Peluang Menghadirkan Ruang Perdamaian Masa Kini dan Mendatang

Kabar Utama1107 Views

Oleh: Willy Febrisiela Putri

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan alam dan etnik. Indonesia memiliki lebih dari 17.504 pulau dengan 34 provinsi, 1.340 suku bangsa, lebih dari 700 bahasa daerah, 300 kelompok etnis, dan masih banyak lagi warisan budaya yang Indonesia miliki.

Keberagaman ini semua dirangkul hangat oleh kesatuan Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda namun tetap satu).

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa sangat berpengaruh untuk menjaga perdamaian dari kekayaan ragam budaya yang Indonesia miliki. Pemuda Indonesia wajib sadar dan memegang teguh Pancasila sebagai pedoman hidup bernegara. Penanaman mental NKRI dengan nilai-nilai moral Pancasila wajib ditanamkan sejak usia dini.

Apalagi di era modern dengan tekknologi yang sangat berkembang epat seperti saat ini. Tidak masalah kita mengikuti tren yang sedang popular, namun kita sebagai pemuda wajib mengetahu batasan-batasan dalam bertindak.

Bukan berarti mereka yang mengikuti atau menyukai tren atau budaya dari luar adalah pemuda yang tidak cinta tanah air. Bukan juga mereka yang belajar budaya negara lain adalah mereka yang murtad dari Pancasila.

Justru sikap intoleransi seperti inilah yang menyebabkan perpecahan. Menegur dengan cara yang bijaksana merupakan alternative yang bisa kita lakukan (walaupun ketika di tegur sebagian dari mereka akan tersinggung) namun itu merupaka hal yang tepat untuk dilakukan daripada memberikan komentar kebencian agar mereka sadar.

Baca Juga: Kepemimpinan yang Inklusif dan Pluralis

Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki keberagaman budaya, justru kita harus menanamkan nilai-nilai tersebut pada diri kita sendiri. Dengan cara apa? Mau membuka mata dan hati kita harus sadar bahwa Indonesia sangat kaya dan perlu dijaga agar tidak hilang tergerus arus globalisasi.

Untuk itu, para penerus generasi bangsa ini haruslah di tanamkan. Pengemasan secara menarik dalam penyampaian (namun tidak mengubah makna) dapat menjadi inovasi dalam menanamkan nilai Kebhinekaan dan Pancasila. Berbagai kegiatan yang seru dan menarik dengan mengajak seluru pemuda-pemudi di seluruh Indonesia.

Kemudian mengangkat berbagai prestasi dari anak bangsa, mengapresiasi hasil karya mereka, menjadikan mereka yang berprestasi dan layak untuk dicontoh sebagai public figure serta mengadakan berbagai proyek-proyek tentang keberagaman untuk mengasah kreatifitas dan menampung inovasi dari pemuda pemudi Indonesia hingga ke pelosok dalam negeri. Mengemas dan mempromosikan keberagaman Indonesia dengan menggabungkan nilai tradisional dan teknik modern.

Sikap positif dan semangat muda dari para milenial Indonesia ini akan semakin mengahrumkan nama Indonesia. Mental milenial tidak akan menggerus jiwa Pancasila dalam dirinya.

 

Willy Febrisiela Putri, Pemuda Khonghucu dan Peserta Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *