by

Potret Kampung Toleransi di Bandung, Vihara, Masjid dan Gereja Berdiri bersebelahan

Kabar Damai I Senin, 21 Juni 2021

Bandung I Kabardamai.id I Kota Bandung menjadi destinasi berlibur bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Kota yang indah dan terkenal dengan udara yang dingin serta banyaknya destinasi wisata yang ada membuat banyak orang pergi kesana. Namun, hal menarik dari Bandung tidak hanya terbatas pada hal tersebut diatas karena kota ini pula kini dihuni oleh berbagai keanekaragaman budyaa dan juga agama.

Perbedaan bukan menjadi hal yang aneh di Bandung, justru hal tersebut menjadi sumber kedamaian bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan berdiri sebuah kampung toleransi yang menunjukkan potret kerukunan sosial dan antara umat beragama disana. Hal ini terlihat pada RW 04 dan 05, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol.

Baca Juga: Potret Toleransi, Rumah Adat Tionghoa Akan Dibangun di Kubu Raya

Kelurahan Balonggede dihuni oleh berbagai latarbelakang masyarakat. Berbagai suku dan agama serta ras berada disana. Kelurahan ini layak direpresentasikan sebagai kampung toleransi yang dibuktikan dengan berdirinya tiga rumah ibadah secara berdampingan yaitu Masjid As-Salam dan Vihara Karuna Mukti. Tak jauh darinya, melewati beberapa rumah berdiri pula sebuah gereja bernama Kalam Kudus.

Dilansir dari humas.bandung.go.id, Lukman Hamim yang merupakan ketua kampung menyatakan bahwa kampung toleransi merupakan rumah bersama bagi masyarakat.

“Adanya perbedaan bukan menjadikan kita terpecah belah, gontok-gontokan, dan menimbulkan kelemahan dalam menjaga kesatuan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Lukman juga menyatakan bahwa peresmian Balonggede sebagai kampung toleransi tidak sekedar peresmian simbolis namun benar-benar menjadi representasi dari toleransi itu sendiri. Melalui hal tersebut, ia berharap dapat membawa perdamaian dan kerukunan bagi masyarakat yang ada disana serta disekitarnya.

Komitmen Pemerintah Bandung Merawat Toleransi

Selain di Balonggede, beberapa kampung toleransi juga sebelumnya sudah diresmikan oleh Pemkot Bandung. Beberapa lokasi tersebut antara lain di Kelurahan Jamika, Kelurahan Paladang dan di Komplek Dian Permai Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial menyatakan bahwa toleransi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara sadar bersama-sama merawatnya.

“Negara kita itu tanah surag. Kita diberi kekayaan alam, kemajemukan masyarakat, dan masih banyak lagi. Kita harus mensyukurinya. Salah satu cara untuk mensyukuri adalah dengan menjadi warga yang toleran,” ungkapnya.

Di Belonggede sendiri, walaupun tiga rumah ibadah berdiri bersebelahan namun tidak pernah terjadi gesekan antar agama. Komunikasi yang baik selalu dibangun guna menumbuhkan kesadaran masyarakat antar agama dalam rangka mewujudkan kerukunan. Hal ini menjadi potret baik yang dibangun oleh pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Bandung yang toleran.

Sumber: Liputan6.com I humas.bandung.go.id

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed