by

Pemuda dan Narasi Konflik Lintas Etnis

Oleh: Camelia

Konflik etnis adalah konflik yang terjadi secara horizontal antar anggota masyarakat yang memiliki latar belakang suku yang berbeda yang disebabkan oleh persaingan politik, ekonomi, sosial. Konflik antara suku, budaya dan ras serta keyakinan sangat sering terjadi. Dapat dilihat dengan hanya, di sekitar kita konflik ini terjadi baik dengan atau tanpa kekerasan. Bully atas nama etnis, misalnya konflik tanpa kekerasan.

Mengenai konflik etnis yang terjadi dan dapat kita lihat pada wilayah Kalimantan Barat. Konflik etnis di wilayah ini masih sangat besar. Masih adanya rasa keterbatasan dalam pengungkapan kebersamaan di antara perbedaan yang ada.

Masing-masing kelompok masih merasa kelompoknya yang paling benar. Padalah, kepercayaan dan budaya yang diyakini sebagai makhluk yang berkeyakinan dan kepercayaan serta berbudaya adalah hak masing-masing orang. Dan ini menjadi sangat penting karena Indonesia memiliki perbedaan dan bahkan beragam kebudayaan, kepercayaan agama, serta suku dan ras.

Bahaya dan dampak dari konflik yang terjadi pada generasi muda apa saja? Dampak konflik bagi orang muda yang paling terasa dalam hidup sehari-hari adalah terpecah belahnya generasi muda dimana hilangnya kebersamaan karena perbedaan etnis.

Persoalan ini kemudian sangat berpengaruh besar bagi individu atau sekelompok orang yang mengakibatkan perpecahan dari generasi muda, minimnya sosialisasi lintas individu dan ruang diskusi menjadi sangat terbatas. Sangat jelas, bahwa ini terjadi karena perbedaan dilihat sebagai ancaman.

Baca Juga: Indahnya Keberagaman

Selain itu juga adanya saling curiga antar kelompok karena berbeda suku dan kepercayaan. Saling curiga menjadi alasan untuk saling menghindari satu sama lain. Rasa persaudaran sebangsa pun hilang bersama dengan sikap percaya kepada yang lain.

Curiga membuat sekat menjadi sangat besar. Terutama pagi kelompok-kelompok yang pernah mengalami konflik. Selain itu, terjadi juga tidak saling menghormati tradisi antar suku. Bahkan ada yang merasa terganggu jika kelompok etnis lain merayakan kebudayaan mereka. 

Persoalan paling penting lain adalah intoleransi. Minimnya toleransi dalam masyarakat kadang membuat pemuda ingin benar dan menang sendiri. Ada upaya-upaya untuk menjadi dominan. yang dimana rasa saling toleransi terhadap perbedaan sangat minim, terkadang yang merasa dominan akan meninggi-ninggi dan yang tidak dominan juga tidak akan merasa ingin terkalahkan diantara keduanya tidak akan ada saling menghargai.

Didalam budaya ataupun suku terkadang terdapat dibagian individu atau kelompok berpemahaman bahwa suku dan budayanyalah yang paling benar.  disinilah munculnya tidak percaya dan tidak menghargai budaya dan suku tradisi kelompok lainnya, 

Dari konflik di atas pemuda harus mengambil peran sebagai generasi intelektual yang mampu membawa pemahaman tentang penyimpangan dari cara berpikir yang mengakibatkan konflik. Selain itu, orang muda harus mampu memperbanyak pengetahuan mengenai lintas etnis, mengadakan dialog atau membuka ruang-ruang perjumpaan lintas etnis kepada sesama orang muda dari berbagai perbedaan yang ada.  Dan, orang muda harus mampu membangun pemahaman baru tentang perdamaian.

Dunia digital juga menjadi tempat yang peting bagi pemuda untuk membangun jaringan perdamaian yang merangkul berbagai kalangan muda dari berbagai suku dan budaya. Aktifitas ini diharapkan dapat menghentikan warisan konflik yang terjadi dari generasi sebelumnya. 

Akhirnya, Kalimantan Barat adalah wilayah yang menantikan peranan pemuda untuk ambil bagian membangun masyarakatnya menjadi semakin damai dan kuat.

 

Camelia, Pemuda Katolik dan Peserta Sekolah Keemimpinan Pemuda Lintas Agama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed