by

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Upaya Membangun Integrasi Bangsa

Oleh: Finella Kristofani Tarigan

 

Teknologi Komunikasi dan Informasi merupakan pengaplikasian pengetahuan dan keterampilan yang dimanfaatkan  manusia dalam menyampaikan informasi atau pesan dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan manusia (aktivitas sosial) agar tercapai tujuan komunikasi.

Dalam perkembangannya teknologi informasi dan komunikasi sejatinya sudah dimulai sejak zaman prasejarah, akan tetapi masih dalam wujud yang sangat sederhana dan terbatas.

Nenek moyang pada zaman dahulu berkomunikasi dengan cara melukis di dinding-dinding gua dan menggunakan bahasa tubuh. Kemudian, pada era 300 SM di Sumeria berkembanglah cara berkomunikasi dengan menggunakan simbol-simbol dalam huruf piktograf.

Pada masa dinasti Shang di Cina, sekitar 1570-1045 SM telah berkembang sistem menulis, pada masa itu surat menjadi alat komunikasi yang dipakai bahkan sampai saat ini masih digunakan.

Seiring berjalannya waktu dan majunya perkembangan teknologi, tentunya juga memberikan dampak dalam sistem informasi dan komunikasi. Pada tahun 1822, seorang ahli Matematika karena ketidaksengajaan yang awalnya hendak membuat mesin hitung justru menciptakan komputer (Difference Engine 0).

Munculnya komputer merupakan penanda awal mulanya, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi masa modern, pada tahun 1990-an lahirlah teknologi internet yang berkembang sangat pesat dan diterima baik oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Menjadi Penyuluh Agama Islam yang Inspiratif Melalui Pemanfaatan Teknologi

Komputer dan internet telah merubah banyak hal dalam sistem kehidupan manusia, membuat segala aktivitas menjadi lebih efisiensi dan efektif tentunya. Ditambah lagi, munculnya telepon yang bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan komputer, bahkan kini bertransformasi menjadi smartphone, benar-benar telah merubah peradaban manusia.

Kemudahan dalam mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia, memberikan kesempatan bagi setiap manusia untuk menambah khazanah ilmunya dan tidak terbatas akan pengetahuan. Selain itu, komunikasi yang tidak terbatas dan  mudahnya dalam mengakses, membuat dimana pun, siapa pun, dan kapan pun kita bisa menjangkau atau menjalin komunikasi.

Dilihat dari sudut pandang sosial, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi malah menciptakan keadaan bahwa manusia bukan menjadi pengontrol yang bijak, malah menjadi budak atau cengkraman teknologi. Informasi yang sangat mudah disebarluaskan dan dapat diperoleh siapa pun, tidak menutup kemungkinan bagi oknum-oknum yang ingin menghancurkan, menjatuhkan, menghasut atau adanya kepentingan pribadi  untuk menyebar berita-berita palsu (hoax), ujaran kebencian, yang bertujuan memecah belah persatuan bangsa.

Banyak kasus yang telah terjadi, mayoritas dari masyarakat yang minim akan literasi dan sentimen khususnya dalam isu-isu SARA menelan mentah-mentah tanpa mencari tahu fakta yang sebenarnya terlebih dahulu, akibatnya muncul kelompok-kelompok yang gencar untuk menghancurkan persatuan, dengan cara menyampaikan hal-hal yang tidak benar dan dibumbui dengan isu-isu sensitif.

Padahal adanya informasi dan komunikasi yang sangat maju dan mudah, seharusnya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi masyarakat untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan dan fakta yang sebenarnya.

Teknologi informasi dan komunikasi apabila digunakan secara benar dan sebaik-baiknya, justru akan menumbuhkan sikap toleransi antar manusia semakin besar, karena perbedaan-perbedaan yang ditampilkan melalui sosial media maupun media informasi lainnya, membuat kita belajar menghargai bahwa setiap manusia mempunyai latar belakang yang tentu berbeda, baik dari agama, suku, adat istiadat, dan budaya.

Namun, kenyataannya hal ini disalahgunakan kelompok-kelompok konservatif yang tidak mau menerima keberagaman atau perbedaan yang ada, dan mendorong kelompok-kelompok tersebut berupaya menanamkan sikap-sikap anti toleransi atau intoleransi. Pengaruh tersebut disebarkan baik untuk anggota-anggotanya maupun masyarakat luas, contohnya pelarangan adanya simbol-simbol yang mengarah ke agama tertentu (bukan agama kelompok), penghujatan agama serta penganutnya dan ujaran-ujaran kebencian, yang semuanya dapat dilakukan secara online atau media sosial.

Masalah utamanya, yang menjadi target kelompok tersebut, yaitu anak-anak muda yang masih labil dan mudah terpengaruh, dan orang tua yang literasinya sangat terbatas dan mudah mempercayai hal apapun dari jejaring media sosial. Oleh karena itu, manfaat dari teknologi informasi dan komunikasi dalam mencegah intoleransi, justru malah menjadi media yang paling mudah dalam meruntuhkan toleransi antar manusia.

Apabila keadaan ini dianggap sepele dan tidak ditindaklanjuti, saya yakin bahwa bukan hanya kita menjadi budak teknologi tapi juga jadi budak bagi oknum-oknum tertentu. Bukan teknologinya yang jahat dan harus dibasmi, tapi manusia-manusia yang salah menggunakan teknologi tersebutlah yang diamankan. Tapi kita juga bisa berupaya mengontrol diri sendiri, dengan cara:

Pertama, manusia harus tahu betul bahwa tidak semua yang ada di internet itu hal yang benar atau fakta. Oleh karena itu, apabila mendapat informasi-informasi yang masih simpang siur, cari tahu terlebih dahulu kebenarannya, jangan langsung menerimanya bulat-bulat. Khususnya pihak orang tua harus mengawasi anak-anaknya (remaja) dalam bermain handphone atau setidaknya jalin komunikasi (mengobrol,bercerita) yang baik dan intens dengan anak-anak sehingga mereka lebih terbuka dan jujur.

Kedua, untuk orang tua yang mudah percaya dengan informasi-informasi di jejaring sosial media, perlu juga adanya pendekatan atau dibicarakan secara baik-baik dan pelan-pelan, ataupun coba meminimalisir lama (waktu) mereka dalam menggunakan handphone. Sedangkan untuk oknum-oknum tersebut, perlu ditindaklanjuti dengan serius, untuk masyarakat apabila melihat ada kelompok-kelompok yang terindikasi tidak benar (menyimpang) segera laporkan kepada pihak yang berwenang dan tidak perlu takut.

Pihak pemerintah juga tidak boleh tinggal diam, bisa dengan memberikan hukum pidana yang berat bagi mereka yang mencoba menghancurkan persatuan dengan isu-isu sensitif. Pihak media sosial ataupun media informasi juga menyeleksi konten-konten yang akan mereka sebarkan, misalnya memblokir atau melarang adanya hal-hal yang menyinggung SARA.

Ketiga, yang paling penting dan utama menanamkan rasa nasionalisme dan sikap toleransi antar manusia. Hal ini merupakan komponen penting dalam upaya pencegahan terhadap aksi-aksi penolakan keberagaman, intoleransi dan menentang persatuan. Sikap toleransi yang kuat akan membuat kita menghargai setiap insan manusia dan pastinya kita akan menerima fakta bahwa manusia itu beraneka ragam.

Keberagaman yang ada bukan menjadi alasan untuk kita tidak bisa bersatu, menjalin integrasi, dan bekerja sama, tapi justru harus semakin erat dan kuat apalagi dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi, kita bisa memanfaatkannya dalam menyebarkan pesan-pesan untuk tetap saling menghormati dan mencintai tanah air.

Dengan adanya tugas membuat artikel dengan tema perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, menyadarkan saya sebagai anak muda bahwa masih banyak masyarakat diluar sana yang belum memaksimalkan dengan baik fungsi dari internet dan sosial media.

Kalau kita amati, akhir-akhir ini masyarakat semakin gampang “dibodohi” oleh berita-berita yang ada bahkan dengan pengetahuan yang minim dan hanya dibekali informasi simpang siur, memberontak pihak pemerintah, mengeluarkan fitnah-fitnah yang menyalahkan atau menyudutkan satu pihak, atas ketidak percayaannya akan satu hal.

Sebagai generasi bangsa, yang lahir dan tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi yang maju, membuat saya merasa bertanggung jawab khususnya dalam menyampaikan informasi melalui media sosial yang saya miliki (secara sederhana), sehingga apa yang saya sampaikan bukan hal yang menyesatkan tapi bisa mengedukasi.

 

Finella Kristofani Tarigan, Siswi SMAN 1 Pontianak

Diolah dari berbagai sumber

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed