by

Peran Penting Media Massa dalam Sosialisasikan Penanggulangan Terorisme

Kabar Damai I Kamis, 24 Juni 2021

Jakarta I kabardamai.id I Media massa sangat penting sebagai wadah untuk mensosialisasikan apa yang telah dikerjakan pemerintah kepada masyarakat dalam penanggulangan terorisme. Melalui media massa, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan diri akan penyebaran paham intoleran dan radikalisme.

“Kini BNPT mengemas informasi akan bahaya terorisme dengan lebih menarik, agar dapat diterima oleh masyarakat, terutama generasi milenial,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, MH dalam siaran pers, Selasa, 22 Juni 2021.

Menurut Boy, dilansir dari damailahindonesiaku.com (22/6), era perkembangan teknologi membuat instansi pemerintah terus berinovasi dan mengembangkan jaringan komunikasi dengan media massa. Khususnya untuk mendiseminasikan kebijakan pemerintah sesuai

amanat undang-undang. Sehingga, dukungan media massa juga dirasa perlu untuk BNPT.

Boy Rafli juga mengatakan, dalam upaya pencegahan yang komprehensif, BNPT juga sudah meluncurkan Peraturan Presiden tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 pada 16 Juni 2021.

Dalam Perpres ini, Boy menekankan BNPT memiliki tiga pilar dalam menjalankan rencana aksi yang telah disesuaikan dengan program kerja dari Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah.

Ketiga pilar ini adalah pencegahan, penegakan hukum, dan kerja sama di tingkat domestik serta internasional. Ia mengatakan ada 130 program rencana aksi, dari hulu sampai hilir untuk melawan terorisme.

Boy mengatakan, BNPT kini bekerja sama dengan 46 Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam Tim Sinergisitas untuk mendorong upaya pencegahan terorisme di lima wilayah dengan metode soft approach.

“Bagaimana untuk menyejahterakan warga setempat agar tidak terpapar paham

ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” ucap Boy.

Bagaimana Peran Nyata Media Massa?

Mayor Inf Suwandi, Pasilakpin Subdit Opini Bidpenum Puspen TNI, dalam tulisannya berjudul Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia, yang dimuat di tangerangonline.id (6/7/2018), menyebut bagaimana seharusnya posisi media dalam pemberitaan terorisme sehingga bisa memberikan kontribusi positif bagi ketahanan nasional?

Menurut dia, berdasarkan Undang-Undang RI no. 40 tahun 1999 tentang Pers pada  pasal 9 ayat 1 khususnya alenia 2 menjelaskan bahwa Pers Nasional mempunyai fungsi dan peranan yang penting dan strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Untuk itu, imbuhnya,  terkait terorisme, media massa memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk turut serta membatasi persebaran faham terorisme dengan pemberitaan yang lebih bersandar pada kesadaran moral, sebaiknya reportase yang terkait teroris dipilah sebelum disiarkan dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.

“Dalam kasus terorisme, pemberitaan media semestinya tidak hanya mengedepankan aspek bisnis semata atau menaikan rating namun media harus bisa memberikan kritik dan masukan bagi pemerintah dan masyarakat bagaimana menyikapi kasus terorisme. Peran media dalam pemberitaan terorisme diharapkan tidak menimbulkan ekses negatif bagi pemirsa/pembaca, dan diharapkan dapat mencegah lahirnya teroris baru karena terinspirasi oleh pemberitaan,” terang Suwandi.

Ia menambahkan, apabila terjadi aksi teror disuatu tempat pejabat Humas atau Kepala Penerangan di lingkungan yang terkait hendaknya segera mengumpulkan data-data yang valid, selanjutnya memberikan keterangan pers kepada awak media secepatnya.

“Hal ini penting agar informasi kejadian tersebut tidak dipublikasikan menurut opini pribadi awak media yang akhirnya informasi bergulir  liar  dan kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membentuk opini publik sesuai kepentingan kelompoknya,” ujarnya.

Wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, jelas Suwandi,  harus berpedoman pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik, dengan tujuan agar wartawan mempunyai rasa tanggung jawab dalam menjalankan profesinya, karena produk jurnalistik yang dipublikasikan di media massa memiliki efek yang luar biasa bagi masyarakat secara luas.

Baca Juga: Upaya Komunitas Mendorong Media Massa Peduli Keberagaman

Selain itu fungsi Dewan Pers mempunyai peranan penting dalam mengontrol  dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik oleh insan pers.

Menurut Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Pers, Dewan Pers berfungsi antara lain; melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain, melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers, menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik.

“Fungsi tersebut harus benar-benar dilaksanakan dengan baik, apabila ada yang melanggar harus diingatkan dan diberikan sanksi sesuai peraturan dan Undang-Undang yang berlaku, agar pers di negara kita dapat melaksanakan tugasnya dengan seimbang dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Dari uraian diatas betapa pentingnya peran media massa dalam membantu membatasi berkembangnya teroris di Indonesia.

“Untuk itu media dalam memberitakan aksi terorisme harus wajar dan tidak berlebihan, berita yang disajikan harus tetap dalam kerangka menjaga ketahanan dan keamanan nasional serta kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Suwandi. [damailahindonesiaku.com/tangerangonline.id]

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed