Puasa: Momentum Belajar Sabar dan Menahan Diri

Kabar Utama752 Views

Kabar Damai | Minggu, 10 April 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Ramadan bulan penuh berkah dan ampunan, pada bulan ini semua orang bersukacita menyambutnya dan berbondong-bondong melaksanakan ibadah guna memperoleh berkah dari Tuhannya.

Ramadan juga digunakan sebagai sarana edukasi, belajar menahan diri dan sabar dari makan dan minum serta nafsu duniawi lainnya.

Hendy Arfyansyah dalam program Oase Ramadan dalam kanal Itjen Kemenag membagikan perspektif dalam tausiahnya.

Ia mengungkapkan bahwa berkah ramadan tentu selalu bersama untuk diharapkan, tentunya pula satu diantaranya dengan mengharapkan malam lailatul qadar. Ketika ramadan,  banyak hal dan nilai yang dapat diperoleh dalam melaksanakan ibadah.

Dalam ramadan, melaksanakan puasa dari awal hingga akhir tentu dilakukan. Menahan rasa lapar dan haus. Nilai dan makna dari menahan lapar dan haus ialah harus memiliki rasa empati maupun simpati kepada sesama manusia. Saudara yang membutuhkan minum dan makan yang disebabkan karena kefakiran, kemiskinan atau karena sebab lainnya.

Rasa iba, simpati dan empati terhadap mereka yang membutuhkan adalah hal yang seharusnya didapatkan yang implementasinya dapat diteruskan setelah bulan ramadan. Sehingga muncul kesadaran bahwa manusia tidak berdaya.

Baca Juga: Puasa Melatih Kita Berbaiksangka

“Maka darisana kita tumbuhkan rasa kepedulian bersama dan rasa simpati dan empati terhadap sesama,” ungkapnya.

Lebih jauh, dalam berpuasa, ada sebuah kata kunci yang harus diingat yaitu imsak. Arti dari imsak adalah menahan diri, menahan diri untuk melakukan sesuatu atau menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu.

Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari harus  bisa menahan diri dalam keadaan dan ketaatan kepada Allah.

Caranya dengan terus menahan diri dalam keadaat taat kepada Allah merupakan salah satu nikmat yang harus diperoleh dalam bulan ramadan.

“Kita harus menahan diri untuk tidak berbuat maksiat, maksiat adalah meninggalkan larangan Allah dan melaksanakan perintahnya,” tuturnya.

Menurutnya, dalam bulan ramadan, tentu penting untuk memperoleh sabar. Nilai sabar sangat tinggi derajatnya sehingga berperilaku sabar dalam taat, sabar dalam menjauhi larangan harus senantiasa dilakukan sebagai salah satu cara dicintai oleh Allah.

“Oleh karenanya, maka setelah ramadan kesabaran harus meningkat, berlaku sabar harus dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

 

Penulis: Rio Pratama

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *