Pernyataan Sikap ICRP terhadap Aksi Bom di Depan Gereja Katedral Makassar

Kabar Utama127 Views

Kabar Damai | Senin, 29 Maret 2021

 

Jakarta | kabardamai.id | Kabar duka kembali menghampiri negeri tercinta ini, peristiwa bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, tepat usai Misa Perayaan Minggu Palma dan memasuki Pekan Suci bagi umat Katolik. Insiden tersebut kembali melukai hati kita, kemanusiaan kita yang terus berupaya menjaga perdamaian kita semua. Oleh karena itu diperlukan aksi-aksi konkret untuk dikerjakan bersama agar tragedi seperti ini betul-betul tidak akan terulang lagi.

Baca Juga : DPN PAKIN: Agama Mengajarkan Cinta Kasih, Bukan Terorisme

Namun penting pula, untuk mempertanyakan kembali mengapa tragedi seperti ini terulang lagi? Apakah karena langkah yang kita lakukan selama ini hanya ‘sekedar’ tanpa betul-betul memiliki arti? Atau kita semua, pemerintah, lembaga-lembaga terkait, tokoh-tokoh agama, bahkan masyarakat masih berjalan sendiri dengan egonya masing-masing?

Mencermati pernyataan-pernyataan yang sudah disampaikan oleh rekan-rekan lembaga jaringan, maka dengan ini kami dari Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) mengajak kita semua untuk:

  1. Seluruh lembaga perlu melakukan sinergi dengan berbagai lembaga lain dalam ikhtiar deradikalisasi. Sebab selama sinergi itu tidak terjalin, energi yang kita sudah keluarkan tidak akan pernah bisa menghadapi intoleransi, radikalisme, dan terorisme
  2. Semua kalangan terus menerus diingatkan bahwa ini merupakan perjuangan bersama yang panjang. Oleh karena itu perlu untuk menggaungkan pesan-pesan damai melalui berbagai media yang dilakukan oleh semua pihak.
  3. Tokoh-tokoh agama dan Lembaga terkait dengan tegas dan urgent mendorong pemerintah untuk memastikan dalam pelajaran sekolah adanya nilai-nilai kebinekaan dan pendidikan inklusif.
  4. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memperbanyak ruang dialog yang dapat mencapai keluarga-keluarga. Karena penting untuk menanamkan nilai-nilai kebinekaan dan Pendidikan inklusif sejak dini, agar kesadaran masyarakat terbangun, dan masyarakat bisa memberikan sumbangsihnya demi terciptanya perdamaian.
  5. Memastikan bahwa pengajaran yang diberikan oleh setiap tokoh-tokoh agama terus menerus memberikan pemahaman agama yang luas dan mendalam, dan juga counter narasi radikalisme
  6. Menindak tegas, tokoh-tokoh agama yang mengajarkan ujaran kebencian dan tidak memberi ruang kepada siapapun yang bertindak radikal.

 

Atas nama Pengurus Yayasan ICRP

Jakarta, 29 Maret 2021

Ketua Umum ICRP          : Musdah Mulia

Sekretaris Umum ICRP   : Romo Johannes Hariyanto

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *