by

Potensi Edukatif Manusia dalam Al-Quran

Kabar Damai I Rabu, 27 Oktober 2021

Jakarta I kabardamai.id I Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang dibekali dengan potensi-potensi edukatif. Potensi-potensi tersebut yaitu pendengaran, penglihatan, dan akal (hati). Lalu dengan potensi-potensi tersebut manusia kemudian dapat mengembangkan dirinya untuk kemudian berubah menjadi lebih baik.

Potensi ini kemudian jelas oleh Allah cantumkan ke dalam Ayat Al-Qur’an dalam surat An-Nahl ayat ke 78. Ayat tersebut memiliki arti:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun dan Dia (Allah) kemudian memberikan kamu pendengaran, penmglihatan dan hati nuranin agar kamu bersyukur.”

Dari ayat ini kita dapat menyimpulkan bahwa manusia sejatinya ketika terlahir di dunia pada awalnya tidak mengetahui apapun. Sejalan dengan itu, sains kemudian baru-baru ini membuktikan ke absolutan dari ayat ini. Karena pada awalnya indra yang berfungsi terlebih dahulu yaitu pendengaran, kemudian selanjutnya Allah memberikan indra penglihatan yang kemudian Allah sebutkan dalam An-Nahl ayat 78 sebagai urutan yang kedua, dan terakhir Allah memberikan akal atau hati nurani setelah manusia mampu memfungsikan kesemua indra yang dimilikinya.

Baca Juga: Pengantar Studi Al-Quran (Bagian V-Selesai)

Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah memberikan potensi-potensi edukatif terhadapa manusia agar manusia mampu mengembangkan potensi edukatifnya uintuk terus berkembang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Karena itu potensi edukatif ini harus kita manfaatkan agar dapat memaksimalkan diri kita sendiri.

Dan tentunya hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah menikmati kenimatan yang telah Allah berikan atas segala potensi edukatif yang telah Allah berikan.

Dari ayat ini kita juga tahu bahwa ketika bayi lahir ke dunia dalam keadaan lemah selanjutnya bayi itu berinterkasi dengan dunia luar, diberikan pendidikan oleh orang tua dan lingkungan sekitar, sehingga lama kelamaan bermetformosis dari manusia yang tidak mengetahui apapun menjadi manusia yang mengetahui banyak hal. Hal ini terjadi karena manusia mengembangkan potensi edukatif dan difungsikan secara berproses dan terus menerus.

Dalam proses pembelajaran potensi pendengaran merupakan instrument yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Karena dengan pendengaran lah kita dapat mengetahui informasi dan menerimanya kemudian menerapkan hasil pengetahuannya dari pendegaran. Kemudian dengan potensi penglihatan manusia dapat membaca banyak hal dan pengetahuan baik secara terkstual dan kontekstual untuk terus berkembang.

Begitu pula dengan potensi akal atau hati nuranin. Dengan memiliki akal manusia dapat memindai mana hal yang baik dan mana hal yang buruk, mana hal yang harus ditinggalkan dan mana yang harus dilaksanakan, dengan semua potensi ini manusia bisa menjadi makluk yang paling unggul dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Selanjutnya dari ayat ini kita juga dapat mengatahui bahwasanya ke semua potensi yang telah Allah berikan merupakan alat agar manusia dapat mencapai dua tujuan hidup yang harus dilaksanakannya. Tujuan manusia hidup tersebut adalah untuk mengeksploitasi sebanyak-banyaknya karunia Allah yang telah Allah sediakan di dunia baik itu kekayaan alam atau hal lainnya yang ada di dunia. Pengekspoitasian tersebut dilakukan untuk kemaslahatan hidup umat manusia.

Jadi, tujuan hidup manusia yang pertama adalah memanfaatkan karunia Allah untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi. Lalu tujuan hidup manusia yang kedua adalah untuk senantiasa mencari keridhaan Allah untuk mendapatkan martabat yang tinggi di hadapan Allah SWT.

Karena tujuan hidup inilah manusia diberikan potensi edukatif, maka sebagai umat manusia kita harus memaksimalkan semua potensi edukatif untuk dua tujuan hidup manusia yang paling utama. Jangan lupa juga untuk senantiasa bersyukur di setiap kesempatan atas segala kenikmatan berupa potensi yang telah Allah berikan kepada umat manusia, sungguh Allah merupakan dzat yang Maha pengasih lagi Maha penyayang.

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed