by

Pdt. Matheus Harapkan Kehadiran APS Memiliki Sistem Baru untuk Papua

Kabar Damai | Rabu, 04 Mei 2022

Biak | kabardamai.id | Begitu banyak harapan yang tumbuh kepada Lembaga Analisis Papua Strategis (APS) karena merupakan satu-satunya wadah berkumpul semua elemen di Papua, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, kesehatan, keamanan dan pemerintah. Kehadiran APS ini seperti semangat baru untuk Papua yang lebih baik seperti yang dikatakan oleh Pdt. Matheus, salah satu tokoh agama di Papua juga terlibat di Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), APS bisa menjadi jembatan pembangunan Papua. Hal ini disampaikannya setelah perhelatan Konferensi I Analisis Papua Strategis di Biak, Sabtu (30/04/2022).

Saat ini begitu banyak persoalan di Papua cukup kompleks, seperti persoalan di Indonesia sendiri maka harus jeli melihatnya. “Persoalan kompleksitas di Indonesia khususnya Papua jadi perlu ada kiat-kiat baru dan khusus karena memang di Papua cukup kompleks yaa,” katanya.

Dia menambahkan kondisi saat ini masyarakat kebingungan sehingga tidak menikmati pembangunan yang ada di Papua. Oleh karenanya, menurut Pdt. Matheus perlu ada cara baru sebagai jembatan antara masyrakat dan juga berbagai elemen yang berkepentingan untuk pembangunan di Papua. “Ketika saya ikut dalam forum diskusi bisnis (salah satu sub tema yang dibahas, ada pula forum transportasi serta masyarakat adat dan agama), saya bilang jangan luarnya saja baru tetapi isinya lama. Orang sudah bosan dengan sistem yang lama, maka kemasan baru, isi juga harus baru,” tegasnya.

Misalnya dalam ranah kerja ELSAM terkait HAM, sejak 20 tahun terakhir memang belum ada perubahan yang signifikan.  “Dua puluh tahun lebih ELSAM hadir, ada perubahan yakni tiap pergantian presiden memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Kami berharap korban-korban terus mendapatkan keadilan,” tuturnya.

Baca Juga : Pdt Diben : Kehadiran APS Menjadi Wadah Melayani Masyarakat

Menurut Pdt. Matheus, siapa saja yang datang dan membutuhkan pendampingan advokasi selama dua puluh tahun lebih ini, ELSAM terus mendorong agar pelanggaran HAM masa lalu itu bisa terangkat, tentu bukan hanya ELSAM tetapi bekerja sama dengan lembaga lain. Proses ini diharapkan sampai ke ranah hukum dan memberikan rasa keadilan bagi para korban.

Lebih jauh Dia menyoroti kehadiran APS sebagai jembatan karena yang diharapkan saat ini adalah keadaan damai dan pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Duduk Bersama Evaluasi yang Sudah Ada

Ketua APS, Laus Deo Calvin Rumayom mengatakan dalam pidato penutupnya bahwa yang bisa membangun Papua adalah orang Papua itu sendiri dan tentu saja perlu dukungan elemen terkait untuk menciptakan itu semua. Tidak bisa berharap kepada pihak lain sehingga kemajuan Papua ada ditangan orang Papua itu sendiri.

Hal ini diamini oleh Pdt. Matheus, dia menilai pentingnya duduk bersama untuk membicarakan persoalan Papua yang dulu, sekarang dan nanti. “Kita perlu duduk bersama, melakukan evaluasi sehingga bisa tahu kurangnya di mana, misalnya di pendidikan, apa yang gagal apa yang perlu diperbaiki. Begitu pula di bidang lainnya,” paparnya.

Dia juga menilai otsus yang ada perlu dievaluasi agar masyarakat Papua dapat menikmati pembangunan tersebut. “Di Papua, pemerintahannya paling terendah sistemnya, kalau paling rendah kenapa bisa begitu? Tapi justru kita bisa evaluasi ini dan jadikan pilot project untuk pembangunan di Papua,” katanya.

Pdt. Matheus percaya jika dievaluasi dengan baik maka akan membuat Papua menjadi lebih hebat. Sisi mana yang butuh dipriotaskan, kesehatan, pendidikan dan lainnya. “Kami berharap APS ini menjadi jembatan alternatif untuk pembangunan di Papua,” tuturnya.

Jika dilihat, Orang Papua Asli hanya sekitar 2.5 persen saja, jumlah yang sedikit ini harusnya bisa disejahterakan dengan kucuran dana yang besar tetapi harus tepat sasaran. “Kita berharap Lembaga APS ini benar-benar memberikan sistem yang baru dan kita melihat langkah-langkah yang baik agar ada perubahan lebih maju bagi Papua,” katanya.

Tapi kembali lagi, APS ini didukung oleh berbagai latar belakang sehingga kerja sama sangat penting. Apa yang dilakukan APS ini adalah terobosan baru dengan semangat generasi baru juga untuk peluang-peluang yang bisa ditapaki untuk cari solusi di Papua ini.

Penulis : Isa Oktaviani

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed