memiliki kesempatan untuk menggoda manusia. Oleh karenanya, hal ini menjadi sarana untuk memperbanyak ibadah dan tidak membuat ramadan lepas dengan sia-sia.

“Jika kita terbelenggu dalam kemaksiatan, maka tidak akan diperoleh faidah atau manisnya ramadan, mari bersama pernaiki kualitas diri dan ibadah dan segala hal yang dijalani dalam ramadan ini” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *