by

Pernyataan Sikap Aksi Bersatu untuk Perdamaian

Kabar Damai I Selasa, 06 April 2021

 

Makassar I Kabardamai.id I Undang-Undang No. 5 Tahun 2018 seperti dilansir dari Paralegal.id menuliskan bahwa Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Baca Juga : Surat Wasiat Jihadis dan Ideologi Islamis

Aksi terorisme yang terjadi di Indonesia beberapa pekan terakhir menjadi perhatian banyak pihak. Tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan, masyarakat sipil juga turut mengutuk dan bersama-sama bersatu untuk menyuarakan perdamaian. Hal ini seperti yang dilakukan oleh organisasi lintas sektor di Makassar mengadakan aksi bagi-bagi bunga dan pita hitam sebagai wujud respon atas aksi terorisme yang terjadi.

Dikutip dari Makassarterkini.id, 45 organisasi lintas sektor tersebut secara bersama-sama melaksanakan pernyataan sikap Aksi Bersatu untuk Perdamaian, sebagai berikut:

  1. Bahwa fanatisme, radikalisme dan intoleransi yang disebabkan oleh paham keagamaan yang sempit, paham ektrimisme kekerasan, dan kepentingan politik telah menyasar dan merasuki generasi muda yang menjadi potensi terjerumus dalam terorisme dan menjadi teroris.
  2. Bahwa aksi teroris ini membangun pemahaman keliru dan stigma kepada perempuan berhijab dan bercadar yang juga berpotensi mendapatkan perlakukan kekerasan dan diskriminasi dari masyarakat lainnya sebagai tindakan reaktif merespon dan meyikapi peristiwa-peristiwa terorisme.

Sebagai bentuk empati, Aksi Bersatu menyampaikan pernyataan sikap atas aksi bom bunuh diri. Hal itu sebagai pelajaran penting bagi seluruh anak bangsa.

  1. Mengecam keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Kekerasan atas nama apapun apalagi dengan bunuh diri adalah tindakan yang tidak beradab dan jauh dari nilai dan ajaran agama;
  2. Menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tindakan yang telah menimbulkan ketakutan, kekacauan, mengancam dan mengorbankan nyawa manusia, serta merusak sendi-sendi persatuan bangsa Indonesia;
  3. Menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam pada para korban tak berdosa. Teriring doa semoga semua korban cepat pulih dan segala bentuk kerugian yang ditimbulkan dapat teratasi;
  4. Mendukung pemerintah dalam melaksanakan amanat konstitusi untuk melindungi dan memenuhi hak kebebasan beragama dan berkeyakinan
  5. Mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk bekerja secara profesional dalam memelihara rasa aman masyarakat, menginvestigasi dan mengusut tuntas secara objektif, komperhensif, terukur dan transparan, motif pelaku hingga jaringan dan aktor di balik tindakan kekerasan tersebut;
  6. Menghimbau kepada masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang akan mengembangkan berbagai prasangka, serta tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan;
  7. Mendorong seluruh pemuda-pemudi untuk lebih pro-aktif untuk mencegah berkembangnya ideologi yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  8. Mengajak kepada semua pihak untuk terus memperkuat saling pengertian, menghormati, memercayai, menerima perbedaan, dan semangat kebersamaan antar semua golongan/kelompok di negeri ini, demi keutuhan dan persatuan Indonesia;
  9. Menghimbau media massa dan pengguna media sosial untuk menyampaikan pemberitaan atau komentar yang meneduhkan dan menenteramkan.

Koordinator Kita Bhinneka Tunggal Ika Therry Alghifar dan Syaiful Alim dari ICJ Makassar.

Lembaga:
1. Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR Sulsel)
2. KITA Bhinneka Tunggal Ika
3. Gusdurian Makassar
4. Persaudaraan Lintas Iman (PLI)
5. Masagena Center
6. Mahabbah Institute For Peace and Goodness (MIPG)
7. Oase Intim
8. PMII Metro Makassar
9. Yayasan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (Yayasan Perdik)
10. Institute of Community Justice (ICJ)
11. Kohati Sospol Unhas
12. Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP)
13. Organisasi Pemuda Katolik
14. Dewi Keadilan Sulsel
15. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar
16. YPMIC – Peace Indonesia South Sulawesi (PISS)
17. Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
18. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wil. Sulsel
19. Persatuan Umat Budha (Permabudhi)
20. Pemuda Konghuchu Indonesia (PAKIN)
21. Forum Perempuan Pemimpin Makassar (FPPM)
22. Peacegen Makassar
23. Duta Damai Sulawesi Selatan
24. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulsel
25. JALIN HARMONI Sulsel
26. Muslimah – ABI,  SulSel
27. Ikatan Jamaah Ahlul Bayt Indonesia (IJABI) Sulawesi Selatan.
28. Aliansi Perdamaian Makassar
29. Forum BARANI Makassar.
30. Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sulsel
31. Solidaritas perempuan Anging Mamiri
32. Millah Abraham
33. FIK ORNOP Sulsel
34. MASIKA ICMI Sulsel
35. Komunitas Sehati Makassar
36. Komunitas Satu Atap
37. Bersama Institute for Interfaith Encounter & Religius Litiracy (Bersama Institute)
38. Aliansi Remaja Independen Sulawesi Selatan
39. Komunitas Akhwat Peduli Lansia (KOALISIA)
40. Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP) Kota Makassar
41. WALHI Sulsel
42. Kontras Sulawesi
43. KNPI Kota Makassar

 

Sumber:  Paralegal.id I Makassarterkini.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed