by

Pdt. Paulus Ajong: PGI Tampilkan Kemajemukan Kalbar dalam SAA ke-36

Kabar Damai I Kamis, 25 November 2021

Pontianak I Kabardamai.id I Sebagai negara yang besar, terdiri dari berbagai kepulauan yang terbentang jauh dari Sabang hingga Merauke membuat Indonesia penuh akan perpaduan pola dan juga konsep dalam hidup masyarakat.https://pgi.or.id/siaran-pers-seminar-agama-agama-ke-36-pgi/

Dari sana, tersaji keberagaman yang begitu besar tidak hanya dalam aspek suku dan agama, namun juga etnis dan hingga golongan-golongan yang tidak dapat dipisahkan dalam dinamika berbangsa dan bernegara.

Keberagaman adalah keniscayaan yang mau tidak mau harus dihadapi dan dirawat dimanapun dan kapanpun. Memelihara konsep hidup bersama guna tercapainya persatuan dan hidup saling berdampingan merupakan hal wajib dalam menyikapi keberagaman yang ada tersebut.

Keberagaman juga tergambar jelas di Kalimantan Barat. Provinsi yang terbelah oleh panjangnya Sungai Kapuas dan beribukotakan Pontianak ini memiliki dua belas kabupaten dan dua kota yang mana masyarakatnya sangat beragam.

Sadar akan pentingnya nilai-nilai keberagaman yang harus dijunjung tinggi. Persekutuan Gereja-Gereja (PGI) menyelenggarakan Seminar Agama-Agama (SAA) dengan mengangkat kemajemukan yang ada di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat.

Hal ini diimplementasikan melalui tema yang diangkat pada kegiatan yang dihelat sejak 24-27 November 2021 yaitu Umat Beragama Mengelola dan Mengadvokasi Keberagaman di Indonesia.

Baca Juga: Cerita Delly, Anak Muda Dayak Kalbar Melestarikan Budaya Melalui Alat Musik Sape’

Ketua Panitia kegiatan, Pdt. Paulus Ajong dalam kata sambutannya menyatakan bahwa SAA kali ini adalah kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh PGI dimana PGIW Kalbar adalah tuan rumah dalam penyelenggaraan.

“Kegiatan seminar agama-agama bukan kali pertama dilakukan oleh PGI, melainkan ke 36. Pada tahun 2021, PGIW Kalbar ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan ini,” ungkapnya

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh PGI ini turut menampilkan potret kemajemukan yang ada di Indonesia khususnya Kalimantan Barat.

“Tujuan dari kegiatan ini tidak terlepas dari ciri khas bangsa Indonesia yang kemajemukan. Kemajemukan di Indonesia seperti pisau bermata dua, bisa baik bisa juga baik,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa kemajemukan yang ada saat ini ibarat pisau bermata dua. Bisa menjadi baik, ataupun sebaliknya.

“Kemajemukan ini bisa terjadi apabila masyarakat saling menghargai, menghormati dan saling menerima sehingga tercipta kehidupan yang harmonis antar satu dan lainnya,”

“Namun kemajemukan juga dapat menyebabkan perpecahan, hal ini dapat terjadi apabila satu sama lain merasa paling benar dan ingin benar sendiri dan apabila hal ini terus terjadi maka dapat mengembangkan intoleransi, persekusi dalam kehidupan yang ada,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa sejak lama hingga saat ini, komitmen PGI dalam kerukunan umat beragama masih sama dan akan tetap diteruskan.

“PGI terus berkomitmen mengembangkan terciptanya kerukunan umat beragama. Hal ini diimplementasikan dari banyak kegiatan. Satu diantaaranya kegiatan ini yang diikuti oleh narasumber dan peserta lintas agama dan etnis,” tutupnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed