by

Pentingnya Toleransi dalam Beragama Demi Menciptakan Perdamaian Abadi

Oleh : Al Findun Qoiriyah

Keanekaragaman yang ada di negara kita patut disyukuri karena merupakan suatu anugerah dari tuhan. Adanya perbedaan bukan malah dijadikan sebagai sumber kebencian dan konflik. Setiap individu memiliki kebebasan dalam beragama, tidak ada paksaan maupun diskriminasi. Melihat dari berbagai peristiwa kekerasan atas nama agama yang ada di Indonesia menjadikan makna agama tidak harmonis, penuh kebencian dan kecurigaan.

Toleransi beragama merupakan hal penting yang harus tertanam dalam diri manusia sejak dini, agar dapat hidup rukun dan sejahtera. Sikap toleransi adalah wujud nyata dari rasa saling menghormati suatu perbedaan.

Kita harus sadar bahwa negara kita multikultural yang mengkaji adanya perbedaan budaya dalam bangsa yang mampu memberikan kesadaran hidup berdampingan secara rukun. Hal ini dibuktikan dengan rasa toleransi dan saling menghargai. Keragaman tersebut menjadi identitas bangsa Indonesia yang berasas bhineka tunggal ika.

Alih-alih berbicara konflik yang ada di negara kita, sering kali kita jumpai bahwa kebencian mengatasnamakan agama hadir dari sikap yang tidak toleran atau intoleran kepada setiap perbedaan yang ada. Kurangnya kesadaran diri akan pentingnya menerapkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga seringkali melahirkan perpecahan dan konflik antar agama. Kasus ini perlu mendapat perhatian penuh setiap individu yang mana harus memiliki sikap terbuka atas perbedaan yang ada.

Sejauh dari pengalaman pribadi saya sebagai mahsiswa studi agama-agama dan orang yang beragama. Peran penting dalam menciptakan perdamaian dunia adalah melakukan dialog antar agama, berdiskusi tanpa menghakimi, menyalahkan, dan menjatuhkan kepercayaan yang berbeda.

Baca Juga: Hari Toleransi Internasional: Sejarah dan Tema Tahun 2021

Karena setiap agama yang lahir dari Tuhan mengajarkan kedamaian, memaafkan, sabar dan tenang. Tidak ada larangan bagi umat muslim untuk berperilaku baik dan tolong menolong terhadap siapapun tanpa melihat dari segi ras, suku, budaya, maupun agama selama tidak bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Bukan hanya di agama Islam saja. Dalam Budha, Hindu, Kristen, dan Konghucu juga mengkaji perdamaian.

Perlu kita ketahui sikap toleransi yang tumbuh dan mengakar dalam diri masyarakat mampu menghindarkan dari berbagai konflik. Pengetahuan tentang toleransi perlu dilakukan sejak dini. Agar agama dapat terjaga dengan baik serta hidup rukun berdampingan.

Dalam karya Roni Ismail menyatakan bahwa setiap keagamaan memiliki tujuan yang sama yaitu hidup damai sesuai ketentuan dari Tuhan masing-masing. Tidak ada satupun agama yang mengajarkan hujarat kebencian. Semua agama lahir untuk meraih kebahagiaan yang nyata di dunia dan akhirat.

Berdasarkan konteks menyatakan Indonesia merupakan negara yang berkebangsaan majemuk kurang sadar akan pentingnya sikap terbuka, memahami setiap keragaman. Sehingga sering terjadi perpecahan dan konflik antar agama.

Cara agar nilai toleransi benar-benar dapat tertanam dalam diri adalah mengenal lebih dalam agama yang kita percayai, berdialog terbuka dengan lintas agama, menghargai perbedaan dan tidak mudah menerima mentah isu-isu hoax. Dengan adanya nilai tersebut toleransi dapat tertanam dengan ikhlas dalam jiwa.

Setiap manusia menginginkan hidup damai tidak dengan kekerasan, kebencian, dan konflik. Hidup sejahtera adalah tuntutan setiap agama, maka dari itu perlu menjunjung tinggi nilai toleransi dan non diskriminasi kepada perbedaan yang ada.

Menghargai keragaman berarti mensyukuri nikmat dan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita. Menerapkan nilai pancasila agar menjadi bangsa idaman yang penuh kasih sayang dan perdamaian.

Sebagai bangsa yang cerdas mari bersama hidup rukun berdampingan, saling menghormati, dan mengasihi. Indonesia miskin toleransi, oleh karena itu perlu penegasan untuk menyadarkan sesama agar hidup cerdas tanpa adanya kebencian.

Harapan besarku sebagai bangsa Indonesia adalah semoga peran toleransi yang semakin maksimal nanti mampu menyadarkan anak didik supaya menerapkan nilai toleransi terhadap antar agama. Nilai ini perlu dikaji dalam pendidikan sekolah sejak dini, karena bagaimanapun pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa dan toleransi adalah bentuk nyata dari perdamaian dalam beragama.

 

 

Al Findun Qoiriyah, Mahasiswi Studi Agama Uin Sunan Ampel Surabaya

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed