by

Peringatan 20 Tahun Tragedi 9/11, Berikut Faktanya

Kabar Damai I Minggu, 12 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Amerika Serikat (AS) menandai peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September 2001 atau 9/11 pada Sabtu (11/9/2021) waktu setempat dengan upacara khidmat. Momen kepedihan ini masih ditambah dengan “kado pahit” dari Afghanistan, di mana tentara Amerika hengkang dan Taliban menang perang di negara itu dengan mudah.

Peringatan serangan 11 September 2001 yang menyayat hati akan terungkap di masing-masing dari tiga lokasi di mana 19 pembajak pesawat dari kelompok al-Qaeda—kebanyakan dari Arab Saudi—menabrakkan pesawat yang penuh sesak, menyerang jantung budaya, keuangan dan politik Amerika Serikat dan mengubah dunia selamanya.

Baca Juga: Generasi Muda Harus Pahami Bahaya Paparan Paham Radikalisme dan Terorisme

Bagi Amerika Serikat (AS) insiden penyerangan terhadap gedung World Trade Center (WTC) di New York itu hingga kini masih menyisakan trauma dan duka mendalam, baik bagi keluarga korban maupun penyintas. Berikut rangkuman fakta tentang insiden 9/11 yang terjadi pada 11 September 2001 lalu.

1. Jumlah korban

Peristiwa 9/11 merenggut 2.997 nyawa. Sebanyak 19 pelaku yang terkait dengan kelompok al-Qaeda membajak empat pesawat. Dua di antaranya digunakan untuk menghantam gedung WTC. Pesawat ketiga diarahkan untuk menubruk Pentagon yang berada di luar Washington. Sementara pesawat keempat jatuh di sebuah lapangan di Shanksville, Pennsylvania.

2. Target

Pentagon dan Twin Towers dipilih sebagai target serangan karena diduga merupakan simbol AS, yakni kekuasaan serta globalisasi. Hal itu diperkirakan menjadi alasan mengapa para pelaku membidik kedua objek tersebut.

3. Regu penyelamat

Setelah serangan terhadap WTC, petugas darurat segera dikerahkan untuk menyelamat orang-orang di lokasi kejadian. Terdapat 412 petugas darurat dan 343 petugas pemadam kebakaran yang akhirnya turut tewas dalam operasi penyelamatan korban 9/11.

Lebih dari 6.000 orang terluka akibat insiden 9/11. Nama-nama korban meninggal dalam peristiwa itu dapat dilihat di sebuah monumen yang terletak di antara kompleks WTC.

4. Identikasi korban

Dua hari menjelang peringatan 20 tahun tragedi 9/11, dua korban meninggal berhasil diidentifikasi. Pertama adalah Dorothy Morgan, warga Hempstead, New York. Ia menjadi korban ke-1.646 yang berhasil teridentifikasi lewat analisis DNA. Sementara korban ke-1.647 adalah seorang pria yang namanya dirahasiakan atas permintaan keluarganya.

Morgan dan pria itu diidentifikasi oleh New York City’s Office of Chief Medical Examiner. Mereka menggunakan teknologi forensik baru dan kemajuan dalam ilmu DNA dalam proses analisisnya.

Identitas Morgan dikonfirmasi melalui tes DNA dari sisa-sisa jasad yang ditemukan pada 2001. Sementara Identitas pria yang tidak dipublikasikan identitasnya dikonfirmasi melalui potongan yang ditemukan pada tahun 2001, 2002, dan 2006.

Taliban Upacara Bendera Bertepatan 20 Tahun Tragedi 9/11

Taliban menggelar upacara bendera di Istana Kepresidenan Afghanistan pada Sabtu (11/9), bertepatan dengan peringatan 20 tahun tragedi 11 September 2001 di New York, Amerika Serikat.
Seperti dilansir Associated Press, upacara bendera itu dihadiri oleh para pejabat sementara Emirat Islam Afghanistan. Perdana Menteri Mohammad Hasan Akhund mengibarkan bendera Taliban tepat pada pukul 11.00 waktu setempat.

Menurut Kepala Multimedia Komisi Kebudayaan Taliban, Ahmadullahh Muttaqi, upacara itu juga menandai hari pertama pemerintahan Taliban yang terdiri dari 33 anggota kabinet.Upacara itu digelar dua pekan selepas Amerika Serikat memulangkan seluruh pasukan dan misi diplomatik mereka dari Afghanistan, serta menandai kembalinya kekuasaan Taliban di Afghanistan.

Taliban pertama kali mengibarkan bendera mereka di istana kepresidenan Afghanistan pada Jumat (10/9) lalu. Mereka juga melukis bendera mereka di pintu gerbang bekas gedung kedutaan besar AS di Ibu Kota Kabul.

Di sisi lain, warga AS memperingati 20 tahun tragedi 11 September dengan upacara di tiga lokasi yakni monumen bekas gedung World Trade Center di New York, Gedung Kementerian Pertahanan (Pentagon) dan sebuah lapangan di dekat wilayah Shanksville, Pennsylvania.

Taliban saat ini masih direpotkan dengan perlawanan dari kelompok penentang mereka yang dipimpin oleh mantan Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh, di Provinsi Panjshir.

Milisi Taliban dilaporkan menembak mati saudara kandung Saleh, Rohullah Azizi, saat diberhentikan di pos pemeriksaandi Panjshir. Sang sopir juga turut dihabisi Taliban.

 

Penulis: Ai Siti rahayu

Diolah dari berbagai sumber

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed