by

Psikolog Klinis: Kesehatan Mental Bukan Tren dan Bukan Hal Tabu

Kabar Damai I Senin, 13 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Kesehatan Mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang dimiliki Individu, dimana didalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stress dengan wajar, berfungsi secara produktif, dan berperan serta dalam komunitasnya.

Gangguan depresi dapat dialami oleh semua kelompok usia. Hasil Riskesdas 2, menyebutkan gangguan depresi sudah mulai terjadi sejak rentang usia remaja (15-24 tahun), 6,25% Pola prevalensi depresi semakin meningkat seiring dengan peningkatan umur. Dimana usia 75tahun keatas sebesar 8,94, 65-74 tahun sebesar 8,04 dan 55-64 tahun sebesar 6,54.

Anastasia Sari Dewi dalam Diskusi Beretika yang diselenggarakan oleh Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), menjelasakan bahwa, kondisi pandemi memperparah keadaan ini,

Baca Juga: Mentalitas Kristiani Menghadapi Pandemi

“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat selama pandemi COVID19 (sampai dengan Juni 2020), tercatat ada 277.000 kasus kesehatan jiwa di Indonesia. Jumlah kasus kesehatan jiwa itu mengalami peningkatan dibandingkan 2019 yang tercatat 197.000 orang, ” beber Anastasia, Kamis (09/09/2021).

Kondisi Emosi Anak Muda

Berdasarkan hasil catatan tersebut, Anastasia kemudian menerangkan juga perihal kondisi emosi yang sering dijumpai pada anak muda yang merupakan awal mula usia anak mengalami kondisi depresi. Kosdisi emosi tersebut adalah:

  • Kecemasan khawatir akan hal-hal yang sifatnya seperti penilaian orang akan dirinya, overthinking, kegagalan dimasa depan.
  • Harga diri rendah / tidak percaya diri, merasa diri tidak memiliki kelebihan atau nilai lebih dibandingkan dengan orang lain.
  • Sensitif terhadap kritik, mudah merasa tersinggung, cenderung menilai kritik sebagai “serangan personal” bukan “masukan yang membangun”.
  • Ketakutan, takut akan sesuatu hal, karena adanya perasaan tidak aman yang sangat kuat.

“Dengan kondisi emosi tersebut kita dapat mengamati ciri-ciri saat kesehatan mental mulai terganggu, yaitu ketika adanya perubahan pola tidur, perubahan pola makan, banyak pikiran yang mengganggu, emosi negatif banyak menguasai, sulit fokus perubahan tingkat sensitifitas emosi,” ungkap Anastasia.

Menurut Anastasia, faktor-faktor penyebab terganggunya kesehatan mental pada anak muda, bisa datang dari individu, orang tua, teman sebaya atau bahkan media sosial.

Faktor yang disebabkan karena dirinya sendiri dan bersifat individu terjadi karena adanya perubahan bentuk fisik, perubahan hormon, perubahan emosi dan pengalaman traumatis, kecenderungan kepribadian dan genetik. Sedangkan faktor yang diebabkan oleh orang tua adalah pola asuh, tuntutan kepada anak, labelling, modelling, konflik rumah tangga dan kurangnya komunikasi serta perhatian.

“Teman sebaya juga bisa menjadi salah satu faktor karena adanya bullying, kesenjangan sosial dan ekonomi, eksistensi sosial, hubungan romantis, terakhir adalah media sosial yang juga berpengaruh karena seringkali media sosial menjadi tempat pamer kemewahan, penyebaran pornografin dan persaingan popularitas yang merusak mental anak muda,” beber Anastasia.

 

Beberapa Contoh Gangguan Kesehatan Mental

  1. Eating Disorder

Gangguan makan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan emosi dalam diri dan diwujudnyatakan dengan perilaku makan yang berlebih maupun sangat kurang demi mencapai sesuatu.

2.Anxiety Disorder

Muncul kecemasan yang berpengaruh terhadap fisik, seperti jantung berdebar: keringat dingin: sesak nafas: GERD: insomnia, overthinking: panic attack: phobia.

3. Self Harm

Adanya perilaku yang sifatnya melukai diri sendiri demi mengalihkan emosi, mencapai kelegaan, atau bahkan di beberapa remaja demi mendapatkan perhatian. Perilaku menyakiti diri sendiri ini termasuk dengan penyalahgunaan obat, cutting, memukul diri sendiri, dan juga pemikiran bunuh diri,

4. Bipolar Personality Disorder

Gangguan perubahan kondisi mood yang cukup ekstrim baik pada saat episode depresif maupun episode manik.

5. Borderline Personality Disorder

Ketidakstabilan mood yang dapat berubah dalam kurun waktu yang relatif cepat, biasanya disertai dengan perilaku impulsif, ketakutan diabaikan, dan ciri lainnya.

6. Phobia

Ketakutan akan hal-hal tertentu yang bahkan tidak bersifat mengancam. Ragamnya ada sangat banyak.

7. Depression

Kondisi dimana mood yang menguasai perasaan individu, serta pikiran yang ada membuatnya tidak lagi bergairah untuk melakukan apapun termasuk rutinitas hariannya. Perasaan tak berdaya yang sangat tinggi, kesedihan, atau emosi negatif lain yang sifatnya distress.

 

Ciri-ciri saat Kesehatan Mental mulai terganggu :

  • Perubahan Pola Tidur
  • Perubahan Pola Makan
  • Banyak Pikiran yang Mengganggu
  • Emosi Negatif banyak menguasai
  • Sulit Fokus Perubahan Tingkat Sensitifitas Emosi

Yuk, kita biasakan untuk

  • Belajar mengendalikan diri dan selalu aktif dalam mencari solusi, terbuka dengan pikiran dan perasaan.
  • Meminta saran dari orang terpercaya untuk mengatasi masalah yang sedang dialami.
  •  Belajar menerima suatu masalah yang sulit diatasi atau halhal yang tidak dapat diubah.
  • Berpikir positif dan memandang bahwa yang terjadi dalam hidup memiliki hikmah / nilai pelajaran untuk diri.
  •  Melakukan aktivitas fisik, meditasi, atau teknik relaksasi guna meredakan ketegangan emosi.
  •  Melakukan hal-hal baru yang menantang dan lain dari biasanya guna meningkatkan rasa percaya diri.

Jangan lupa juga untuk

  •  Menyisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai / hobi.
  •  Melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu orang lain.
  •  Menghindari cara-cara negatif untuk meredakan stres, mengganti dengan cara positif seperti berolahraga, rekreasi, memasak, berkesenian.
  •  Belajar dengan mengedepankan kualitas bukan kuantitas, sehingga manajemen waktu lebih baik dan hidup juga lebih seimbang.

“Mari bersyukur atas berkat tuhan dan mengembangkan talenta saat ini. Fokus pada apa yang sudah dimiliki dan mengembangkannya. Dibandingkan bersungutsungut atas apa yang belum dimiliki. Karena kesehtan mental bukanlah tren dan juga bukan hal yang tabu, kuy sehat mental!” pungkasnya.

Penulis: Ai Siti Rahayu

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed