by

Perlunya Masjid Ramah Disabilitas di Indonesia

Kabar Damai I Rabu, 14 Juli 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Kebutuhan masjid yang ramah disabilitas saat ini sangatlah perlu keberadaannya. Hal ini disadari oleh setidaknya tiga hal, pertama karena kuantitas disabilitas yang sangat banyak, kedua berhubungan dengan usia tertentu disabilitas khususnya lansia disabilitas untuk tetap beribadah ke masjid dan ketiga tingkat kerentanan Indonesia yang berada didaerah cincin api sehingga musibah dan bencana sering terjadi dan menyebabkan adanya kerusakan dan juga rentannya fisik dari masyarakat yang kemudian berdampak musibah.

Drs. H. Agus Salim, M.Pd.I, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag RI menyetujui hal tersebut. Melalui podcast Bimas Islam, ia menyayangkan kini banyak yang membangun masjid dan mengutamakan kemewahan namun tidak memperhatikan jamaah disabilitas.

“Sekarang ini ada cenderungan orang Indonesia membangun masjid itu indah, mewah tapi tidak ramah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus dan punya kekurangan fisik, tidak bisa naik keatas karena tidak diisapkan. Sepertinya membuat bangunan masjid itu untuk orang sehat semua,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa disabilitas juga ingin mendapatkan ketenangan dan hak batiniah dengan beribadah. Oleh karenanya penting adanya masjid ramah disabilitas.

Baca Juga: Muhammadiyah Tiadakan Sholat Idul Adha di Masjid, Bukan Tanda Akhir Zaman

“Kami punya satu program bahwa kita dalam membangun masjid itu harus peduli terhadap disabilitas. Karena mereka juga butuh akan pelaksanaan ibadah, kita juga ingin agar hak-hak batiniahnya terpenuhi,” tambahnya.

Ia kini juga aktif menghimbau dan mengajak takmir masjid untuk mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang disabilitas di masjid, terlebih dengan masih banyaknya laporan-laporan disabilitas yang sulit beribadah hingga kini.

“Kita menghimbau kepada semua takmir, kita sedih banyak saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus tidak bisa melaksanakan ibadah seperti semestinya ditempat yang layak karena dibuat mewah tapi jalan keatas tidak ramah untuk disabilitas,”.

“Saya mendapatkan informasi  bahwa saat ada event disabilitas, ketika mereka hendak menjalankan ibadah kesulitan di Jakarta. Padahal di Jakarta masjid-masjid itu ramah terhadap disabilitas. Jadi ini tantangan buat kita,” jelasnya.

Komitmen memberikan pelayanan di masjid sangat besar bagi Kementerian Agama, memfasilitasinya di rumah ibadah salah satu caranya.

“Kami dari Kementerian Agama yang membawahi tentang kemasjidan, setidaknya kami memberikan informasi dalam membangun masjid ini juga harus memperhatikan disabilitas. Buat kami, disabilitas adalah mereka saudara kita, mereka ingin melaksanakan ibadah sehingga perlu difasilitasi dengan baik,” tuturnya.

Terakhir, ia menghimbau agar masjid tidak hanya dibangun bagus dan megah. Itu hal yang baik dan mulia namun akan lebih mulia jika semua dapat menikmati dan melaksanakan disana dengan baik dan tenang.

“Saya harap kepada seluruh masjid-masjid di Indonesia untuk membangun masjid, memperindah masjid itu hal yang bagus tapi juga diperhatikan bagaimana kaum disabilitas bisa menikmati masjid itu,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed