by

Pentagon Batalkan Larangan Trump tentang Pasukan Transgender

Kabar Damai | Sabtu, 03 April 2021

Amerika Serikat | kabardamai.id | Bertepatan dengan Hari Visibilitas Transgender, Pentagon, pada Rabu (31/3), menghapus kebijakan era Trump yang sebagian besar melarang orang transgender untuk berkontribusi di kemiliteran.

Aturan tersebut, yang mengikuti perintah eksekutif dari Presiden Biden, memungkinkan orang transgender untuk mendaftar dan melayani negara secara terbuka sesuai gender yang mereka identifikasi dan menerima perawatan medis yang diperlukan.

Baca Juga : Mengenal Transgender

Aturan ini juga melarang diskriminasi atas dasar identitas gender. Perubahan tersebut mengikuti perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Biden pada bulan Januari yang memulihkan perlindungan yang diberlakukan selama pemerintahan Obama yang telah membuka militer untuk orang-orang transgender.

Perintah itu memberi waktu 60 hari kepada Departemen Pertahanan untuk mengevaluasi peraturan tersebut. Pentagon mengumumkan perubahan tersebut pada hari yang sama ketika Biden mengumumkan “hari visibilitas” transgender.

Presiden dan pejabat tinggi administrasi AS memposting di Twitter bahwa “hak transgender adalah hak asasi manusia” dan menyerukan orang Amerika untuk menghapus diskriminasi terhadap orang transgender.

Pembatalan larangan itu disambut sukacita oleh kelompok dan pendukung LGBTQ. “Kami secara konsisten mengatakan bahwa memulihkan kebijakan inklusi penuh untuk pasukan transgender akan langsung dilakukan. Ini adalah langkah besar untuk membuat militer kita lebih kuat dan adil. Ini juga mengakui penelitian bertahun-tahun yang menunjukkan bahwa satu standar untuk semua anggota dinas meningkatkan kesiapan dan memungkinkan rekrutmen personel yang memenuhi syarat seluas mungkin,” kata Aaron Belkin, Direktur Palm Center, dalam sebuah pernyataan.

John F. Kirby, sekretaris pers Pentagon, mengatakan dalam konferensi pers bahwa Departemen Pertahanan akan “memimpin dengan memberi contoh” dalam menangani masalah hak-hak transgender.

Diperkirakan 1.000 hingga 8.000 anggota pelayanan diidentifikasi sebagai transgender. Terkait hal ini, Stephanie Miller, Direktur Kantor Pentagon untuk Keanekaragaman, Kesetaraan dan Inklusi, menyampaikan, pihak Departemen Pertahanan mengakui bahwa jumlah itu tidak tepat dan bisa lebih tinggi. Perkiraan biaya untuk perawatan medis bagi pasukan transgender, yang oleh Presiden Donald J. Trump dijadikan alasan pelarangan, akan mencapai jutaan dolar per tahun.

“Hari ini, Pentagon benar-benar melakukan hal yang benar dengan menetapkan kembali kebijakan inklusi bagi anggota pelayanan transgender, yang sekali lagi akan dapat melayani secara terbuka dan bangga dengan identitas gender mereka,” Perwakilan Jackie Speier, Demokrat dari California dan seorang anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Meski langkah itu diharapkan, kecepatan yang terjadi menandakan kesediaan pemerintah Biden untuk menyoroti masalah sosial di Departemen Pertahanan. Pentagon juga telah melihat bagaimana militer menangani masalah pelecehan seksual.

Biden dan para pejabat Departemen Pertahanan juga bergumul dengan permasalahan ras di Pentagon, di mana para pejabat harus menghadapi fakta nyata: hampir satu dari lima dari mereka yang ditangkap sehubungan dengan pelanggaran Capitol pada 6 Januari memiliki hubungan dengan militer dan banyak dari mereka yang memiliki hubungan (atau berafiliasi) dengan organisasi supremasi kulit putih.

Setelah serangan itu, Pentagon telah mengadakan serangkaian sesi untuk menangani kelompok ekstremis dan supremasi kulit putih di militer.

Salah satu hal pertama yang dilakukan Lloyd J. Austin III setelah menjadi sekretaris pertahanan adalah memerintahkan satu layanan “berhenti (stand down)” untuk mengatasi ekstremisme.

Istilah tersebut mengacu pada suatu masalah yang menurut ia cukup penting sehingga perlu ditangani melalui diskusi dengan pasukan di seluruh dunia.

Di masa lalu, istilah tersebut berkaitan dengan keamanan atau serangan seksual atau bunuh diri. Term tersebut juga dapat mengindikasikan penghentian (program) sementara untuk fokus mengatasi suatu masalah serius (red.).

Diterjemahkan dari Nytimes.com oleh Hana Hanifah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed