by

Pidato Pemimpin Dunia Jamaah Ahmadiyah Tentang Kebebasan Beragama

Kabar Damai | Rabu, 13 Juli 2022

London I Kabardamai.id I Pada 5 Juli 2022, Pemimpin Dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad berpidato di sesi pembukaan sesi pleno International Ministerial Conference on Freedom of Religion or Belief 2022 melalui pesan video yang sudah direkam.

Acara yang diadakan di Queen Elizabeth II Centre di London ini diselenggarakan oleh pemerintah Inggris yang bertujuan untuk mendorong peningkatan aksi global terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan dan menyatukan pemerintah, anggota parlemen, tokoh-tokoh agama, dan masyarakat sipil.

Dalam sesi pembukaan ini di antara para pejabat tinggi dan pemimpin agama, terdapat juga pesan yang disampaikan oleh Pangeran Wales dan Perdana Menteri Inggris.

Dalam sambutannya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad memuji tujuan konferensi ini dan beliau menguraikan ajaran Al-Qur’an tentang kebebasan beragama dan menitikberatkan bahwa orang-orang harus kembali kepada Pencipta mereka dalam mewujudkan perdamaian sejati yang abadi.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan “Kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak asasi manusia yang harus dipertahankan dan dilindungi bagi siapapun, dimanapun. Meskipun kita hidup di dunia yang semakin sekular, di mana orang-orang telah menjauh dari agama, tetapi jutaan orang di seluruh dunia tetap memegang teguh nilai-nilai agama dan mereka menganggap penting menjalani hidup mereka sesuai dengan keyakinan dan agama mereka.”

Huzur menyebutkan penganiayaan yang dihadapi oleh Muslim Ahmadi karena keyakinan mereka pada Islam dan beliau menjelaskan bahwa Muslim Ahmadi tidak akan pernah menanggapi kebencian itu dengan kebencian yang sama.

Baca Juga: Mengapa Perlu Membela Ahmadiyah?

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan “Jamaah Muslim Ahmadiyah sendiri telah menjadi korban persekusi agama yang berat, sampai-sampai diberlakukan suatu undang-undang yang buruk terhadap kami yang mencegah jamaah kami untuk menyatakan dan menjalankan keyakinan dasar mereka. Selama beberapa dekade, Muslim Ahmadi telah menjadi sasaran tanpa kasihan hanya karena keyakinan mereka, dan banyak di antaranya yang kehilangan nyawa akibat serangan yang sangat tidak manusiawi dan biadab oleh para ekstremis agama.”

Berbicara tentang bagaimana para Ahmadi menanggapi persekusi, Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan dan menyatakan:

“Kami [Muslim Ahmadi] tidak pernah dan tidak akan pernah menanggapi kebencian dan kekejaman seperti itu dengan cara yang sama. Sebaliknya, tanggapan kami akan selalu berupa cinta dan damai. Kami mengatakan kepada Muslim ataupun non-Muslim bahwa menurut ajaran Islam semua orang harus bebas menganut dan menjalankan keyakinan agama mereka secara damai.”

Huzur kemudian berbicara tentang penekanan Al-Qur’an pada perlindungan kebebasan beragama.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan “Allah Ta’ala telah mengabadikan kebebasan berkeyakinan dan kebebasan hati nurani sehingga Al-Qur’an menyatakan bahwa izin untuk menggunakan kekuatan hanya diizinkan sebagai tanggapan kepada orang-orang yang berupaya melenyapkan agama di dunia ini. Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa seandainya tidak ada upaya tangkisan terhadap orang-orang yang berusaha menghancurkan agama, maka tidak akan ada gereja, sinagog, kuil, masjid, atau tempat ibadah lainnya yang aman, yang di dalamnya nama Tuhan banyak disebut. Oleh karena itu, Al-Qur’an telah menjadikan kewajiban umat Islam untuk melindungi hak orang-orang dari setiap agama dan menjadikan kebebasan berkeyakinan sebagai landasan agama kami.”

Huzur juga menggarisbawahi pentingnya keyakinan kepada Tuhan dalam mewujudkan perdamaian sejati.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan “Sebagai seorang yang beragama, merupakan keyakinan saya dengan sepenuh hati bahwa kebebasan sejati dan perdamaian abadi di dunia tidak mungkin tercapai sebelum umat manusia datang untuk mengenali Penciptanya, memenuhi hak-hak-Nya dan bertindak sesuai dengan perintah-perintah-Nya. Baik kita cenderung beragama ataupun tidak, kita harus mengakui bahwa ada satu Tuhan, yang merupakan Pencipta yang menguasai semua makhluk-Nya, oleh karena itu adalah tugas kita untuk memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak seluruh umat manusia.

Sebagai penutup, Hazrat Mirza Masroor Ahmad berdoa “Semoga Allah Ta’ala dapat mewujudkan kebebasan beragama dan kerukunan sejati, dan semua komunitas dan semua penduduk dunia dapat menjalani kehidupan mereka dengan bebas sesuai dengan keyakinan mereka.”

Sumber: Alislam.org

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed