by

Pierro Pioppo: Anak Muda Harus Membuka Ruang Dialog Kedamaian dan Kerjasama

Kabar Damai I Minggu, 18 April 2021

Roma I Kabardamai.id I Uskup Agung Pierro Pioppo, Duta besar Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia memaparkan, bahwa saat ini dunia sedang berada dalam masa penuh intoleransi. Karena itu anak muda diajak untuk turut serta menjadi protagonis demi masa depannya sendiri. Anak muda harus membangun jembatan persahabatan, untuk menjangkau orang-orang yang berbeda agama dan mebuaka ruang dialog kedamaian dan Kerjasama.

Hal ini disampaikan oleh Pierro Pioppo pada webinar internasional berjudul Youth and Religious Tolerance in Digital Era yang diselenggarakan KBRI Vatikan dan Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu, Jumat (16/4/2021).

Era digital ini merupakan tantangan tersendiri untuk membangun dan memupuk persaudaraan dan persatuan tersebut. Internet merupakan tools, tergantung bagaimana kita bisa menjawab tantangan dan memanfaatkan internet dan media sosial menjadi peluang membangun kerukunan. Semua pihak, termasuk kaum muda dari semua agama perlu memanfaatkan internet untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Di media sosial, terkadang orang-orang tertentu bisa mengatakan apapun yang mereka mau tentang agama, bahkan dengan cara yang ngotot dan ofensif sehingga kemudian membuat agama lain merasa rendah diri mengenai keyakinan-keyakinan mereka dengan melemahkan kepercayaan mereka,” terang Pierro.

Baca Juga : Benny Susetyo: Generasi Milenial Harus Gunakan Gadget Terapkan Nilai Pancasila

Pierro melanjutkan, “Sebagai tambahan , ujaran kebencian, hoaks, beredar dengan mudah di internet sehingga perilaku ini bisa membawa orang lain kepada kesalahan, bahkan kekerasan atau intoleransi,” tuturnya.

Para panelis lain dari webinar ini yang berasal dari Indonesia dan Vatikan telah mewakili pemuda dari organisasi kepemudaan Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Khonghucu serta dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain Pierro, para panelis juga menyatakan bahwa para pemimpin, termasuk tokoh agama, merupakan figur penting dalam toleransi beragama. Mereka adalah panutan bagi para pemuda, karena itu mereka juga perlu memberikan contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Ditegaskan pula bahwa, sikap toleransi harus dimulai dari diri sendiri, dari dalam seseorang dan bukan karena paksaan orang lain.

Para pembicara juga menyoroti pentingnya pendidikan, termasuk bagi kaum muda. Pendidikan yang baik, baik formal maupun informal, termasuk pendidikan dalam keluarga, akan menghasilkan insan yang memiliki jati diri yang kuat dan pada saat yang sama menjalankan ajaran agama secara benar.

Dialog antar agama tidak boleh hanya berlangsung di dalam diskusi, atau berhenti di ruang kelas saja, namun harus dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

 

Penulis : Ai Siti Rahayu

Editor: Ahmad Nurcholish

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed