by

Prinsip, Fungsi dan Sikap Toleransi

Kabar Damai I Selasa, 14 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Toleransi adalah sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai persatuan, kesatuan, dan kerukunan dalam bermasyarakat. Dilansir dari Psychology Today, toleransi adalah sikap adil, objektif, dan menghargai orang lain yang berbeda pendapat, kebiasaan, sifat fisik, ras, budaya, dan agama.

Manusia setiap individunya adalah berbeda, tidak ada orang yang sama persis di dunia ini. Toleransi mengajarkan kita untuk menerima perbedaan tersebut tanpa harus berselisih dan berperang.

Sikap toleransi ini ditunjukkan untuk menghormati adanya perbedaan pendapat, agama, ras, dan budaya yang dimiliki kelompok atau individu.

Toleransi berasal dari kata latin tolerare, yang artinya bertahan, sabar, atau membiarkan sesuatu yang terjadi. Di mana seseorang atau suatu kelompok memiliki sebuah kepercayaan sendiri dan tidak mengganggu atau menekan orang lain.

Baca Juga: Menerima Diri Langkah Awal Menebar Toleransi

Dalam buku Pluralisme, Konflik, dan Perdamaian (2002) oleh Elga Sarapung, prinsip toleransi yaitu: hidup menghormati dan jujur, memahami dan mengakui diri sendiri, tidak ada paksaan, tidak mementingkan diri sendiri maupun kelompok dan berpikir positif.

Fungsi Toleransi

Adapun fungsi toleransi, sebagai berikut:

Menghindari perpecahan negara plural seperti Indonesia, yang rentan terjadi perpecahan. Sehingga masyarakat harus dengan sadar dan menerapkan nilai toleransi agar Indonesia terhindar dari perpecahan, terutama berkaitan tentang agama. Mempererat hubungan antarmanusia, sikap toleransi menumbuhkan rasa kasih dan meningkatkian rasa persaudaraan antarsesama, sehingga menghindarkan adanya kesalahpahaman dan permusuhan.

Toleransi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan meningkatkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang warganya dapat menerima perbedaan orang lain. Meningkatkan ketaqwaan Semakin memahami tentang prinsip perbedaan, maka semakin sadar akan nilai toleransi. Semua agama mengajarkan hal baik dan penuh rasa kasih sayang antar sesama. Ketaqwaan seseorang dapat terlihat dari bagaimana cara manusia menerapkan ajaran agamanya masing-masing.

Indikator toleransi

Dalam jurnal ilmiah Skala Karakter Toleransi: Konsep dan Operasional Aspek Kedamaian, Menghargai Perbedaan, dan Kesadaran Individu (2017) oleh Supriyanto. Menyebutkan indikator toleransi dapat dilihat dari: tujuannya kedamaian, metodenya adalah toleransi.

Toleransi adalah terbuka dan reseptif pada indahnya perbedaan Toleransi menghargai individu dan perbedaan. Toleransi adalah saling menghargai satu sama lain Benih dari intoleransi adalah ketakutan dan ketidakpedulian Benih dari toleransi adalah cinta, diakhiri oleh kasih sayang dan perhatian.

Mereka yang tahu menghargai kebaikan dalam diri orang lain dan situasi adalah orang yang memiliki toleransi Toleransi adalah kemampuan untuk menghadapi situasi sulit Untuk mentolerir ketidaknyamanan hidup dengan melepaskan, menjadi santai, membiarkan orang lain, dan terus melangkah maju

Mengapa perlu memahami toleransi?

Tuhan menciptakan alam semesta dengan berbagai isinya yang beragam, termasuk manusia, hewan dan tumbuhan.

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, bahasa, suku bangsa, agama dan ras yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Keanekaragaman yang ada di Indonesia adalah sebuah kekayaan dan keindahan bangsa. Perbedaan itu merupakan rahmat, kekuatan dan karunia yang diwujudkan melalui sikap saling menghormati. Menghormati keanekaragaman akan menumbuhkan sikap toleran. Salah satu wujud dari toleransi adalah melakukan kerja sama dengan orang lain.

Sikap toleran terhadap keberagaman Dalam masyarakat majemuk atau beragam, sikap dan perilaku toleran wajib dijaga dan dikembangkan. Tanpa sikap dan perilaku yang saling toleransi, maka kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa tak mungkin terwujud.

Oleh karena itu walaupun bangsa Indonesia sangat beragam, tetapi keberagaman itu diikat oleh satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sikap dan perilaku saling toleransi dapat diterapkan dalam kehidupan beragama, keberagaman suku, ras, serta keberagaman sosial budaya di Indonesia. Berikut ini penjelasannya:

Sikap toleran dalam kehidupan beragama Setiap orang tentu meyakini salah satu agama atau kepercayaan yang ada. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Sikap toleran dalam kehidupan beragama di antaranya diwujudkan dalam bentuk, antara lain:

  • Melaksanakan ajaran agama dengan baik.
  • Menghormati agama yang diyakini oleh orang lain.
  • Tidak memaksakan keyakinan agama kita kepada orang yang berbeda agama.
  • Bersikap toleran terhadap keyakinan dan ibadah yang dilaksanakan oleh yang memiliki keyakinan dan agama yang berbeda.
  • Tidak memandang rendah dan tidak menyalahkan agama yang berbeda.
  • Sikap toleran terhadap keberagaman suku dan ras Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam etnis atau suku bangsa dan ras.
  • Perbedaan suku bangsa dan ras hendaknya dipandang bukan sebagai hambatan.
  • Perbedaan suku dan ras hendaknya menjadi sumber kekuatan dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia maupun dalam pergaulan antarbangsa di dunia.
  • Perbedaan tidak menjadikan suatu etnis dan ras tertentu lebih tinggi derajatnya dibanding etnis lain.
  • Hal yang membedakan adalah baik atau buruknya sikap dan perilaku seseorang, bukan etnis atau suku bangsa dan rasnya.

Sikap toleran terhadap keberagaman suku dan ras diwujudkan dalam bentuk, antara lain:

  • Mengembangkan semangat persaudaraan sesama manusia dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Bersikap baik kepada semua orang tanpa memandang perbedaan.
  • Sikap toleran terhadap keberagaman sosial budaya Sikap dan semangat kebangsaan merupakan sumber kekuatan dalam mempertahankan keberagaman budaya bangsa.

Sikap toleran terhadap keberagaman sosial budaya dapat dilakukan melalui:

  • Mengetahui keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
  • Mempelajari dan menguasai seni budaya sesuai minat dan bakat.
  • Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri.
  • Menyaring budaya asing Keberagaman dalam kehidupan sosial bukan hanya menyangkut sosial budaya tetapi juga menyangkut keberagaman sosial ekonomi maupun politik.
  • Perbedaan kondisi ekonomi maupun politik dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat hendaknya tidak menyebabkan perpecahan. Sebaliknya, keberagaman justru menjadi pendorong untuk lebih memperkuat kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Sikap Toleransi dalam Keluarga

  • Membantu pekerjaan rumah agar orang tua tidak kerepotan.
  • Menghargai perbedaan dalam anggota keluarga dengan tidak menghina, berlaku kasar, maupun mengucilkan.
  • Mendengarkan dan melaksanakan nasihat orang tua.
  • Tidak membantah orang tua dengan kata-kata kasar dan nada bicara yang tinggi.
  • Tidak marah saat membantu nenek/ kakek yang sudah tua untuk beraktivitas.
  • Tidak memaksakan pendapat kepada anggota keluarga.
  • Membantu pekerjaan dan mengurus anggota keluarga yang sedang sakit.
  • Tidak berisik saat jam tidur karena dapat mengganggu keluarga lain saat beristirahat.

Sikap Toleransi dalam Sekolah

  • Tidak menghina teman karena warna kulit, agama, berat badan, ras, kebiasaan, dan pendapat yang berbeda dengan kita.
  • Tidak mengucilkan teman yang dianggap berbeda.
  • Berteman baik dan bersikap ramah dengan siapa saja tanpa memandang status sosial.
  • Tidak berisik dan menganggu teman maupun guru saat sedang belajar.
  • Mematuhi aturan dan tata tertib sekolah.
  • Membantu teman saat sedih, kesulitan, maupun tertimpa bencana.
  • Menghibur teman yang sedang sedih dan tidak menyepelekan masalahnya.
  • Menghormati semua orang di sekolah baik guru, satpam, petugas kebersihan, penjaga kantin, maupun penjaga perpustakaan.

Sikap Toleransi dalam Masyarakat

  • Tidak menganggu tetangga dengan menyetel lagu keras-keras maupun berbicara dengan terlalu keras.
  • Berlaku baik dan ramah tanpa membedakan ras, suku, agama, budaya, maupun ciri fisik.
  • Menolong tetangga yang kesulitan tanpa mengharapkan imbalan.
  • Tidak berkata kasar dan menghina orang lain yang berbeda dengan kita.
  • Tidak menganggu kegiatan ibadah agama yang berbeda dengan agama diri sendiri.
  • Tidak memaksakan pendapat, merasa paling benar, dan merasa pendapat orang lain yang berbeda adalah salah.
  • Memecahkan masalah dengan cara musyawarah dan kekeluargaan bukannya perselisihan juga peperangan.
  • Sikap Toleransi dalam Lingkungan
  • Tidak membuang sampah sembarang tempat seperti sungai, pinggir jalan, maupun halaman rumah orang lain.
  • Membuang sampah dengan benar terutama sampah yang basah, bau, dan beracun.
  • Tidak mengotori lingkungan dengan limbah dan sampah.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed