by

Pengamalan Sila Ke-2 Pancasila Dalam Kehidupan Kehidupan Sehari-hari

Kabar Damai I Minggu, 8 Agustus 2021

Jakarta I kabardamai.id I Pancasila lahir dari pemikiran para tokoh pejuang kemerdekaan pada tahun 1945 silam. Terdapat 5 dasar yang menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia, salah satunya dalam sila ke-2. Seperti apa bunyi sila ke-2?

Pancasila secara resmi dan sah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4. Dalam sejarah kemerdekaan, rancangan UUD 1945 dirumuskan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Baca Juga: Konsep Negara Hukum Pancasila Disebut Harus Tegas Dalam Konstitusi

UUD 1945 kemudian ditetapkan dan disahkan sehari setelah kemerdekaan Republik Indonesia oleh PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. PPKI dibentuk setelah BPUPKI dibubarkan.

Lantas, seperti apa bunyi sila ke-2 Pancasila?

Bunyi sila ke-2 adalah “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Menurut Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sila tersebut merupakan perwujudan nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, bermoral, dan beragama.

Terdapat 10 butir pengamalan sila ke-2 yang berhasil dirumuskan oleh BPIP. Kesepuluh nilai yang terkandung antara lain sebagai berikut:

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Dikutip dari buku Pasti Bisa: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas IV oleh Tim Tunas Karya Guru, berikut contoh pengamalan sila ke-2 dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat:

Contoh Pengamalan Sila ke-2 di Lingkungan Keluarga

  1. Melaksanakan kewajiban sebagai anggota keluarga.
  2. Menolong anggota keluarga yang mengalami kesusahan atau kesulitan.
  3. Menerima hak sebagai anggota keluarga.
  4. Gemar melakukan kegiatan untuk kepentingan bersama.

Contoh Pengamalan Sila ke-2 di Lingkungan Sekolah

  1. Melakukan kewajiban sebagai seorang pelajar.
  2. Menolong teman yang mengalami kesusahan atau kesulitan.
  3. Menerima hak sebagai seorang pelajar.
  4. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

Contoh Pengamalan Sila ke-2 di Lingkungan Masyarakat

  1. Menghormati hak-hak dan kewajiban yang dimiliki masing-masing orang sehingga tidak terjadi pelanggaran HAM.
  2. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia.
  3. Tidak membeda-bedakan suku, ras, bangsa, dan agama.
  4. Mengembangkan sikap peduli dan tolong menolong terhadap setiap orang.

Contoh penerapan sila kedua pancasila di lingkungan sekolah yaitu mencegah, melarang, dan menghentikan kasus perundungan terhadap siswa lain yang memiliki perbedaan. Contoh lainnya yaitu saling menghormati guru dan teman serta saling tolong-menolong dalam kebaikan jika mengalami kesulitan.

Contoh penerapan sila kedua di kehidupan sehari-hari di rumah yaitu menghormati orang tua, menyayangi saudara, dan berbuat baik kepada tetangga. Di samping itu, kita juga harus membantu kesulitan mereka. Di rumah dan di sekolah, contoh penerapan sila kedua pancasila lainnya yaitu tidak mudah main hakim sendiri, tidak merasa paling benar sendiri, serta tidak suka permusuhan dan pertengkaran agar disebut jagoan.

Contoh penerapan sila kedua Pancasila di kehidupan sehari-hari terutama dalam masa pandemi Covid-19 dan bencana alam yaitu memberikan empati atau rasa kasih sayang, juga pertolongan kepada orang yang sedang menderita baik secara keuangan, fisik, dan mental.

Itulah beberapa contoh pengamalan bunyi sila ke-2 yang bisa diterapkan oleh para siswa. [bpip.go.id/detikcom]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed