by

PTI 12, Jalan – Jalan ke dusun toleran di Thekelan – Merbabu

-Peacetrain-191 views

Kabar Damai | Senin, 26 April 2021

Hari ke 3 Peace Train ke 12, para peserta diajak flied trip ke Dusun Thekelan yang terletak di kaki gunung Merbabu, Desa Matur, Kec. Getasan, Kab.Semarang, Jawa Tengah. Dusun ini terletak di tengah kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, juga merupakan jalur masuk pendakian ke gunung Merbabu. Dari Salatiga, jaraknya ditempuh dengan 45 menit perjalanan.

Sesampainya di kantor Dusun Thekelan, para peserta Peace Train-12 disambut hangat oleh Bapak Suprio, Kepala Dusun Thekelan. Beliau mengucapkan semua salam dari keagamaan secara fasih.

“Toleransi yang terbangun selama ini sejak dari dulu kami rawat, jauh sebelum berita tentang Thekelan diketahui banyak orang,” ujarnya, Sabtu, 24 April 2021.

Dusun ini jumlah penduduknya 270 jiwa, 50 persen umatnya beragama Buddha, 50 persen lagi beragama Islam, Kristen Protestan dan Katolik. Namun setiap warga memahami tentang perbedaan ini sebagai anugrah.

Pada setiap perayaan umat beragama entah itu Waisak, Natal maupun Idul Fitri, semua warga berkumpul di depan rumah ibadah sehabis ibadah. Mereka bersalaman, saling memaafkan, berbagi bingkisan dan merayakan bersama.

Tidak hanya itu, Rumah Ibadahpun dibangun bersama – sama.

Baca Juga : PTI ke-12 Resmi dibuka, Anak Muda Harus Membangun Kebinekaan Menjadi Persatuan

“Sekarang kami sedang membangun Gandha Khuti STI Vihara Buddha Bumikha untuk tempat meditasi Bhante. Semua warga ikut membantu meskipun mereka beragama berbeda. Ada yang melangsir material, ada yang mengerjakan bangunan dan sebagainya. Semuanya dikerjakan sukarela, ” ujar bapak Citro, ketua Vihara.

Vihara Buddha Bumika

 

“Sekarang kami sedang membangun Gandha Khuti STI Vihara Buddha Bumikha untuk tempat meditasi Bhante. Semua warga ikut membantu meskipun mereka beragama berbeda. Ada yang melangsir material, ada yang mengerjakan bangunan dan sebagainya. Semuanya dikerjakan sukarela, ” ujar bapak Citro, ketua Vihara.

Sebelumnya pembangunan Mesjid dan gereja juga dikerjakan dengan bersama-sama. Bahkan mereka punya 1 areal pekuburan yang dimiliki secara bersama.

Ketika pandemi, para perempuan Dusun membuat masker untuk dibagikan kepada penduduk. Masyarakat juga saling berbagi sembako untuk bertahan saat ekonomi terpuruk. Semua dikerjakan bersama dan untuk bersama.

Namun ada beberapa kegiatan yang tidak bisa terlaksana karena pandemi. Perayaan yang biasanya dilakukan secara bersama-sama, karena pandemi semuanya harus dibatasi. Ucapan selamat diucapkan lewat pengeras suara, kalaupun ada pertemuan hanya bisa perwakilan. Tapi Mereka selalu mengupayakan adanya komunikasi di lainnya seperti media sosial dan sebagainya.

Masyarakat dusun Thakelan juga memiliki cara yang baik untuk mengelola konflik antar perbedaan. Mereka membangun komunikasi baik dengan ngopi bareng setiap minggu untuk bermusyawarah.

“Kalaupun ada permasalahan diupayakan untuk dialog internal di rumah masing-masing.Jika masalahnya besar maka akan dilakukan musyawarah mufakat melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai fasilitator,” ungkap Suprio.

Untuk menjaga harmoni kepala dusun wanti – wanti kepada penyuluh agama yang masuk ke dusun ini. Bahkan jika ada penceramah dari luar kampung, sebelum naik podium selalu diingatkan agar tidak menyinggung perasaan umat yang beragama lain.

Upaya tersebut yang membuat toleransi masyarakat Thekelan tetap kuat. Sehingga tidak heran jika di 1 rumah pada dusun ini bisa terdapat lebih dari 2 pemeluk agama. Bapak Suprio bercerita bahwa ia dan anaknya beragama Islam, orang tuanya beragama Buddha, mertuanya beragama Kristen dan sepupunya beragama Katolik.

Cerita lain juga datang dari ibu Tati, sekretaris Wanita Teravada Indonesia (WTI).

“Saya lahir dari orangtua Kristen. Sudah 11 tahun yang lalu, saya memutuskan menjadi Buddis. Orangtua saya tidak memarahi, bahkan memberikan kebebasan. Kami sudah terbiasa dengan perbedaan ini sejak dahulu.”

 

Penulis : Angelique Maria Cuaca, Peserta Peace Train ke-12

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed