by

Penyebab Istihadhah dan Cara Mengatasinya

Kabar Damai I Jumat, 06 Agustus 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Kodrat seorang perempuan tak begitu banyak, satu diantaranya adalah mengalami menstruasi atau datang bulan atau proses mengeluarkan darah dari vagina. Namun, hingga saat ini masih banyak yang belum mengetahui secara benar perbedaan antara haid atau datang bulan dengan istihadhah. Padahal, memahami istihadhah juga sangatlah penting utamanya bagi perempuan.

Untuk dapat membedakan dan serta mengatasinya, Ustadzah Aulia Dilla Fareza memberikan penjelasan tentang istihadhah itu sendiri.

Menurutnya, darah istihadhah adalah darah yang tidak sesuai dengan ketentuan haid. “Darah istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita yang tidak sesuai dengan ketentuan haid dan nifas. Bagi orang yang istihadhah masih berkewajiban melakukan ibadah seperti salat, puasa dan sebagainya karena masih dihukumi seperti orang yang suci,” ungkapnya.

Berikut adalah penyebab dari istihadhah bagi perempuan menurut Ustadzah Aulia.

“Adapun penyebab istihadhah ada banyak, diantaranya. Pertama, darah yang keluar saat wanita belum mencapai usia haid yakni sembilan tahun kurang enam belas hari. Kedua, darah yang keluar kurang dari dua puluh empat jam. Ketiga, darah yang keluar melebihi lima belas hari lima belas malam. Keempat, darah yang keluar pada saat suci kurang dari lima belas hari lima belas malam,”.

“Untuk penyebab dari yang keempat ini, darah yang menggenapi hari ke lima belas bisa disebut darah istihadhah bila memenuhi syarat yaitu haid ditambah suci sudah ada lima belas hari lima belas malam atau lebih,” jelasnya.

Menurutnya pula, penyebab istihadhah yang lain adalah penyakit. Seperti contoh anak perempuan terjatuh kemudian perut atau vaginanya terbentur dan mengeluarkan darah terus menerus. Darah ini dikatakan darah istihadhah. Jadi, istihadhah itu tidak melulu darah yang keluar melebihi lima belas hari lima belas malam.

Baca Juga: Mengenal Qira’ah Sab’ah

Meskipun penyebab istihadhah itu banyak, tetapi wanita yang sudah dihukumi istihadhah itu cara bersucinya semua sama yaitu terlebih dahulu harus membersihkan kemaluannya, kemudian menyumbat jalan keluarnya darah dengan kapas atau sejenisnya untuk meminimalisir agar darahnya tidak keluar baru kemudian ia berwudhu.

Niatnya pun bukan untuk menghilangkan hadas akan tetapi agar diperbolehkan untuk melakukan salat. Mulai dari bersuci hingga ia mengerjakan solat harus dilakukan dengan segera.

Perempuan yang istihadhah harus mengulang bersuci jika menunda waktu salat. Namun, tidak berlaku pada beberapa ketentuan.

“Apabila dia berhenti atau tidak segera salat maka ia diwajibkan untuk mengulang bersucinya. Sedangkan apabila dia tidak segera salat karena menutup aurat atau menjawab azan atau menunggu jamaah itu diperbolehkan dan tidak perlu mengulang bersucinya lagi,” tuturnya.

Seluruh tata cara bersuci pada saat istihadhah ini harus dilakukan sebelum ia melakukan salat fardu dan pada saat setelah masuk waktu solat. Jika dia memiliki prasangka darahnya akan berhenti diakhir waktu solat maka ia diwajibkan untuk melaksanakan solat diakhir waktu.

Khusus bagi orang yang berpuasa baik wajib maupun sunah, dia tidak diperkenankan menyumbat kemaluannya. Karena ini membatalkan puasa.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed