by

Pelemparan Gereja di Samarinda Bermotif Sakit Hati, Bukan SARA

Kabar Damai I Sabtu, 10 Juli 2021

Samarinda I kabardamai.id I Polisi menyebut pelemparan batu ke Gereja Sidang Jemaat Kristus (GSJK) di Samarinda, Kalimantan Timur, tak berkaitan dengan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena motif SARA tersebut tak tergambar dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan usai menangkap dua terduga pelaku.

“Tidak ada kaitan dengan isu SARA, tapi sakit hati,” kata Andika saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Juli 2021, dikutip CNN Indonesia.

Andika menjelaskan bahwa salah seorang terduga pelaku pelemparan itu merasa kecewa lantaran tak diberikan izin menggunakan listrik gereja untuk keperluan berjualan.

Salah seorang pelempar batu itu merupakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar gereja. Dia membuka usaha minuman dingin dan memerlukan pemakaian listrik.

“Minta disambungkan listrik gereja, kemudian yang bersangkutan juga membayar. Cuma kemudian dari gereja ada pertimbangan-pertimbangan sehingga tak diberikan,” imbuhnya.

Sakit hati, terduga pelaku yang belum dibeberkan identitasnya ini kemudian melempar gereja dengan batu. Dia mengajak salah seorang kerabatnya untuk melakukan aksi tersebut bersama.

Sudah Ditangkap

Sementara itu Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan terduga pelaku pelemparan dan perusakan gereja di Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial MHM (38) ditangkap di rumah seorang eks bandar narkoba.

Menurut Ahmad, rumah tersebut terletak di daerah Jalan Pesut, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Namun, tidak dijelaskan apakah ada keterkaitan mantan bandar narkoba itu dengan aksi yang dilakukan MHM.

“Salah satu terduga pelaku MHM di daerah Jalan Pesut Samarinda di rumah saudara A yang juga (mantan) bandar narkoba,” kata Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Juli 2021.

Baca Juga: Siaran Pers Fakta Pembakaran Gereja GTM dan Ajakan Cerdas Bermedia Sosial

Ia menuturkan A memang merupakan seorang residivis yang pernah terlibat dalam aksi tindak pidana narkoba. A diduga merupakan bekas bandar narkoba.

“Iya seorang residivis,” jelasnya, dikutip dari tribunnews.com (9/7).

Diketahui, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri memang turut terlibat saat menangkap  Namun ternyata, pelaku belum terindikasi merupakan jaringan teroris.

“Belum ada indikasi jaringan teroris,” kata Ahmad Ramadhan kepada wartawan.

Sementara itu, Kabag Humas Polresta Samarinda, AKP Annisa Prastiwi menyatakan keterlibatan Densus dalam penangkapan kedua pelaku hanya bersifat antisipatif.

“Densus diikutsertakan hanya karena untuk mengantisipasi dari kejadian yang ditemukan, ditakutkan ada indikasi yang mengarah kepada terorisme atau SARA. Namun setelah ditemukan pelakunya tidak didapati hal tersebut,” ujar dia.

Lebih lanjut, Annisa menyampaikan motif pelaku pelemparan dan perusakan Gereja itu murni karena didasari oleh sakit hati. Dia tak terima tidak diperbolehkan mengakses listrik di gereja tersebut.

PGI Imbau Warga Tetap Tenang

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan atas peristiwa pelemparan batu oleh orang tidak dikenal ke gedung Gereja Sidang Jemaat Kristus di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Humas PGI Philip Situmorang mengatakan peristiwa pada Kamis lalu itu telah diproses pihak aparat kepolisian setempat dan pelaku telah ditangkap. Sementara pelaku lain sedang dalam pengejaran.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dari pihak kepolisian untuk menyelidiki aksi ini,” kata Philip dalam keterangannya, Kamis, 8 Juli 2021.

Philip mengatakan pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku melakukan pelemparan batu yang mengakibatkan sejumlah kaca gedung gereja pecah dan rusak. Gedung gereja sementara ini kosong tidak digunakan karena pandemi Covid-19, karena aktivitas peribadatan dilakukan seara daring.

PGI juga mengimbau warga, khususnya di Samarinda, Kalimantan Timur, untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian serta berharap peristiwa pelemparan batu tidak terjadi lagi. [cnnindonesia.com/tribunnews.com]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed