Peran Perempuan Ahmadiyah dalam Menjaga Perdamaian

Kabar Damai | Rabu, 17 Mei 2023

Lampung | kabardamai.id | Dalam kegiatan Peace Train Indonesia (PTI) 15 yang diadakan oleh Indonesian Conference of Religion and Peace (ICRP) pada Sabtu (13/5) lalu, seorang tokoh perempuan Ahmadiyah Palembang berkesempatan membagikan ceritanya mengenai kegiatan perempuan Ahmadiyah dalam membawa toleransi.

Sekretaris Sehat Jasmani dan Taklim, Nur Inda F.Qoyum menyebutkan beberapa kegiatan Ahmadiyah dalam peningkatan kapasitas diri seorang perempuan. Menurutnya sebagai seorang yang akan menjadi ibu, maka perempuan perlu memiliki keterampilan untuk mendidik anaknya.

“Ahmadiyah juga mengadakan pertemuan semacam peningkatan kapasitas seorang ibu dalam mendidik anak, baik dalam hal tarbiatnya, dalam hal pendidikan agamanya,” katanya.

Beberapa kegiatan yang dilakukan perempuan Ahmadiyah dalam peningkatan keterampilan yaitu, keterampilan memasak dan keterampilan membuat kerajinan tangan. Hal ini diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai modal awal dalam memulai suatu usaha.

Lebih lanjut, kegiatan yang dilakukan tidak hanya terkait duniawi, tetapi juga dalam rangka meningkatkan kemampuan beragama.

“Dalam segi agamanya, kita meningkatkan kapasitas dalam hal ta’lim tarbiatnya, jadi pengetahuan agamanya, ngajinya, dan itu juga diturunkan ke anak-anaknya nantinya,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya peningkatan kapasitas ini juga dalam hal keterampilan mengajarkan bagaimana bersikap toleransi beragama, sebab mengajarkan hal tersebut kepada anak-anak harus dimulai dari usia dini.

“Keterampilan seorang ibu itu masuk salah satu untuk toleransi beragama. Jadi kita harus menanamkan apa itu Ahmadiyah. Karena kita berbeda, sehingga kita juga harus menghormati perbedaan antar beragama,” jelasnya.

Tak hanya itu, perempuan juga dapat bertindak sebagai inisiator dan penggerak bagi suaminya. Perempuan dapat berperan secara aktif di internal maupun eksternal Ahmadiyah. Perempuan diberikan ruang untuk menjadi pembicara di berbagai kesempatan.

“Kita juga ada program dimana wanita Ahmadi juga diharapkan menjadi pembicara, malah ya pembicara di komunitas yang non-Ahmadi,” pungkasnya.

 

Penulis: Antuk Nugrahaning Pangeran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *