by

Pesan Dr. Muhammad Najib Kepada Generasi Muda Indonesia

-Peacetrain-33 views

Kabar Damai | Kamis, 21 April 2004

Jakarta I Kabardamai.id I Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menyelenggarakan Peace Train Indonesia ke-13 dengan tajuk Goes To Spain. Perjalanan menikmati keindahan Spanyol secara virtual. Kegiatan ini mendapat antusias peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir Goes To Spain berlangsung. Rabu, (20/4/2022).

Dalam tour virtual kali ini, turut hadir Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Spanyol yang turut menjelaskan tugas pokok dan fungsinya serta pengalamannya ketika berada di Spanyol. Tidak lupa, dalam pembukaannya secara daring tersebut pula ia memberikan pesannya kepada generasi muda yang ada di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa generasi muda harus dididik atau diarahkan agar dapat melihat masa depan dengan kacamata positif dan optimisme. Hal ini agar generasi muda mudah dan ringan dalam mengakses masa depan.

Ia juga menambahkan, dengan melalui hal tersebut maka energi positif dapat berjalan maksimal. Energi positif tentu sangatlah penting, hal ini karena jika energi negatif lebih banyak maka akan berdampak pada danpak yang buruk pula.

Menurutnya, ditengah terus berkembangnya dunia saat ini, penting untuk memantau perkembangan teknologi dan meminimalisir berkembangnya hoax pula.

“Saat ini kita sedang memasuki masa sosial media yang mulai berkembang, khususnya 10 tahun terakhir, mayoritas didominasi hoax dan ditopang oleh data sehingga banyak yang mempercayai. Hoax juga terus menyebar dan dapat diakses oleh banyak orang dengan sangat mudahnya,” jelasnya.

Darisana, ia menuturkan bahwa peran ICRP dan juga generasi muda sangat besar, terlebih perihal tuntutan  untuk berkontribusi dalam kehidupan bersama, berbangsa dan bernegara. Juga kontribusi terhadap perdamaian dunia.

“Kita harus menyadari bahwa dunia sudah berubah dengan cepat dan ancaman semakin nyata sehingga peran kita dituntut lebih besar pula” tuturnya.

Baca Juga: Pura Adya Dharma Menuntun Manusia Menuju Pada Kebenaran Tertinggi

Walaupun demikian, semangat menjalani harus tetap dilakukan. “Jangan anggap ini sebagai beban, tapi sebuah opportunity, sebuah kepercayaan dari para founding father yang diturunkan kepada kita atas kepercayaan bahwa kita sebenarnya bisa menjalaninya,” tambahnya..

Ia menjelaskan bahwa para founding father sudah membuat dasar kehidupan, namun ada tantangan yang pasti harus dilalui, yang dapat melaksanakan agar dapat melewatinya dengan sukses ialah terus berusaha.

“Semakin berat rintangan akan semakin tinggi level seseorang, jika dilihat dengan ukuran sukses adalah agar sukses pribadi dan juga yang lebih besar,” ungkapnya.

Keunikan Spanyol dan Jejak Sejarah Kekuasaan Islam

Dalam pemaparannya tersebut pula, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Spanyol ini menuturkan bahwa Spanyol adalah negara yang sangat menarik, menarik karena mayoritas masyarakatnya Katolik namun cukup toleran.

Ia bercerita, saat paskah, ia diundang oleh seorang wali kota dan mendatanginya. Disana, wali kota merasa senang karena hanya ada 20 undangan yang datang dan hanya ada 2 orang muslim, lebih jauhbya hanya ia yang berpuasa.

Mengetahui hal tersebut, ia kemudian mendapatkan perhatian lebih dalam menyaksikan pasta paskah dimana ia ditempatkan didekat kursi cardinal. Juga saat datang waktu berbuka, ia disiapkan makanan yang khusus.

Penting untuk diketahui, walaupun mayoritas masyarakat Spanyol non Islam, namun Spanyol sekitar 800 tahun lamanya dahulu sebelumnya berada dibawah kekuasaan Islam. Islam meninggalkan jejak yang positif di Spanyol. Renaisans yang muncul di Barat dalam bentuk revolusi di Inggris dan Prancis ada jejak Islam baik dalam bangunan fisik maupun ilmu.

“Makanan, nyanyian, lagu-lagu saling mempengaruhi dan terdapat pesona arab yang dominan. Dalam alat musik, ada gitar spanyol yang juga hasil modifikasi dari masyarakat dari alat musik gitar yang ada di Arab,” ujar Muhammad Najib.

Walaupun demikian, hubungan antara kelompok agama yang berbeda dan harmonis juga tidak terhindarkan dari vaksi politik yang berebut kekuasaan. Terakhir, sembari memberikan pesannya, ia menutup sambutannya dan mempersilahkan tour virtual dilaksanakan.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed