by

Pelaksanaan Idul Adha dan Kurban Harus Terapkan Prokes Ketat

Kabar Damai I Senin, 19 Juli 2021

Jakarta I kabardamai.id I Perayaan Idul Adha tahun ini masih dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Semua kegiatan keagamaan seperti Salat Id berjemaah di masjid, musala, dan lapangan terpaksa ditiadakan dan penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Melansir Beritasatu.com (18/7), anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi B (Perekonomian), M Taufik Zoekifli menjelaskan, setiap Iduladha, umat Islam yang mampu disunahkan menyembelih hewan kurban, seperti sapi, kerbau, kambing, atau domba. Untuk meminimalisasi risiko penularan Covid-19, kegiatan kurban bisa di tempat penjualan hewan kurban, tempat pemotongan hewan kurban di RPH, dan tempat pemotongan hewan kurban di luar RPH.

“Pada prinsipnya orang-orang yang terlibat di setiap lokasi baik di tempat penjualan, maupun tempat pemotongan hewan kurban, baik di RPH maupun di luar RPH harus menerapkan protokol kesehatan 5M. Selain itu, harus tetap harus tetap memperhatikan standar higiene sanitasi,” katanya dalam Webinar Talkshow dan Cooking Demo Menu Iduladha yang digelar jagatbisnis.com, Sabtu, 17 Juli 2021.

Sementara itu, Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa 2021, Ahmad Faqih Syarafaddin menambahkan, dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus memperhatikan 3 hal pokok, yaitu, kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, proses penyembelihan hewan kurban, dan distribusi daging hewan kurban kepada mustahik (yang berhak menerima).

“Kurban merupakan momen yang spesial. Karena dengan adanya kurban, orang yang tidak bisa menikmati daging, maka pada hari Iduladha jadi bisa menikmati daging. Apalagi pada pandemi ini, distribusi hewan kurban menjadi lebih banyak secara volume, dan lebih luas secara wilayah. Sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ungkapnya, dikutip dari beritasatu.com.

Baca Juga: Satgas Covid-19, NU dan Muhammadiyah: Salat Idul Adha di Rumah Masing-masing

Dia menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya menargetkan tebar 52.000 hewan kurban ke pelosok Nusantara hingga negara konflik Palestina. Target tersebut berdasarkan perhitungan sebaran produksi populasi peternakan-peternakan Dompet Dhuafa di 11 titik sentra ternak di seluruh Indonesia. Selain itu, pihaknya juga memiliki mitra-mitra peternak di setiap daerah untuk membantu memasok hewan kurban, sekaligus membantu peternak yang kurang mampu.

“Justru karena pandemi terjadi, maka pihaknya harus bekerja lebih keras untuk memastikan kurban berjalan dengan sangat baik. Maka, harus benar-benar bisa memanfaatkan sedikit kesempatan yang ada untuk meringankan beban masyarakat,” tegasnya.

Tip Pengolahan Makanan

Pada kesempatan yang sama, Ideas Manager PT Asianagro Agungjaya, Fajar Marhaendra menambahkan, Iduladha identik dengan kurban maka pihaknya memberikan beberapa tip pengolahan makanan lebih sehat dengan minyak samin merek Vitas. Karena kalau terlalu berlebihan memakan olahan daging pada Idul Adha, bisa jatuh sakit, imun turun, dan lebih berisiko terpapar virus Covid-19.

“Biasanya, saat hari raya Idul Adha masyarakat Indonesia mengolah makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti daging kambing. Kalau daging tersebut diolah sesuai dengan kaidah tertentu atau dengan minyak samin Vitas tidaklah masalah. Pada acara ini kami menyajikan cooking demo dengan menu gulai kambing, nasi kebuli, dengan roti pratha,” ungkapnya.

Menurut Fajar, minyak samin tersebut terbuat dari minyak kelapa sawit berkelanjutan dan memiliki fortifikasi vitamin yang diperlukan di masa pandemi Covid-19. Selain itu juga sangat pas dipadu dengan makanan yang mengandung lemak.

“Sebagai salah satu eksportir kelapa sawit berkelanjutan terbesar di Indonesia, kami mendorong masyarakat untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dengan menggunakan minyak kelapa sawit berkelanjutan,” tutup Fajar.

Adapun acara webinar UMKM Series ”Talk Show dan Cooking Demo Menu Idul Adha ” didukung oleh APICAL, Dompet Dhuafa DPRD DKI , Kokola Biskuit, Frisian Flag, Bungasari, Drink Beng-Beng, Hangry dan Swiss Belresidences Kalibata Jakarta.

Wapres Minta Warga Salat Idul Adha di Rumah, Potong Hewan Kurban di RPH

Sementara itu, pada Idul Adha tahun ini  Wapres Ma’ruf Amin meminta seluruh masyarakat melaksanakan ibadah salat Idul Adha di rumah saja.

Hal ini disampaikan Ma’ruf dalam keterangan pers yang diterima Minggu, 18 Juli 2021. Ma’ruf meminta masyarakat khususnya di Jawa dan Bali yang berada di wilayah zona merah untuk melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing, dan melakukan pemotongan hewan Qurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

“Berjamaah itu hukumnya sunnah, tetapi menjaga diri dari wabah COVID-19 hukumnya wajib, (sehingga) hal yang wajib harusnya didahulukan daripada yang sunnah,” kata Ma’ruf Amin, dikutip dari detik.com (18/7).

Ma’ruf menegaskan kebijakan PPKM Darurat yang diambil Pemerintah sama sekali bukan untuk menghalangi umat Islam beribadah berjamaah di masjid, tetapi semata-mata untuk melindungi masyarakat dari bahaya penularan COVID-19. Untuk itu, Maa’ruf mengajak para ulama untuk bersama-sama pemerintah meningkatkan peran dalam upaya menanggulangi pandemi COVID-19, karena melindungi umat di samping kewajiban pemerintah juga kewajiban para ulama.

“Hal ini merupakan tanggungjawab kita, sebagai ulama yang memang memiliki tugas untuk itu,” tutur Wapres. [beritasatu/detikcom]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed