by

Peran Pemuda dalam Pembangunan Bangsa Melalui Kegiatan Community Development

Kabar Damai I Minggu, 19 September 2021

Bekasi I kabardamai.id I Pemuda sebagai agen perubahan harus memiliki kepekaan sosial dan mampu melihat permasalahan sosial dimasyarakat secara kritis.

Memiliki peran penting sebagai tulang punggung pembangunan bangsa, salah satunya dalam sektor pendidikan.  Seperti pada tujuan SDGs poin nomor 4 yaitu “Pendidikan Berkualitas: Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.”

Indonesia masih memiliki permasalahan dalam pemerataan terutama dalam aksesnya. Seperti yang terjadi pada anak-anak di pemukiman TPST Bentargebang Bekasi. Bantargebang yang terletak di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi, Jawa Barat sebagai TPST terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Milenial Memaknai Hidup dengan Konsep Ikigai

Meski pun Bantargebang sebagai tempat pembuangan sampah, faktanya dampak yang terjadi tidak hanya pada sektor lingkungan, namun juga pada pertumbuhan ekonomi. Warga pemukiman TPST Bantargebang mayoritas bekerja sebagai pemulung dengan pendapatan Rp. 200 – 800 perkilogram sampah. Masih terdapat banyak anak berusia 4 – 17 tahun di sekitar pemukiman.

Sayangnya, tidak semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Tidak sedikit juga anak yang harus membantu orang tuanya memulung sampah di bukit sampah untuk mencari nafkah.

Dokumentasi tahun 2018 saat observasi lokasi.

dokumentasi 2018

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bernama Global Empowerment Steps hadir sebagai suatu organisasi yang berfokus pada bidang pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Sejak tahun 2019, Global Empowerment Steps hadir sebagai community development dengan program relawan kepemudaan yaitu pada setiap kegiatannya melibatkan para pemuda dari berbagai kalangan usia dan pendidikan untuk menjadi relawan pengajar anak-anak di TPST Bantargebang.

Dengan program Bernama “Waktu Belajar”, Global Empowerment Steps melaksanakan kegiatannya dalam beberapa hari dengan materi yang berbeda pada setiap harinya. Mulai tahun 2019 sampai tahun 2021, Global Empowerment Steps sudah melibatkan kurang lebih 80 relawan sebagai tenaga pengajar. Materi yang disampaikan mulai dari secara teori sampai pada materi praktikum.

Character bulding menjadi salah satu dari materi teori dengan memberi contoh bagaimana seseorang bisa membangun karakter yang baik dan jujur. Dengan menyampaikan dialog keseharian sederhana yang dicontohkan oleh relawan pada anak-anak seperti bagaimana jika menemukan uang di jalan, apa yang harus dilakukan dan bagaimana bersikap bijak jika menemukan uang di jalan.

Lalu untuk materi praktikum Global Empowerment Steps bersama para relawan menyampaikan materi Information Communication Technology (ICT) untuk dipraktikkan langsung oleh anak-anak. Menggunakan laptop sebagai alat praktikum, anak-anak belajar mulai dari bagaimana cara menyalakan dan mematikan laptop, menggunakan aplikasi sederhana seperti Paint dan Microsoft Word.

Dalam praktiknya, anak-anak sangat antusias untuk belajar. Tak lupa praktikum dalam bidang kesehatan juga dilaksanakan, seperti cara sikat gigi dan cuci tangan dengan baik dan benar untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan itu sangat penting terutama dalam masa pandemi saat ini.

 

Dokumentasi 2020 saat pembekalan materi dan praktikum sikat gigi.
Dokumentasi 2020 saat pembekalan materi dan praktikum sikat gigi.
Dokumentasi 2020 saat pembekalan materi dan praktikum sikat gigi.
Dokumentasi 2020 saat pembekalan materi dan praktikum sikat gigi.

Kegiatan community development ini memberikan dampak yang dirasakan secara langsung oleh anak dan masyarakat sekitar pemukiman TPST Bantargebang yaitu secara perlahan mulai tumbuh rasa akan pentingnya pendidikan. Pemuda yang terlibat dalam kegiatan kerelawanan ini juga merasakan dampak yang baik.

Berkegiatan dengan terjun langsung mengajar anak-anak di pemukiman TPST dapat meningkatkan kepekaan sosial dan rasa empati pada sesama manusia. Selain itu, menambah relasi pertemanan dari berbagai latar belakang usia dan pendidikan serta menemukan wadah untuk bertemunya para pemuda dengan misi yang sama, yaitu membangun bangsa melalui kegiatan community development.

Dokumentasi 2019 dan 2020
Dokumentasi 2019 dan 2020

 

Penulis: Shofura Muroqobatullah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed