by

PTI-14: GKJW Mojowarno Selalu Merawat Perdamaian Lewat Tradisi

-Peacetrain-65 views

Kabar Damai | Jumat, 29 Agustus 2022

Jakarta | kabardamai.id | Peserta Peace Train Indonesia-14, mengunjungi GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Mojowarno, Jumat (29/07/2022). Gereja Kristen Jawi Wetan yang bergaya Korontia ini dibangun tahun 1879.

Jombang yang lebih dikenal sebagai kota santri, ternyata menyimpan sejarah besar tentang awal mula penyebaran agama Kristen di Jawa. Gereja tua di Desa Mojowarno ini lah saksi sejarah dan bukti. Selain itu, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di daerah kelahiran Mantan Presiden Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini sebagai simbol kebhinekaan dan kerukunan antar umat beragama.

GKJW Mojowarno, selalu merawat perdamaian melalui tradisi unik yakni Undhuh – undhuh. Tradisi ini merupakan syukuran atas panen raya dan dilakukan secara turun temurun.

Kerjasama antar umat beragama di wilayah Jombang ini sangat  harmonis. Setiap perayaan menjelang akhir tahun, dari pesantren Tebu ireng dan Darul Ulum menjadi tamu resmi GKJW Mojowarno, mereka rajin  untuk menghadiri kegiatan Natal dan tahun baru. Begitupula saat lebaran dan pada perayaan keagamaan Hindu, mereka salingmengunjungi satu sama lain.

Baca Juga: Peserta PTI-14 Tiba di Jombang untuk Belajar Perdamaian dari Gus Dur

Perpaduan unsur Jawa dan Eropa menjadi gaya bangunan GKJW Mojowarno. Di depan menara, terdapat empat tiang besi hitam yang dulunya sempat jadi tiang lampu namun kini dijadikan hiasan. Di bagian atas gewel, terdapat sebuah menara berbentuk tabung dengan atap yang runcing juga berisi bel besar yang biasa dibunyikan sesaat sebelum kegiatan ibadah dimulai.

Sementara di depan gewel, tertulis kutipan kitab injil yang berbunyi Dhuh Gusti, Ingkang Kawula Purugi Sinten Malih? Paduka Ingkang Kagungan Pangandikaning Gesang Langgeng (Ya Tuhan, kepada siapa kami pergi? Hanya Engkaulah yang memiliki sabda hidup kekal).

Di ruangan utama, berjajar bangku kayu memanjang yang terlihat sangat klasik di atas lantai marmer. Bangku yang ada disana sudah berusia ratusan tahun, namun meski demikain puluhan bangku terbuat dari kayu kualitas terbaik di dalam ruangan ini masih sangat kuat.

Di bagian depan ruangan utama, terdapat mimbar pendeta yang berbentuk kereta kencana yang juga terbuat dari kayu jati pilihan dan berusia sama dengan bangku. Di sampingnya, terdapat satu set alat musik tradisional  gamelan, drum, dan juga keyboard yang merupakan alat musik modern.

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed