by

Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Tumbuhkan Anti Radikalisme dan Terorisme

Kabar Damai | Kamis, 8 Juli 2021

Jakarta | kabardamai.id | Penguatan wawasan kebangsaan sangat kepada seluruh lapisan masyarakat sangat penting dalam menumbuhkan anti radikalisma dan terorisme. Karena itu, sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus terus menerus dilakukan.

“Saya kira program ini penting terutama tentang penguatan wawasan kebangsaan. Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara, sebagai ideologi negara. Maka secara terus menerus harus selalu ditanamkan kepada para pemuda,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali saat membuka Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Anti Paham Radikalisme dan Terorisme secara virtual dari Situation Room Kantor Kemenpora, Senayan, Senin, 5 Juli 2021.

Menpora Zainuddin, dilansir dari damailahindonesiaku.com (6/7),  terus mendorong agar empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI) senantiasa di-update secara terus menerus. Karena, program dari Deputi Pemberdayaan Pemuda telah sejalan dengan program prioritas Kemenpora.

Baca Juga: BPIP Susun Juknis Pembekalan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Paskibra

“Saya mengapresiasi apa yang digagas dan diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, saya kira kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kemenpora, dalam rangka implementasi program prioritas yang ketiga yakni penguatan Ideologi Pancasila dan karakter serta budaya bangsa di kalangan pemuda,” jelas Menpora dikutip dari laman tribunnews.com.

Menpora Amali kembali menyampaikan, khususnya untuk para generasi muda Indonesia agar diingatkan secara terus menerus dan dikuatkan tentang wawasan kebangsaan. Jangan sampai lelah dan lengah. Jika lengah maka akan perlahan-lahan ideologi-ideologi dari tempat lain akan masuk menggerogoti Pancasila dan akan berakibat pada kekuatan nasional bangsa.

“Kemenpora yang memiliki tugas dan fungsi untuk membina generasi muda, maka telah menempatkan program prioritas untuk penguatan ideologi dan karakter bangsa. Pengaruh paham-paham atau ideologi yang datang dari luar, masuk ke dalam negeri dan ditelan mentah-mentah, akan menimbulkan reaksi yang tidak baik untuk keutuhan NKRI dan bahkan tercermin munculnya paham-paham radikalisme dan terorisme,” terangnya.

Hal ini menurutnya, sangat berbahaya untuk kelangsungan NKRI. Semua warga bangsa harus menempatkan Empat Pilar Kebangsaan sebagai sesuatu yang menjadi wawasan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Banyak contoh negara-negara karena pengaruh ideologi dari luar akhirnya muncul perpecahan di antara warganya dan akhirnya bangsa itu terpecah-belah, misalnya Uni Soviet dan Yugoslavia,” ujar Menpora Amali mencontohkan.

Pancasila sebagai Panduan dan Pedoman

Ia menilai para pemuda sangat rentan dengan paham-paham yang datang dari luar, terlebih jika sudah dibenturkan dengan paham/ideologi keagamaan, maka akan menjadi pro-kontra yang berkepanjangan.

“Kita sebagai warga bangsa sudah jelas memiliki panduan, pedoman dan dasar yakni Pancasila. Ini yang harus dikuatkan, maka saya mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Deputi Pemberdayaan Pemuda untuk menguatkan itu,” tandas Menpora.

“Kemenpora terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan anti paham radikalisme dan terorisme, untuk itu kegiatan ini harus jelas output-nya. Dan outcome-nya juga harus terlihat jelas, sehingga program ini bukan sekedar program mengumpulkan orang, bukan sekedar berdiskusi tetapi ada tujuan dan menghasilkan suatu hal yang baik,” papar Amali menambahkan.

“Kita bantu BNPT yang sudah bekerja luar biasa sebagai leading sectornya. Kita sebagai supporting karena garapannya adalah anak-anak muda, maka ini menjadi penting untuk diingatkan, dikuatkan, diselenggarakan dan kita tidak boleh lelah merawat persatuan dan kesatuan, merawat ideologi bangsa dan tidak boleh bosan mempertahankan dan mengingatkan keberadaan kita sebagai NKRI,” pungkas Menpora Amali.

Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Anti Paham Radikalisme dan Terorisme secara virtual diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Butuh Kreatifitas

Sebelumnya, Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, RES Fobia mengatakan bahwa pembangunan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, terutama anak-anak harus menjadi muara dari perhatian dan pemikiran strategis semua komponen bangsa.

Namun, dilansir dari beritasatu.com (17/6), hal tersebut harus dilakukan dengan pendekatan kreatif dan persuasif. Sebab, generasi muda memiliki pola pikir dan cara pandang yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Dijelaskan, pola pendekatan kreatif dan persuasif ini harus menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa, baik itu TNI-Polri, pemerintah, lembaga negara, lembaga pendidikan, partai politik, tokoh agama, maupun organisasi masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Korem 073/Makutarama, Salatiga yang mengadakan kegiatan komunikasi sosial dengan melibatkan generasi muda pada Rabu, 16 Juni 2021.

Menurut RES Fobia, kegiatan semacam ini harus dilakukan terus menerus sehingga pemahaman tentang wawasan kebangsaan, bela negara, dan ketahanan nasional mendarah daging di dalam jiwa generasi muda.

Sebelumnya, Komandan Korem 073/Makutarama, Kol Arm Putranto Gatot Sri Handoyo, dalam sambutannya menyebutkan, acara komunikasi sosial ini merupakan bagian dari peran TNI dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat.

Pandangan Positif atas Keindonesiaan

Lebih lanjut RES Fobia menjelaskan, hubungan antara wawasan kebangsaan, bela negara, dan ketahanan nasional ini bersifat fundamental, strategis, dan konstruktif. Maksudnya, ketiganya merupakan konsep sekaligus dasar dalam rangka keberadaan yang strategis, kokoh, dan dinamis dari bangunan kualitatif Indonesia.

“Fakta geografis bahwa Indonesia merupakan negara besar ditambah adanya bonus demografi, masih harus senantiasa disikapi dengan komitmen serius kita semua untuk merawat hal tersebut dalam bingkai persatuan dan kesatuan Indonesia,” tandasnya, dikutip dari beritasatu.com.

Alumnus Fakultas Hukum UNS dan Graduate School of Policy Studies Kwansei Gakuin University, Jepang ini menegaskan, wawasan kebangsaan mempersyaratkan adanya pandangan positif atas keindonesiaan kita yang beragam. Karena itu membutuhkan kebersamaan dan kesatuan.

“Persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia sangatlah bersifat urgen. Hal ini juga menjadi tanda hidup bersyukur atas anugerah Tuhan kepada kita untuk mengembangkan kehidupan bersama. Jadi, harus ada kerja bertanggung jawab yang berkeadilan dan membawa kebaikan bersama,” tegasnya.

Sedangkan, terkait bela negara, Mitra Kerja Indeks Demokrasi Indonesia tersebut menandaskan, bela negara lahir dari kesadaran atas pergumulan hidup bersama, sekaligus sikap responsif atas kebanggaan eksistensial Indonesia sebagai bangsa besar, berwibawa, dan terhormat. Karena itu, keindonesiaan kita harus terus diperjuangkan untuk semakin menampakkan kehidupan yang juga bermartabat.

Disebutkan, bela negara diperlukan demi stabilitas nasional, terutama adanya keterpaduan, kebersatuan dan kegerakan bersama yang dinamis dalam menghadapi berbagai masalah bangsa.

Sementara  terkait ketahanan nasional, pengamat kebijakan publik tersebut mengatakan, ketahanan nasional merefleksikan mental, jiwa, dan kehidupan yang tangguh, teruji, dan kontributif dalam bentuk kemampuan untuk merajut saling pengertian, kasih kemanusiaan, dan kerja sama pada keberadaan lokal, kehidupan nasional, dan ekspresi internasionalitas Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Karena itu, dalam rangka membangun kesadaran atas ketahanan nasional maka penyegaran dan penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara tentu saja sangat memerlukan peran serta dan tanggung jawab nyata dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk sanggup mengartikulasi realitas multikulturalitas Indonesia. [damailahindonesiaku.com/kemenpora/beritasatu]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed