by

Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Didorong Kemenag Jalin Kerjasama Internasional

Kabar Damai I Rabu, 1 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Kementerian Agama (Kemenag) mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) untuk menjalin kerjasama internasional. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kemenag Tri Handoko Seto saat menyampaikan paparan kunci pada International Webinar Postgraduare Program IAHN Tampung Penyang Palangkaraya, Senin, 30 Agustus 2021.

Melansir laman Kementerian Agama RI, Webinar internasional yang diprakarsai Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Subash Chandra Dash dari Universitas Utkal, India. Ia juga dikenal sebagai penulis buku “The Land of Bali”.

“Kami mengapresiasi IAHN Tampung Penyang yang senantiasa produktif selama pandemi, dengan cara menggelar webinar dan menjalin hubungan dengagn dunia internasional. Salah satunya dengan menghadirkan Prof. Dr. Subash Chandra Dash dari Universitas Utkal, India, sebagai pembicara dalam webinar kali ini,” ujar Dirjen Bimas Hindu Tri Handoko Seto.

Tri berpesan agar PTKH meningkatkan peringkat reputasi internasional, melakukan kerja sama internasional yang ditindaklanjuti di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Terutama, kami berharap webinar internasional kali ini tidak hanya berakhir dengan diperolehnya sertifikat. Akan tetapi, perlu ditindaklanjuti dengan riset maupun penguatan pengajaran Pendidikan Hindu,” tegas Tri Handoko, dikutip dari kenenag.go.id (31/8).

Tri berharap kolaborasi internasional ini dapat ditindaklanjuti menjadi hubungan dua negara. Tidak hanya Kerjasama dengan IAHN Tamping Penyang saja, tetapi juga dengan Lembaga Pendidikan lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Hindu dan Ajaran Menjaga Kesehatan Saat Pandemi

Dalam kesempatan tersebut Tri juga memaparkan secara singkat tentang pengetahuan Weda dan pengetahuan barat. Ia menekankan bahwa pengetahuan barat sangat maju dalam teknologi yang mana membuat hidup manusia lebih mudah, sedangkan pengetahuanan Weda merupakan pengetahuan yang kompleks  yang di dalamnya berisi kebenaran sains dan memandang manusia sebagai subjek yang lengkap.

Sementara, Rektor IAHN Tampung Penyang Palangkaraya menyampaikan bahwa kegiatan webinar tersebut sangat tepat dilaksanakan dalam kondisi saat ini dan berharap dapat memberikan positif bagi semuanya.

“Saya berharap kita dapat menerima banyak informasi dan inspirasi melalui webinar ini, khususnya terkait dengan Hinduisme,” ujar Rektor IAHN Tampung Penyang Palangkaraya.

 

Sejarah IAHN Tampung Penyang Palangkaraya

Melansir laman iahntp.ac.id, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Sekolah Pendidikan Guru Agama Hindu (PGAH) Kaharingan Parentas yang telah ada sejak tahun 1983.

PGAH dipimpin oleh Walter S. Penyang dibawah Naungan Yayasan Dwi Jendra Cabang Palangka Raya sebagai wujud nyata dari upaya lembaga agama yaitu Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MB-AHK) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kalimantan Tengah beserta tokoh-tokoh yang berjasa dalam merintis pendirian PGAHK Parentas tersebut seperti Bapak Simal Penyang, Lewis KDR BBA, Drs. Liber Sigai, Drs. Oka Swastika, SH, IDM Greh Putra, Bajik R. Simpei dan I Wayan Madu, Drs. Walter S. Penyang, Drs. Kundit U. Djunas dan Drs. Arton S. Dohong.

Pendirian PGAH dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia di bidang pendidikan, memenuhi tenaga pendidik khususnya guru Agama Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan tingkat jenjang Diploma II (D.II), Diploma III (D.III) dan Sarjana (S.1).

Sejak tanggal 6 September 1986 keluarlah SK Yayasan Dwi Jendra Cabang Palangka Raya Nomor : 02/YDC/PR/IX/1986 tentang pendirian Sekolah Tinggi Agama Hindu Kaharingan Tampung Penyang Palangka Raya.

Ijin operasional berdasarkan Surat Dirjen Bimas Hindu dan Buddha No: II/PP.009/1189/1987 tanggal 4 Nopember 1987.  STAHK Tampung Penyang pada saat itu dipimpin oleh Dekan yaitu Bapak Lewis KDR,BBA, dengan status terdaftar pada Dirjen Bimas Hindu Depertemen Agama Republik Indonesia.

Selanjutnya pada Tahun 1992 terjadilah pergantian pimpinan STAHK Tampung Penyang yang dilanjutkan oleh Ketua STAHK Tampung Penyang Palangka Raya Drs. Rangkap I Nau.

Karena prospek pengembangan STAH Kaharingan Tampung Penyang Palangka Raya untuk masa yang akan datang, maka segala upaya dan perjuangan serta terobosan dilakukan untuk meningkatkan status dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri.

Maka keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 27 Tahun 2001 tanggal 21 Pebruari tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dimana STAHN Tampung Penyang Palangka Raya dipimpin oleh seorang Ketua yaitu Drs. Midday, yang dilantik oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha Departemen Agama Atas Nama Menteri Agama RI.

Dibawah kepemimpinan Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil, sejak tahun 2014 mulai dilakukan rencana pengembangan STAHN-TP Palangka Raya, bahwa dalam rangka memperluas rumpun Ilmu Agama Hindu dan memenuhi tuntutan  perkembangan masyarakat, presiden menetapkan Peraturan Presiden tentang Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang yaitu tertuang pada Perpres No 31 Tahun 2018. [ ]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed