by

Penggerak Pemajuan Kebudayaan Indonesia Lewat Pelayaran KRI Dewaruci dan Laskar Rempah

Kabar Damai | Selasa, 07 Juni 2022

Surabaya I Kabardamai.id I Usai melepas KRI Dewaruci yang membawa para Laskar Rempah ke Makassar, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan rasa bangga atas rangkaian kegiatan pelepasan. KRI Dewaruci yang telah menjelajahi berbagai macam pulau di Indonesia, bahkan berbagai benua dinilai Nadiem sebagai wujud kekuatan dari budaya Indonesia sekaligus perayaan kebinekaan bangsa Indonesia.

“Di Hari Lahir Pancasila ini, sangat tepat kita meluncurkan suatu simbol kebinekaan kita sebagai bangsa Indonesia. Laskar Rempah, anak-anak muda dari seluruh Indonesia melakukan perjalanan di perairan Nusantara. Mereka adalah simbol Pelajar Pancasila dan sumber kekuatan bangsa kita,” ujar Mendikbudristek Nadiem saat jumpa pers usai acara Pelepasan KRI Dewaruci pada Muhibah Budaya Jalur Rempah di Dermaga Madura Tengah Koarmada II Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini, lanjut Nadiem, merupakan bagian dari diplomasi budaya dalam menyuarakan perdamaian dunia. Hal tersebut ditandai dengan pemasangan bendera berbagai negara di KRI Dewaruci.

Prinsip dari Pancasila pun, lanjut Nadiem, adalah perdamaian, keadilan, dan kebinekaan. “Kebinekaan global adalah salah satu dari enam profil Pelajar Pancasila.Itu menjadi tujuan dari transformasi Merdeka Belajar. Masyarakat Indonesia bukan hanya bangga menjadi rakyat Indonesia tetapi juga bangga menjadi masyarakat dunia. Kesatuan itu lah yang ingin kami tanamkan di generasi berikutnya,” tutur Mendikbudristek.

Laskar Rempah yang berjumlah 149 orang terdiri dari anak muda yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Pada awal perjalanan, sebanyak 35 orang Laskar Rempah tim Lada diberangkatkan dari Surabaya menuju Makassar. Para Laskar Rempah akan bergiliran menumpang KRI Dewaruci dan menempuh perjalanan membawa misi budaya di beberapa titik Jalur Rempah Nusantara.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menambahkan, kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini selaras dengan tugas pokok TNI AL yakni pemberdayaan wilayah pertahanan serta tanggung jawab TNI AL dalam menumbuhkembangkan cara berpikir masyarakat Indonesia untuk cinta terhadap tanah air Indonesia.

Baca Juga: Pesona Pulau Biak yang Menjadi Tuan Rumah Konferensi I Analisis Papua Strategis

“Para pemuda-pemuda Laskar Rempah kita ini sadar bahwa negara kita adalah negara kepulauan yang sangat kaya raya,” katanya. Menurut Wakasal, KRI Dewaruci akan menempuh jarak 3.289 mil laut selama 32 hari, membawa para peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah. Ia berpesan agar para Laskar Rempah menghayati makna pelayaran sehingga dapat meresapi jiwa bahari nenek moyang bangsa Indonesia sebagai pelaut-pelaut yang ulung.

“Merasakan kejayaan maritim nusantara, sekaligus mengagumi kekayaan dan kebesaran negara kita yang begitu luas dan beraneka. Serta membangun kebersamaan sesama peserta yang berasal dari berbagai daerah, sehingga dapat menjadi miniatur persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,” tutur Wakasal.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan kerja sama Muhibah Budaya Jalur Rempah akan berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Saat ini sampai setahun ke depan Laskar Rempah akan menjadi penggerak pemajuan kebudayaan,” pungkasnya.

Dari Surabaya KRI Dewaruci selanjutnya menuju Pelabuhan Makasar, Bau-Bau, Ternate dan Tidore. Kemudian menuju pelabuhan Banda Neira, Kupang, selanjutnya kembali ke Pangkalan Surabaya. Untuk penutupan Muhibah Jalur Budaya Jalur Rempah Tahun 2022 direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto.

Program Muhibah Jalur Budaya Jalur Rempah sangat strategis untuk memperkuat posisi Jalur Rempah Nusantara sebagai Jalur Budaya Warisan Dunia oleh UNESCO. Melalui program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat di berbagai daerah sekaligus memperkuat jejaring interaksi budaya antardaerah sehingga menimbulkan semangat nasionalisme, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan dan memanfaatkan Warisan Budaya dan Cagar Budaya Nasional sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sumber: Kemendikbud

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed